
Papah dan Mamah Dev sangat senang karena mau punya cucu lagi,saat papah pulang kerja,Papah di temani Mamah langsung masuk ke kamar.
"Sayang,,selamat yah atas kehamilanmu,,"kata Papah.
"Iya Pah,,makasih,,"sampul Papah mencium kening Dev.
"Ken ,,selamat yah kamu mau jadi Papah,"sambil menepuk pundak Ken.
"Iya Pah,,makasih,"sambil tersenyum bahagia.
Lalu papah dan mamah keluar dari kamar Dev,karena Papah mau istirahat.
Dev terus tiduran karena kepalanya masih terasa pusing ,dan kalau bangun kepalanya bertambah pusing dan terasa kamarnya berputar.
Weekkk,,Weekkk,,,
Dev merasa mual dan muntah ,tapi karena ngga makan ,Dev cuman muntah air saja.,Ken membantu memijit leher Dev.
"Mas,,kepalaku pusing sama perutku mual Mas,"
"Ini minum lah,minum hangat biar perutnya lebih enak kan,"Dev lalu minum.
"Tidurlah biar tidak pusing,Mas mau ke dapur,mau bilang ke mba minta buatkan bubur untukmu,"
"Ngga ,,Aku ngga mau makan,Mas jangan pergi Aku takut sendirian,"Dev memegangi tangan Ken agar tidak pergi.
"Tapi kamu harus masuk makanan walau sedikit,Mas telfon Mamah biar Mamah yang bilang Mba,Mas ngga pergi,"Dev pun diam.
__ADS_1
Dev sedang makan di suapi Ken,Dev baru masuk dua sendok.langaung ngga mau lagi karena perutnya mual terus.
"Besok kita ke Dokter yah,"Dev hanya mengangguk,lalu Ken memberikan obat pada Dev dan menyuruhnya minum.
"Sekarang tidurlah,,"saat Ken selesai membalurkan minyak angin ke perut Dev dan lehernya.
Ken juga ikut tidur di samping Dev,sambil tangan Ken mengusap kening Dev.
Keduanya pun tidur,saat pagi datang Ken bangun lebih dulu,Ken turun ke bawah membawa piring dan gelas kotor dari kamarnya,dan menyuruh Mba buatkan bubur lagi dengan teh hangat.setelah itu Ken ke kamar lagi.
"Mau kemana,,?"tanya Ken saat melihat Dev akan berjalan sambil memegangi kepalanya.
"Aku mau pipis Mas,"Ken mendekati Dev,lalu menggendong Dev ke kamar mandi,Dev pegangan dengan mengalungkan lengannya di leher Ken.
Sampai kamar mandi,Ken menurunkan Dev,Dev lalu pipis ,Ken lah yang membukakan celananya Dev.
"Apa kepalanya ngga pusing,jangan mandi.lap aja yah,"
"Udah enakan,mandinya bentar aja kok ngga lama,kan pake air hangat,"
Ken menurut,lalu membantu melepaskan baju Dev dan sekarang Dev udah polos,saat Ken mau keluar,Dev melarangnya.
"Mas ngga usah keluar,tetap di sini aja,takutnya Aku pusing Lagi,"Karena Ken takut kenapa kenapa ahirnya Ken tidak jadi keluar.dan duduk di closet.
Dev ngga bermaksud apa apa,memang dia takut pusing,tapi tanpa Dev tau Ken sebenarnya sangat tersiksa,Adiknya sudah bangun dari tadi dan terus berkedut,gimana ngga bangun coba di depanya ada Dev yang sedang mandi dan polos tidak pakai baju,badan yang putih mulus dan padat ,sungguh menggoda,kalau Dev tidak sakit pasti Ken sudah meminta haknya.
Dev sudah selesai mandi,lalu Ken membantu menghanduki Dev.
__ADS_1
Dev lalu berjalan sendiri,karena badanya sudah merasa lebih enakan,tapi Ken tetap menggandengnya.
"Duduklah ,Mas yang ambilkan baju,"Dev mengangguk.
Ken mengambil baju untuk Dev pake,lalu Ken membantu memakainya.
"Makasih ya Mas,Aku jadi merepotkan dan menyusahkan mu,"saat Ken sedang memakaikan baju.
"Mas ngga merasa di repotkan,Mas justru senang karena kamu membutuhkan Mas,"
Setelah selesai Dev menarik kedua tangan Ken ke pingganya,dan tangan Dev di kalungkan di leher Ken.
"Aku mencintaimu Mas,,Aku sudah lama mencarimu,Kaka yang selalu baik dan Kaka selalu menuruti semua permintaanku dan Kaka selalu menurutinya,Aku kangen kamu Mas,,sangat kangen,,"Ken tersenyum.
"Andai saja Mas bilang dari awal,dari sebelum kita menikah kalau Mas adalah Kak Zio,Aku ngga akan nolak dan ngga akan menyakitimu Mas,Aku minta maaf ya Mas atas sikapku yang kemarin kemarin,"
"Mas sudah memaafkanya,Maaf Mas memang sengaja ngga bilang karena mas fikir nanti kamu akan tau dengan seiringnya waktu,karena Mas punya rencana untuk membuatmu mengingat mas,tapi belum juga Mas melakukanya kamu selalu kasar dan jutek duluan,jadi Mas gagal,,"Dev tersenyum.
Ken menarik dagu Dev,lalu dengan pelan Ken mencium bibir Dev dengan penuh rasa cinta.
Keduanya berciuman untuk pertama kalinya,saat sedang berciuman pintu tiba tiba terbuka.
"Maaf,,Mamah ngga tau kalau,,,"
Dev dan Ken yang malau ketahuan sedang berciuman langsung melepaskan ciumannya,dan menunduk malu.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1