
Sementara itu Sinta merasa terkejut dengan suara vino.
"astaghfirullah mas,Sinta kaget"ucap Sinta
"kelihatan nya kamu sibuk sekali dengan ponsel kamu,siap yang chat kamu?"ucap vino bertanya
"Lilis mas,ya sudah kalau gitu Sinta mau mandi"ucap Sinta dengan wajah memerah yang tersadar dengan vino yang bertelanjang dada di depan nya.
Sinta pun segera bergegas pergi ke kamar mandi dan vino pun hanya terkekeh melihat kepergian Sinta.
"manis"batin vino.
vino pun segera memakai pakaian nya dan setelah itu ia berbaring di ranjang karena sangat merasa kan lelah.vino tak bisa memejamkan matanya ia memilih memainkan ponsel nya sambil menunggu istri nya selesai mandi.
Sinta pun selesai mandi dan hanya keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit sampai setengah paha nya saja,vino yang melihat pemandangan tersebut merasa takjub dengan keindahan tubuh Sinta,yang putih bersih tanpa ada bekas luka sedikit pun.
"ehem,kamu cepat pakai pakaian mu sayang,mas tidak yakin jika mas bisa menahan nya"ucap vino.
"iya mas"ucap Sinta lalu ia bergegas pergi ke ruang ganti karena malu di tatap seperti itu oleh vino
Setelah selesai memakai baju Sinta pun segera keluar dan menemui suami nya.
"sini sayang kenapa berdiri di situ"ucap vino karena melihat Sinta yang hanya berdiri di samping ranjang.
Sinta pun segera naik ke tempat tidur dan mendekati suaminya,vino pun segera meletakan ponsel nya dan berbaring sambil memeluk Sinta
"nyaman"ucap vino.
"sayang,mas bahagia sekali bisa menikah dengan mu,jangan pernah meninggalkan mas ya apapun yang terjadi"ucap vino.
"iya mas,Sinta tak akan pergi dari mas kecuali jika mas yang meminta Sinta pergi maka Sinta akan pergi dari kehidupan mas"ucap Sinta
__ADS_1
"sayang kamu adalah sesuatu yang sangat berarti untung mas,mas sangat mencintai kamu"ucap vino menatap Sinta dalam.
"Sinta juga mas"ucap Sinta dengan segera vino mencium bibir Sinta dengan lembut dan memabukkan bagi Sinta secara perlahan Sinta membalas nya sesuai naluri nya walaupun kaku.di sela-sela ciumannya vino tersenyum karena mendapat balasan dari Sinta.
Perlahan ciuman vino turun ke leher Sinta hingga menciptakan bekas gigitan di leher Sinta dengan cepat Sinta mendorong vino
"kenapa sayang?"ucap vino yang sudah di penuhi kabur gairah
"bukan Sinta mau menolak mas,tapi Sinta Masi datang bulan"ucap Sinta
"astaghfirullah mas lupa,ya sudah sebaiknya kamu tidur mas mau ke kamar mandi"ucap vino lalu bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hajat nya
Sinta pun merasa bersalah dengan perlakuan nya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa,Sinta pun membaringkan tubuhnya dan tertidur dengan pulas karena ini pertama kalinya tidur di tempat tidur seperti ini.
Vino pun telah selesai dengan urusannya dan menuju ke ranjang, dilihat nya Sinta sudah terlelap dengan pulas,ia pun tersenyum memandang Sinta dan ikut bergabung dengan Sinta yang sudah terlelap.
Ia pun hati-hati naik ke kasur agar tidak membangunkan istrinya,ia pun segera memeluk istrinya dan tertidur menuju mimpi yang indah.
Waktu sore telah tiba,Sinta pun segera bangun dari tidur nya,ia sangat terkejut wajahnya dengan wajah vino sangat dekat dan Sinta pun terpanah dengan ketampanan suaminya.cukup lama Sinta memandangi vino tiba-tiba saja vino membuka matanya.
Sinta pun kaget tiba-tiba saja vino membuka matanya."siapa yang menatap mas,Sinta saja baru bangun"ucap Sinta berbohong ia sangat malu saat ini.
"mau kemana?"ucap vino yang melihat Sinta turun dari ranjang
"mau ke kamar mandi, setelah itu kedapur untuk memasak"ucap Sinta setelah itu ia pun bergegas pergi ke kamar mandi dan vino pun masih bermalas-malasan di ranjang, mungkin ini adalah kebiasaan baru vino yang biasanya bangun tepat waktu tanpa bermalas-malasan sekarang berbanding terbalik setelah menikah dengan Sinta,ia ingin selalu dekat dengan istri Tercinta nya itu.
Setelah selesai mencuci muka Sinta pun keluar dari kamar mandi dan menggeleng kan kepalanya melihat suaminya yang masih berada di atas kasur
"bangun mas,sholat ashar"ucap Sinta.
"cium dulu"ucap vino tersenyum dengan masih memejamkan matanya
__ADS_1
"gak,udah cepet bangun"ucap Sinta kesal.
"bantuin"ucap vino mengangkat tangannya ke atas untuk ditarik oleh istrinya
Sinta pun segera menarik tangan vino, bukannya vino terbangun justru malah Sinta lah yang terjatuh diatas tubuh vino.
"mas kok Sinta di tarik"ucap Sinta yang berusaha bangkit dari atas tubuh suaminya tetapi susah karena vino malah memeluknya erat
"makanya cium dulu"ucap vino dan Sinta pun mengalah,ia pun mengecup pipi vino.
"udah, sekarang lepas,Sinta mau masak"ucap Sinta.
"untuk apa masak sayang ada banyak orang yang aku beri gaji untuk mengerjakan itu,kamu itu nyonya di rumah ini"ucap vino memandangi Sinta
"tapi mas,Sinta gak mau di anggap menantu pemalas"ucap Sinta.
"tidak ada yang akan beranggapan kamu seperti itu,bahkan momy saja tidak pernah mengerjakan apa yang seharusnya ibu rumah tangga kerjakan karena dady melarang,sama seperti mu aku juga melarang mu untuk melakukan itu" ucap vino.
"baiklah,tapi cepat bangun keburu habis waktu ashar mas"ucap Sinta dan vino pun segera bangkit dan menuju kamar mandi.sementara Sinta menyiapkan perlengkapan suaminya.
Vino pun segera melaksanakan sholat ashar nya dan Sinta pun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"sayang kamu ingin kita honeymoon kemana?"ucap vino yang memegang lengan Sinta layaknya seorang anak yang meminta permen pada ibunya
"honeymoon?buat apa mas,dari pada uangnya cuma buat begitu lebih bagus di simpan untuk keperluan lain mas
"uang mas banyak sayang"ucap vino
"meskipun uang mas banyak,harus tetap bisa hemat-hemat mas, Sinta udah bertahun tahun merasakan susah nya cari uang mas,jadi mas harus menghargai nya"ucap Sinta
"ya sudah kalau kamu tidak ingin honeymoon,oh iya sayang tunggu sebentar"ucap vino,dan ia pun segera melangkahkan kakinya mengambil sesuatu yang sudah ia persiapkan sejak jauh-jauh hari
__ADS_1
"sayang ini adalah nafkah yang akan aku berikan kepada kamu,kamu bisa pergunakan ini untuk segala keperluan mu,mas senang jika kamu memakai uang yang mas kasih"ucap vino yang memberikan 1 buah blackcard,dan 3 buah ATM.
"ini buat apa mas,lagi pula Sinta gak bisa pakai kartu begitu,kalau bisa menawar Sinta mau nya uang saja bukan kartu"ucap Sinta polos,semua wanita mengidamkan kartu itu malah ia tidak mau,aneh bukan....