
"Mas Iksan,,,"Nola langsung membuka matanya dan duduk.
"Iya,,Maaf Yah Saya ganggu,,"
"Ng,,,ngga kok,,Ng,,ngga ganggu,ini juga sudah pagi,,"Nola sedikit terbata karena masih merasa kaget.
"Gimana kabarmu,,?"
"Baik,,"Jawab Nola.
"Sukur kalau baik,maaf dua Minggu ini Aku ngga ada kabar,karena aku habis mengerjakan tugas lapangan dari Dosen, Aku kira tempatnya masuk jaringan internet,tapi ternyata tidak,jadi Aku ngga bisa mengirim pesan padamu,Aku baru datang kemarin sore,dan tadi pagi Aku telfon kamu tapi kamu ngga angkat,jadi baru sekarang pulang kuliah Aku telfon kamu,"
"Iya Ngga papa kok,"Iksan bicara panjang lebar,Nola hanya menjawab sekedarnya,Nola rupanya mengikuti saran dari temanya untuk jual mahal,dan jangan kelihatan mengejar ngejar nya.
"Apa kamu marah,,?"
"Ngga,,biasa aja,kenapa harus marah,Kan memang udah biasa Mas Iksan ngga pernah kirim pesan apa lagi telfon,jadi udah ngga kaget,,"Iksan mendengar jawaban Nola langsung sadar,memang dirinya yang ngga pernah kirim pesan duluan apa lagi telfon.
"Iya,,,sukurlah kalau kamu ngga marah,ya udah dulu ,besok sambung lagi,,"
"Iya,,"Nola langsung mematikan telfonya.
"Maaf Aku harus begini,biar kalau kamu ngga mau denganku,Aku ngga begitu sakit ,dan cepat melupakanmu,Aku ngga mau terlalu mengejarmu,,kalau kita jodoh pasti tidak akan ke mana,,"kata Nola.
__ADS_1
"Sepertinya kamu marah,nada suara kamu aja berbeda,"Kata Iksan sambil melihat ke layar hpnya.
Hari berlalu,,Nola pun masih tetap pertahan tidak mau menghubungi Iksan duluan,dan Iksan merasa kalau Nola berubah dan menjauhinya,itu membuat Iksan kepikiran.
Iksan suka mengirim pesan sekarang,walau hanya sekali dalam sehari,Iksan hanya bertanya kabar dan sedang apa,Nola selalu menjawab tapi Nola sengaja membalasnya sedikit lama.
"Aku ingin menelfonmu,besok kan hari libur ,jam g malam dari sini Aku telfon kamu,agar di tempatmu jam 9 pagi yah,"pesan yang Iksan kirim,Nola hanya menjawab iya.
Esoknya benar saja,Saat Nola sedang bersiap mau pergi karena ada acara ,Iksan menelfonya ternyata VC,Nola mengangkatnya dan di letakan di sandarkan di kaca meja riasnya.
"Kamu mau pergi,,?,"Iksan langsung bertanya karena melihat Nola yang sedang mengikat rambut panjangnya.
"Iya,,Nola mau pergi sama teman,,"
"Mau ke kota wisata,,"
"Oh,,,jadi kita ngga bisa ngobrol sekarang,?"
"Bisa kok ngobrol sekarang,ini aja kita lagi ngobrol kan,lagian temanku belum jemput kok,,"
"Kamu naik apa perginya,,"
"Naik motor,temen temenku ngga ada yang punya mobil,jadi ya pada pake motor lagian kan pake motor lebih cepat sampai,"
__ADS_1
"Tapi rawan kecelakaan,,"
"Iya kalau bawa motornya ngebut,,"
Nola sudah mengikat rambutnya seperti ekor kuda,lalu memakai crem wajah dan juga pewarna bibir,Iksan dari tadi hanya melihatnya saja tanpa bicara.
"Nola,,,itu temen mu sudah datang,,"kata Ibu dari luar pintu kamar.
"Iya Bu,,suruh tunggu bentar,,jawab Nola.
"Sudah mau pergi,,,?"
"Iya,,,"sambil mengambil Tas lalu menggendongnya.
"Apa ada yang mau di omongkan lagi Mas,Vivi sudah mau pergi nih,,"
"Ngga,,ya udah kamu pergilah,hati hati semoga selamat sampai tujuan,,"Vivi tersenyum.
"Iya mas,,makasih doanya,Nola matikan yah,"Iksan hanya mengangguk.
Nola mematikan sambungan VCnya,setelah mati Nola langsung duduk di kasur,karena hatinya merasa sakit,sebenarnya Nola ngga mau begini,tapi Nola ngga mau terlalu terlihat mencintai Iksan.
Iksan juga sama,Merasa Nola seperti menjauhinya,tapi justru Iksan sekarang yang ngga mau kalau Nola menjauhinya,"Kenapa Aku jadi merasa gelisah seperti ini sih,,"kata Iksan pelan.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...