
Pagi hari pun menyapa.semua orang pun mulai melaksanakan aktivitas pagi nya dengan bersemangat.vino pun terbangun dari tidur nya.
Vino pun mulai membuka matanya karena merasakan aneh pada hidung nya yang menyentuh benda kenyal di depan nya.dan alangkah kaget nya ia melihat buah da** istri nya yang terpampang jelas di depan matanya dengan put*** yang masih berada di mulut nya
Perlahan vino pun mulai melepas kan put*** istri nya dan melihat bekas nya yang berwana meras dan mungkin lecet karena semalaman tidak lepas dari mulut nya
vino yang melihat istri nya masih terlelap pun segera merapikan baju istri nya."sayang bangun sudah pagi"ucap vino berbisik di telinga istri nya
"emmmm iya mas"ucap Sinta langsung membuka matanya perlahan
"ayo mandi habis itu sholat subuh"ucap vino mengajak istri nya itu
"iya mas,Sinta mandi duluan"ucap Sinta ingin turun dari ranjang.tapi tertahan karena vino memegang lengan nya
"kenapa mas?"ucap Sinta terheran
"mandi bareng saja,kalau sendiri-sendiri takut habis waktu subuh nya"ucap vino dan Sinta pun mengangguk kan kepala nya dengan wajah polos nya
Mereka berdua pun segera pergi ke kamar mandi tanpa ada ritual apa pun.semenjak keluar kamar mandi Sinta terus saja mengomel karena tersadar jika dirinya sudah menjadi macan tutul akibat ulah suami nya dan vino hanya menanggapi nya dengan kekehan dan senyuman.hingga mereka selesai sholat pun Sinta masih saja mengomel
"ayo sayang turun kita sarapan"ucap vino mengajak istri nya untuk sarapan.vino yang sudah siap dengan pakaian kantor nya langsung di pakaikan dasi oleh istrinya sambil tersenyum mendengar kan istri nya yang terus mengomel.
"malu mas,Sinta sarapan nya nanti aja deh terakhir"ucap sinta
"kenapa malu?"ucap vino bertanya
"ini semua gara-gara mas,ujung da** Sinta juga perih,gimana ini ngilangin bekas merah di leher Sinta mas
Padahal vino sudah menyiapkan perlengkapan untuk istri tercinta nya itu dengan lengkap,terutama alat make up dan skincare,tetapi Sinta tidak mengerti menggunakan itu,Sinta hanya bisa memakai skincare itupun ia harus belajar dulu.untuk make up Sinta memang susah menggunakan nya jadi Sinta sama sekali tak mau menyentuh nya padahal bekas ulah suami nya itu bisa di tutupi dengan foundation.
__ADS_1
"sudah tidak apa-apa,paling yang lihat cuma momy dan fania,pasti mereka paham dengan apa yang kamu alami"ucap vino masih membujuk istrinya
"ya sudah ayo mas"ucap Sinta lalu pergi menuju dapur mengikuti langkah suami nya
"pagi mom"ucap vino menyapa sang momy tanpa memperdulikan keberadaan fania
"pagi semua"ucap Sinta
"pagi"ucap momy vino dan fania
"pagi vino"ucap fania dengan senyum nya itu menyapa vino
"Hem"ucap vino yang sangat malas menghadapi fania.
"ini vino aku sudah menyiapkan sandwich untuk kamu"ucap fania langsung menyodorkan sebuah sandwich
"itu sudah di siapkan sandwich mas,sayang kalau gak di makan"ucap Sinta sambil melirik ke arah sandwich yang di berikan oleh fania kepada suami nya
"gak mau,mau nya nasi goreng"ucap Vino manja
"malu mas"ucap Sinta yang malu dengan sikap manja suami nya dan bukan tanpa alasan melainkan karena di lihat oleh mertua nya dan fania,jika mereka sedang berdua tentu saja Sinta akan senang jika suami nya seperti ini
"ini vino nasi goreng nya"ucap fania menyodorkan sepiring nasi goreng untuk vino
"sayang ingin di siapkan oleh istri saya"ucap vino singkat,padat dan dingin.
"vino tolong hargai fania,dia sudah menyiapkan sarapan untuk mu"ucap momy vino
"aku tidah minta mom,jadi tidak perlu repot-repot,aku hanya ingin di layani oleh istri ku"ucap vino dingin
__ADS_1
"sudah mas,ini nasi goreng nya di makan"ucap Sinta memberikan sepiring nasi goreng yang telah ia siapkan kepada suami nya dan memakan nasi goreng yang fania siapkan
Setelah selesai sarapan vino pun langsung pamit untuk pergi ke kantor nya."mom vino berangkat dulu"ucap vino sambil mencium punggung tangan sang ibu
"iya, hati-hati ya nak"ucap momy vino sambil tersenyum
"sayang mas berangkat dulu,kalau ada apa-apa langsung telpon Mas"ucap Vino sambil mencium kening istrinya dan Sinta pun mencium punggung tangan suami nya
"iya, hati-hati ya mas"ucap Sinta sambil memberikan senyum termanis nya untuk sang suami
"vino hati-hati"ucap fania dan vino pun langsung melenggang pergi tanpa mau menjawab atau sekedar menoleh pada fania
Jika kalian bertanya kenapa vino tidak protes dengan kehadiran fania jawaban nya adalah vino sudah protes terhadap sang ibu,namun sang ibu berkata jika orang tua fania pergi ke luar negri jadilah vino mengizinkan fania untuk tinggal di mansion keluarga nya asalkan tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan istri nya
Kembali lagi ke mereka, sekarang vino telah benar-benar pergi ke kantor nya.sinta yang berdiri di depan teras sambil memandangi kepergian suami nya bekerja tiba-tiba saja rambut nya di tarik sangat kuat oleh seseorang dari belakang
"astagfirullah lepas kan sakit"rintis Sinta
"Lo pikir Lo siapa hah,berani banget lo ngerebut vino dari gue,gak usah sok cantik Lo perempuan kampungan"ucap fania yang sudah sangat kesal dan di tambah mendidih karena melihat bekas merah ke unguan yang berada di sekitar leher Sinta
"****** kaya Lo gak pantes buat vino"ucap fania sambil menarik tangan Sinta menuju dalam rumah
"Lo itu perempuan gak tau diri yang berani rebut vino dari gue,Lo itu ****** gak tau malu"ucap fania yang hendak melayang kan tangan nya untuk menampar sinta yang sudah terduduk lemah akibat dorongan dan jambakan fania.saat hendak menampar tiba-tiba saja tangan nya di cekal oleh momy vino
"kenapa Tante halangin fania?"ucap fania yang sudah sangat kesal hingga membentak momy vino
"kamu ingat kata-kata Tante fania,kamu boleh melakukan apapun sama dia asalkan jangan meninggalkan bekas"ucap momy vino memberi tahu fania
"huh,Lo aman kali ini,tapi lain kali gak bakalan.pergi Lo dari hadapan gue"tekan fania pada Sinta dan Sinta pun segera pergi dari hadapan fania karena sangat takut akan kemarahan fania yang sangat mengerikan baginya dan rasanya kulit kepalanya hampir lepas karena kuat nya jambakan fania
__ADS_1