Menikah Dengan Tuan Muda

Menikah Dengan Tuan Muda
bab 10


__ADS_3

Malam hari pun tiba,saat ini para wanita keluarga mereka tengah sibuk menata makanan sebelum para suami mereka pulang dari musholla.


"assalamualaikum"ucap para suami yang baru saja pulang dari musholla


"wa'alaikum salam"ucap para istri.


"ayo cepat ganti baju, setelah itu kita makan malam bersama"ucap ibu.


Mereka pun ke kamar diikuti para istri mereka.dan setelah itu mereka pun menuju ruang makan untuk makan malam bersama.


setelah selesai makan, mereka pun menuju kamar masing-masing untuk istirahat.


Saat tiba di kamar vino dapat melihat wajah Sinta yang sedih"sayang sudah tidak usah kamu pikirkan kita masih bisa berkunjung ke sini"ucap vino lembut


"iya mas,Sinta sedih karena dari dulu Sinta tidak pernah jauh dari orang tua Sinta"ucap Sinta.


dan mereka pun mulai istirahat karena lelah dengan hari ini,dan jangan bertanya soal malam pertama karena vino mengerti situasi untuk tidak memintanya malam ini dan vino juga tidak akan memaksa jika istri nya belum siap


***


Pagi pun telah tiba,Sinta yang biasanya bangun pagi langsung membantu ibu dan kakak ipar nya memasak kini harus di sibukan dengan membereskan pakaian nya yang akan ia bawa ke kota untuk ikut suaminya.


"kamu jangan sedih sayang, insya Allah kalau ada waktu senggang kita akan ke sini"ucap vino lembut yang menatap wajah Sinta yang tampan sedih.


"janji ya mas"ucap Sinta.


"iya"ucap vino,lalu ia membantu istri nya untuk membereskan perlengkapan mereka.


"sudah selesai,ayo kita keluar pasti yang lain sudah menunggu kita untuk sarapan"ucap vino lembut mengajak Sinta.dan Sinta pun hanya mengangguk dan mengikuti langkah vino.


"maaf ya teh,buk,Sinta gak bisa bantu masak"ucap Sinta pada kakak ipar nya dan ibunya.


"gak apa-apa neng,kamu sudah selesai kan beresin perlengkapan kamu?"ucap ibu bertanya pada Sinta.


"sudah buk"ucap sinta, setelah itu mereka pun makan dengan khidmat tanpa ada yang membuka suara.


waktu sudah menunjukkan pukul 9 dan tiba waktunya untuk Sinta dan vino pergi,saat ini Sinta di kamar sangat amat menahan tangis, pasalnya sejak kecil Sinta tak pernah jauh dari orang tua nya.


"neng,ingat pesan ibu,kamu harus jadi istri yang baik, Sholehah dan nurut apa yang di katakan suami mu selagi itu di batas wajar,kamu jangan pernah bermalas-malasan nak di rumah mertua mu,ingat jangan pernah membantah ucapan mertuamu Anggap dan perlakuan mereka seperti kami orang tua mu neng,ingat pesan ibu"ucap ibu dengan rau wajah sedih.


"iya buk,Sinta akan selalu inget pesan ibu"ucap Sinta menangis sambil memeluk ibunya.


"nak vino,ingat pesan bapak jangan pernah kamu menyakiti putri bapak,jika kamu sudah tidak cinta kembali kan dia secara baik-baik kepada kami nak"ucap bapak


"iya pak, vino akan selalu inget pesan bapak dan ibu"ucap vino.


"yasudah kalau begitu kami berangkat dulu ya"ucap vino lalu ia bersalaman pada bapak,ibu,ana dan juga Andi dan diikuti Sinta.


"jaga baik-baik adik ku"pesan Andi

__ADS_1


"iya"ucap vino


Sinta pun menangis sejadi-jadinya dan memeluk ibunya erat seolah tak mau melepaskan.


"sudah neng,patuh dengan suami mu ikuti kemana pun dia pergi"ucap ibu menghapus air mata Sinta.sinta pun hanya bisa mengangguk tanpa membuka suara.


Setelah itu Sinta dan vino pun segera pergi dari kampung tersebut menuju kota.


"sudah sayang jangan menangis,mas janji jika mas ada waktu luang kita akan kesini"ucap vino sambil mengelus rambut Sinta.


Setelah lelah menangis Sinta pun merasakan kantuk yang luar biasa dan ia pun tak sadar tertidur.


"mas janji akan membahagiakan mu sayang"ucap vino sambil tersenyum.


Tak terasa mereka pun telah sampai menuju kota,dan menuju ke mansion tempat tinggal vino.


"bangun sayang kita udah sampai"ucap vino lembut sambil menepuk-nepuk pipi Sinta pelan.


"eughhhh"leguh Sinta.


"kita udah sampai mas?"ucap Sinta.


"iya sayang ayo kita turun"ucap vino lalu segera turun dan membukakan pintu untuk Sinta


"terima kasih mas"ucap sinta lalu ia pun segera turun dari mobil.


"waahhh besar sekali rumah ini mas, Seperti istana yang ada di film-film"ucap Sinta takjub dengan mansion milik keluarga vino.


"beneran mas?"ucap Sinta dan vino mengangguk dan menggandeng tangan Sinta untuk masuk kedalam mansion tersebut.


"assalamualaikum mom,dad"ucap vino dan Sinta.


"wa'alaikum salam,wahh akhirnya kalian sampai juga dari tadi momy sudah menunggu kalian"ucap momy sambil tersenyum.dan vino dan Sinta pun menyalami momy dan dady vino.


"ayo masuk sayang,kita makan siang bersama pasti kalian belum makan kan?"ucap momy Sinta


"permainan di mulai"ucap momy vino dalam hati.


"ayo sayang kita makan"ucap vino mengajak Sinta


"iya mas"ucap Sinta


Mereka pun mulai makan dengan khidmat tanpa ada suara apa pun dan hanya suara dentingan sendok dan garpu.


"son, sebaiknya bawa istri mu istirahat pasti dia sangat kecapean"ucap momy vino.


"baiklah mom"ucap vino sambil tersenyum ia senang karena momy ny bisa menerima pernikahan nya.


"ayo sayang kita ke kamar"ucap vino pada Sinta.

__ADS_1


"iya mas"ucap Sinta mengangguk lalu mengikuti langkah suaminya


Setibanya di kamar Sinta di buat sangat kagum dengan pemandangan kamar vino,Kamar vino sangat lah besar dan rapi.


"sayang ayo masuk"ucap vino menyadarkan lamunan Sinta.


"hah,ii..iya mas"ucap Sinta gugup.


"ini kamar kita sayang,apa kamu suka?"ucap vino,dan Sinta hanya bisa mengangguk kan kepala nya.


"ayo mas tunjukan bagian lainnya"ucap vino menggenggam tangan Sinta.


"sayang ini adalah ruangan ganti,dan sebelah kanan pakaian ku dan sebelah kiri pakaian mu,dan itu semua adalah punya kamu,mulai dari,baju,tas, sepatu dan perhiasan itu semua punya kamu"ucap vino menjelaskan pada Sinta.


"apa tidak berlebihan mas"ucap Sinta.


"tidak sayang,mas ingin berusaha membahagiakan mu"ucap vino.


"nah selanjutnya ayo kita menuju kamar mandi"ucap vino.


"nah sayang,ini kamar mandi kita"ucap vino pada sinta.sinta di buat tak kala kagum dengan kamar mandi milik suaminya,jika di bandingkan dengan rumahnya maka lebih besar kamar mandi suaminya.semua peralatan di mansion itu sangat lengkap.


Setelah menjelajahi sekitar kamar vino,vino pun mengajak Sinta untuk duduk di sofa.


"apakah kamu bahagia menikah dengan mas?"ucap vino,dan Sinta hanya bisa mengangguk kan kepalanya,jika di tanya bahagia tentu saja jawabannya iya,ia merasa perempuan beruntung karena bisa menikahi vino yang di idam-idamkan setiap wanita.


vino menatap Sinta lembut makin lama semakin dekat hingga bisa merasakan deru nafas satu sama lain.perlahan tapi pasti vino mendarat kan bibirnya ke bibir Sinta,dan vino mulai mencium bibir Sinta lembut tanpa ada perlawanan walaupun Sinta hanya diam dan merasakan ciuman vino karena Sinta sama sekali tak tahu harus melakukan apa.


"manis"ucap vino tersenyum menatap Sinta sambil menghapus sisa air liurnya.


"kapan-kapan kamu harus bisa membalas ciuman mas"ucap vino masih menatap Sinta,dan Sinta hanya mengangguk dengan perasaan gugup.


"ya sudah kamu dulu atau mas yang mandi,atau mau bareng?"ucap vino menggoda Sinta


"mas dulu saja,lagian Sinta masih datang bulan"ucap Sinta,dan vino pun melangkah menuju kamar mandi.


Sinta pun segera menyiarkan pakaian suaminya dan meletakan nya di atas ranjang,dan ia pun membuka ponsel nya karena dari pagi tak membuka ponsel nya


*POV CHAT SINTA & LILS*


"Sinta,maaf ya kemarin kamu nikah Lilis gak bisa datang"


"gak papa Lis,lagian kan kamu ada urusan"


Ya Lilis memang tak datang ke pernikahan Sinta dan vino di karenakan neneknya meninggal jadi ia harus pergi ke kampung nenek nya yang lumayan jauh.


"aku doakan semoga pernikahan kamu sakinah mawadah warahmah,dan jangan lupa kalau pulang kampung kamu harus udah bawa keponakan lucu"


"ammin makasih ya Lis,semoga kamu cepat nyusul"

__ADS_1


*END POV CHAT SINTA & LILIS*


"ehem"dehem vino yang baru saja selesai mandi.....


__ADS_2