
Para maid pun membantu nona mereka untuk bangun."nona ayo bangun"ucap BI Ijah
"jangan panggil saya nona,saya sekarang sama seperti kalian"ucap Sinta lembut
"tidak,nona adalah tetap nona kami,mungkin di depan nyonya kami akan memanggil anda nama anda"ucap salah satu maid lainnya
"terserah kalian saja,sekarang ayo bantu aku"ucap sinta
"baiklah nona,ayo bangun kami akan mengobati luka mu,Rifa ambilkan salep untuk nona Sinta"ucap BI Ijah menyuruh salah satu maid lain
"ayo nona kita ke kamar nona untuk mengganti pakaian dan mengobati luka mu sebentar lagi mungkin tuan muda pulang"ucap BI ijah dan Sinta pun mengangguk
Bi Ijal pun mengobati luka Sinta sambil menangis,"bibi tidak usah menangis Sinta tidak apa-apa"ucap Sinta lembut sambil menghapus air mata Sinta
"bibi tidak menyangka jika nyonya akan seperti itu non"ucap BI Ijah
"mungkin memang betul aku tak pantas untuk mas vino,entah kenapa kemarin aku terlalu percaya diri jika keluarga mas vino bisa menerima Sinta"ucap Sinta lembut
"bibi boleh Sinta bertanya bi?"ucap Sinta lembut bi Ijah pun mengangguk
"apakah mas vino punya tunangan sebelum menikah dengan Sinta bi?"ucap Sinta
"sebenernya tidak nona,nona tidak usah percaya dengan omongan nyonya,memang sebelum tuan muda menikah nyonya sangat gencar untuk menjodohkan tuan muda dengan anak nyonya elin(mama fania)yaitu nona fania.tapi tuan muda sama sekali tidak setuju karena tuan muda tidak suka dengan sifat nona fania jangan kan tuan muda kami saja yang para maid tidak suka."ucap BI Ijah
"bi Sinta sangat takut jika sesuatu yang tidak Sinta tau terjadi.sinta takut jika mas vino lebih memilih wanita lain di bandingkan Sinta"ucap Sinta
"nona jangan berpikiran macam-macam bibi yakin jika tuan muda tak akan meninggalkan nona,tuan muda sangat mencintai nona"ucap BI Ijah
"nona sepertinya tuan muda sudah pulang ada suara mobil di bawah"ucap BI Ijah,dan BI Ijah pun segera keluar
Sebelum BI Ijah benar-benar keluar Sinta pun mengucapkan terima kasih."bi, terima kasih"ucap Sinta lembut dan BI Ijah pun mengangguk dan segera keluar dari kamar Sinta.
"assalamualaikum sayang"ucap vino yang baru saja tiba di kamar
"wa'alaikum salam mas"ucap Sinta mencium tangan vino dan vino pun mencium kening Sinta
__ADS_1
"sayang kamu baik-baik saja kan di rumah?"tanya vino
"baik-baik saja kok mas"ucap Sinta
"ya sudah mas mau mandi dulu baru bisa peluk-peluk kamu sepuasnya,oh iya mas ingin makan di kamar saya ya sayang"ucap vino
"mas kita makan di bawah bersama yang lain saja ya"ucap Sinta
"ya sudah kalau begitu mas mandi dulu"ucap vino lalu pergi ke kamar mandi dan Sinta pun menyiapkan perlengkapan vino
setelah selesai mandi vino langsung memakai pakaiannya dan menuju lantai bawah bersama sang istri untuk makan siang.mereka pun makan siang dengan khidmat.sinta pun sesekali melirik mertuanya takut.
"mom,dad lusa vino akan ke kota xx untuk mengurus cabang perusahaan vino di sana,jadi vino akan pergi bersama istri vino"ucap vino setelah mereka makan
"nak,apa tidak sebaiknya istri mu tidak ikut,momy takut jika istri mu kecapean di jalan dan momy juga tidak ada teman kan dady lusa juga akan pergi ke luar kota"ucap momy vino bersandiwara
"sayang kamu mau ikut mas atau di mansion saja bersama momy"ucap vino bertanya pada sang istri
"Sinta di mansion saja mas menemani momy"ucap Sinta karena takut dengan sang mertua yang mencoba mengancamnya.
"baiklah kalau itu yang kamu mau,lagi pula mas cuma 3 hari di sana"ucap vino
"ada tikus kecil yang mencoba bermain-main dengan ku dad"ucap vino
"apa perlu dady bantu?"ucap dady menawarkan bantuan
"tidak perlu dad,aku bisa mengatasi sendiri"ucap vino
"ya sudah vino ke kamar dulu,sudah malam"ucap vino yang menggandeng tangan istrinya
sesampainya di kamar vino langsung memeluk istrinya itu dengan erat."mas kangen sama kamu sayang"ucap vino yang menyembunyikan wajahnya di cekuk leher Sinta
"baru juga berpisah beberapa jam, gimana kalau berhari-hari"ucap Sinta
"kamu ikut mas keluar kota ya sayang sekalian kita liburan"ucap vino membujuk istrinya
__ADS_1
"kan Sinta sudah bilang ingin menemani momy mas"ucap Sinta
"ya sudah kalau gitu, sebagai gantinya kamu harus peluk mas gak boleh lepas"ucap vino manja
"ihh tangan Sinta pegel nanti mas"ucap Sinta
"ya sudah kalau begitu biar mas saja yang peluk kamu"ucap vino menuntun istrinya ke ranjang dan merebahkan tubuhnya lalu memeluk istrinya erat
"sayang kamu kapan selesai datang bulan"ucap vino
" 3 hari lagi mas,memang kenapa?"tanya Sinta polos
"kenapa lama sekali sayang"ucap vino lesu
"ya memang segitu jadwal nya mas, memangnya ada apa"ucap Sinta bertanya lagi pasalnya ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba suaminya bertanya seperti itu
"mas ingin mendapatkan hak mas,kamu persiapkan diri kamu untuk 3 hari ke depan"ucap vino lalu Sinta pun langsung tersadar dan wajahnya langsung muncul semburat merah
"sayang dari tadi kamu belum cium mas"ucap vino dan Sinta pun langsung mencium pipi vino
"bukan itu sayang,ini"ucap vino sambil menunjuk bibirnya
"gak mau,Sinta malu"ucap Sinta
"malu sama siapa,sama mas?ngapain malu kita kan sudah halal"ucap vino
"tapi mas.."ucap Sinta yang terpotong akibat vino langsung ******* bibirnya dengan lembut.lama kelamaan Sinta pun terbuai dengan ciuman vino,ia pun mencoba membalas nya walaupun masi kaku
Di sela ciuman nya vino pun tersenyum senang karena Sinta mulai membalas ciuman nya,cukup lama berciuman Sinta pun menepuk dada vino dan vino pun segera melepas ciumannya
"istri mas sekarang sudah pintar berciuman ya"ucap vino tersenyum manis
"mas gak suka?"ucap Sinta
"suka,sangat suka,mas suka dengan apa yang ada dengan kamu sayang,kamu adalah hal terindah yang mas miliki"ucap vino tulus sambil tersenyum
__ADS_1
Sinta pun terharu langsung memeluk vino erat dan menangis," hiks hiks hiksSinta juga bahagia mas, Sinta sayang sama mas vino,mas vino janji ya jangan meninggalkan Sinta"ucap Sinta sambil menangis
"mas janji tidak akan meninggalkan kamu sayang,mas mencintai mu sudah jangan nangis sayang nanti matanya bengkak"ucap vino lembut dan Sinta merasa sedikit lega dengan ucapan vino semoga itu menjadi kenyataan....