Menikah Dengan Tuan Muda

Menikah Dengan Tuan Muda
bab : 28


__ADS_3

Saat ini di dapur Sinta di sibuk kan dengan kegiatan nya yaitu memasak.ia memasak beberapa menu yaitu,sup ayam, capcay,dan udang asam manis.


sampai asik nya memasak hingga Sinta tak sadar jika suami nya sudah berdiri di belakang nya dan para pembantu sudah pergi dan dapur atas perintah tuan muda mereka.


"Alhamdulillah bik, selesai juga"ucap Sinta yang belum sadar


"ehem"Sinta pun melonjak kaget mendengar suara dehemam suami nya sekaligus tangan kokoh yang melingkar di perut nya


"lepas mas"ucap Sinta yang sudah tahu pasti suami nya yang berbuat seperti itu karena siapa lagi yang berani berbuat seperti itu pada nya.


Sinta berusaha melepaskan tangan suami nya yang melingkar di perut nya sambil celingukan mencari keberadaan dua maid yang menemani nya tadi


"kemana mereka?"ucap Sinta pelan


"mas suruh keluar,karena mas tahu pasti kamu malu kalau kita seperti ini di depan orang lain"ucap vino sambil mengecup bagian leher Sinta


"geli mas,aku mau taruh makanan nya di meja makan"ucap Sinta


"suruh pembantu aja sayang,lagian itu bukan tugas kamu"ucap vino lembut


"ya sudah,ayo ke kamar mas siap-siap ke kantor"ucap Sinta mengajak suami nya dan vino pun mengangguk kan kepala nya dan menggandeng tangan sang istri.


Sesampai nya di kamar vino kembali memeluk Sinta dengan erat."mas lepas,ayo cepet siap-siap ke kantor nanti telat"ucap Sinta


"biarin,kan mas bos nya"ucap vino santai


"justru itu kamu harus memberi kan contoh yang baik sama karyawan kamu mas"ucap Sinta


"kamu ikut mas ke kantor ya"ucap vino membujuk Sinta untuk ikut bersama nya


"mas kan mau kerja ngapain Sinta ikut,udah cepet siap-siap itu baju nya udah Sinta siapin"ucap Sinta menyuruh suami nya


"pakein sayang"ucap vino duduk di ranjang dan memeluk perut Sinta dan mengecup nya berkali-kali


"pake sendiri"ucap Sinta yang wajah nya sudah seperti tomat


"gak mau"ucap vino manja dan akhirnya Sinta pun membantu suami nya memakai perlengkapan kantor dengan sesekali memalingkan wajah nya saat melihat area penting tubuh suami nya.

__ADS_1


Saat ini rasanya vino sangat malas untuk pergi ke kantor,ia ingin seharian bermanja dengan istri nya tetapi tidak bisa karena tanggung jawab nya sangat besar di perusahaan yang ia miliki juga perusahaan milik ayah nya


"sudah ayo turun pasti yang lain sudah menunggu"ajak Sinta pada suami nya dan vino menggandeng tangan istri nya untuk turun dan sarapan


"pagi"ucap vino


"pagi nak"ucap momy dan dady vino


"pagi vino"ucap fania


"sayang mas mau makan pakai sup"ucap vino pada istri nya dan tentu saja membuat fania kesal


"iya mas"ucap Sinta lalu menyiapkan apa yang suami nya ingin kan


Setelah itu mereka pun makan dengan khidmat tanpa menimbulkan suara selain Suara dentingan sendok dan garpu.


Setelah selesai sarapan dady vino pun pamit ke kantor karena ada jadwal mitting pagi."semua Dady pamit ke kantor ya"ucap dady vino dan dady vino pun segera pergi di antar Rani selaku momy vino sampai depan pintu utama.


"sayang mas berangkat dulu ya,nanti siang antar makan siang untuk mas ya"ucap vino


"iya mas hati-hati ya"ucap Sinta sambil mengecup tangan suami nya dan vino pun membalas dengan memberikan ciuman ke seluruh bagian wajah istri nya tanpa terkecuali


"wa'alaikum salam mas"ucap Sinta setelah itu mobil yang di naiki suami nya pergi meninggalkan mansion tersebut


"heh perempuan kampung, ngapain Lo berdiri di situ cepet bersih kamar gue dan cuci baju gue"ucap fania


"baik nona"ucap Sinta lalu segera bergegas pergi menuju kamar fania


Saat sedang membersihkan kamar fania tidak sengaja Sinta menyenggol parfum milik fania hingga terjatuh ke lantai dan pecah, sangat kebetulan saat itu fania masuk ke dalam kamar tersebut


"parfum gue,kurang ajar Lo,gak becus banget lo ngerjain pekerjaan Lo"ucap fania murka


"maaf kan saya nona,saya akan mengganti nya"ucap sinta


"Lo gak bakal mampu karena harga parfum itu gak sebanding sama harga diri Lo ******"ucap fania sambil menarik rambut indah sinta.


"nona tolong lepas sakit"ucap Sinta sambil menangis karena merasakan sangat sakit pada bagian kulit kepala nya

__ADS_1


"ada apa ini?"tanya Rani yang memasuki kamar yang di tempati fania


"lihat Tante perempuan kampung ini, menjatuh kan parfum ku hingga pecah"ucap fania


"kau perempuan kampung berani sekali kau merusak barang-barang milik fania,kau harus di hukum"ucap Rani menyeret tangan Sinta


Rani membawa Sinta ke gudang dan mengunci nya di gudang yang sangat gelap."ingat kau tidak akan bisa keluar sebelum malam tiba,tidak ada makan siang untuk mu"ucap Rani mengunci gudang tersebut


"nyonya tolong buka,hiks..hiks..hiks"ucap Sinta berteriak


"ibu,bapak,Sinta pengen pulang,Sinta takut di sini"ucap Sinta sambil terisak


***


jam makan siang telah tiba vino dengan semangat menunggu istri nya datang karena istri akan membawa kan makan siang untuk nya


"permisi tuan muda,sudah Waktu nya makan siang,apa ingin saya pesankan"ucap Andra selaku sekretaris sekaligus asisten pribadi nya


"tidak perlu Andra,istri saya akan mengantar makan siang untuk saya"ucap Vino


"baik lah tuan muda,kalau begitu saya permisi"ucap Andra lalu keluar dari ruangan vino


"kenapa lama sekali?, mungkin macet"ucap vino


15 menit sudah berlalu tetapi istri nya tak kunjung datang,ia pun mencoba menelpon nya tetapi tidak di angkat sama sekali padahal ponsel istri nya berdering


"halo mom"ucao vino yang akhirnya menelpon sang momy


"ada apa nak?"tanya Rani


"di mana istri vino mom? kenapa belum mengantarkan vino makan siang?"ucap vino


"aduh kenapa lupa jika Sinta akan mengantar kan vino makan siang,aku harus cari alasan"ucap Rani dalam hati


"emmm istri mu seperti kelelahan nak,dia mungkin tidur siang tadi habis membantu momy membersihkan taman"ucap momy vino memberi kan alasan yang tepat


"ya sudah lah mom kalau begitu biar vino makan di luar saja"ucap vino merasa lega karena mengetahui kabar istri nya

__ADS_1


"biar fania saja Yang mengantar makan siang untuk mu nak"ucap Rani


"tidak perlu mom,ya sudah kalau begitu vino tutup telepon nya"ucap vino langsung menutup sambungan telepon nya ......


__ADS_2