
Malam hari pun tiba kini di mansion terdapat anggota keluarga yang lengkap di Karena kan sore tadi dady vino sudah kembali dari luar negeri.
Kini mereka sedang berkumpul di meja makan untuk melakukan makan malam bersama."bagaimana proyek nya son?"ucap dady vino bertanya setelah mereka selesai makan dan menuju ke ruang keluarga untuk berbincang-bincang dan terdapat fania juga yang ikut bergabung dengan mereka.
"Alhamdulillah lancar dad,sudah 95% kemungkinan sekitar 1 bulan lagi akan segera selesai"ucap Vino menjawab pertanyaan sang dady
"bagaimana dengan perusahaan yang berada di Prancis dad,apa sudah membaik?"tanya vino
"sudah son,dan pelaku nya juga sudah di tangkap"ucap dady vino
"bagaimana hubungan mu dengan istri mu apakah sudah ada tanda-tanda akan memberikan kami cucu"ucap dady vino yang memang sudah mulai menerima Sinta dari pada fania yang tidak tahu sopan santun
"dady doa kan saja semoga cepat di beri momongan"ucap vino sambil tersenyum dan melirik istri nya yang sedang malu
"momy akan senang jika cepat mendapatkan cucu"ucap momy vino yang tentu saja berbohong padahal dalam hati nya tidak Sudi jika itu terjadi.
Fania pun yang mendengar kan obrolan mereka mulai merasa panas dan marah,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini sedang ada vino dan dady nya,jika tidak pasti ia dan momy vino sudah menghajar Sinta abis-abisan.
Setelah selesai berbincang mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat karena lelah dengan aktivitas yang mereka lakukan seharian ini.
fania pun tiba di kamar dan marah-marah akibat mendengar percakapan mereka tadi."awas kau perempuan kampung akan ku pasti kan kau akan menderita"ucap fania lalu langsung mengambil ponsel nya dan menelpon momy nya.
"halo ada apa fania?"ucap elin selaku ibu dari fania pun langsung menjawab telepon sang putri
"mom, bagaimana ini cara menyingkir kan perempuan kampung itu,rasanya Tante Rani pun tidak berguna"ucap fania marah-marah pada sang momy
"kamu tenang saja sayang besok momy akan bicara pada Rani"ucap vino elin mencoba menenangkan putri nya
"baiklah mom,tapi aku tidak mau tau ada atau tidak nya persetujuan dari wanita tua itu,aku akan tetap menyingkirkan perempuan kampung itu"ucap fania
__ADS_1
"iya,sayang momy setuju,ya sudah sebaik nya kamu istirahat ini sudah malam,besok kita bicarakan lagi"ucap elin
"baiklah mom,love you"ucap fania
"love you more nak"ucap elin lalu mematikan sambungan telepon tersebut
"dasar tua Bangka tidak berguna, sebener nya dia mau mendukung ku atau bukan"ucap fania lalu naik ke ranjang dan tertidur
Saat ini di kamar vino sedang berbincang-bincang di atas ranjang bersama sang istri seperti kebiasaan nya sebelum tidur.
"mas, kenapa tadi bilang begitu pada momy dan dady,kan Sinta malu mas"ucap Sinta
"hahahah,kenapa malu,kan kita sudah sah sayang, lagi pula wajar jika momy dan dady menginginkan cucu"ucap vino sambil tersenyum dan memeluk istri nya erat
"kalau dady mungkin memang mengharap kan tetapi kalau momy aku tak yakin justru aku semakin takut"ucap Sinta dan tentu saja hanya bisa di ucap kan dalam hati
"eh iya mas"ucap Sinta kaget karena suami nya menepuk pundak nya.
"mas ingin kamu sayang"ucap vino dengan suara berat berbisik di telinga istri nya dan Sinta hanya mengangguk kan kepala nya karena ia tidak mungkin menolak keinginan suami nya karena takut di laknat Allah
Hingga tidak sadar mereka berdua pun sudah tak berbusana dan mulai melakukan penyatuan dan mencapai surga dunia yang merek ingin kan sebagai pasangan halal dan saling mencintai.
"terima kasih sayang"ucap vino dan Sinta hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum dan lalu tertidur dengan pulas karena merasa sangat lelah.
Tidak terasa waktu subuh pun akan tiba setengah jam lagi vino pun segera terbangun karena mendengar suara alarm yang ia pasang di ponsel mahal nya itu.setelah mengumpulkan nyawa ia pun tersenyum menatap istri nya yang tertidur pulas.
Setelah puas memandangi istri nya ia pun segera ke kamar mandi dan membersihkan dia, setelah selesai ia pun segera memakai baju kokoh dan memakai sarung serta tak lupa peci yang sudah berada di atas kepala nya.
"sayang bangun"ucap vino lembut mencoba membangun kan istri nya
__ADS_1
"Hem"ucap Sinta yang masih enggan untuk membuka mata nya
ide jahil pun terlintas di otak vino.vino pun mulai melancarkan aksi nya dan mencoba meniup bagian wajah istri nya.sinta pun mulai terusik dengan angin yang harum nya sangat wangi dan maskulin
Saat ini Sinta pun mulai terusik dan segera membuka mata nya.alangkah kaget nya ia melihat wajah suami nya yang sudah tepat di depan wajah nya,dan Sinta pun kaget ingin berteriak namun belum sempat bersuara mulut nya sudah di bungkam oleh bibir seksi suami nya
"mas vino,kenapa cium Sinta,kan Sinta belum mandi belum gosok gigi,pasti bau mulut sinta mas"ucap Sinta setelah tautan bibir mereka terlepas
"itu hukuman buat kamu,karena bangun nya telat,lagian gak bau kok mas malah suka sayang.lagian kenapa tadi mau teriak?"ucap Vino
"abis nya Sinta kaget mas,kirain pencuri yang mau jahatin Sinta"ucap Sinta
"mana ada pencuri ganteng gini"ucap vino dan Sinta tertawa mendengar ucapan narsis suami nya
"ya sudah kamu cepetan mandi bentar lagi azan,mas mau sholat di mesjid"ucap vino
"iya mas"ucap Sinta dan vino pun segera keluar dari kamar dan Sinta pun segera mengunci pintu kamar agar tidak ada yang masuk ke kamar nya
Sinta pun segera mandi dan segera melaksana kan sholat subuh.setelah selesai sholat subuh ia pun segera menuju ke dapur
"bik,mau masak apa?"ucap Sinta
"masak,sup non,sama tumis udang dan cumi"ucap BI Ijah
"Sinta saja bik yang masak,bibi,kerjain yang lain saja"ucap Sinta
"tidak usah non,nanti bibi di marahin tuan muda"ucap BI Ijah
"yang bakal bi,mas vino lagi ke mesjid jadi gak bakal tahu"ucap Sinta dan membuat Bi ijah heran pasalnya ia tidak pernah melihat tuan muda nya ke masjid,jangan kan ke masjid sholat saja jarang ia melihat
__ADS_1
"baik lah nona,tapi bibi bantu ya"ucap BI Ijah dan Sinta pun mengangguk kan kepala nya