Menikah Dengan Tuan Muda

Menikah Dengan Tuan Muda
bab 19


__ADS_3

malam hari yang tenang Sinta harus menjalan kan tugas yang di berikan oleh mertua nya, yaitu membersihkan gudang.


Sinta berjalan mengikuti langkah mertua nya menuju gudang yang ada di lantai bawah dan yang paling pojok membuat suasana semakin mencekam apalagi di bagian ruang itu gelap karena dengan sengaja momy vino mematikan lampu.


"masuk bersih kan gudang itu hingga bersih.kamu tidak boleh makan sebelum selesai"ucap momy vino.


Sinta pun masuk ke dalam gudang.saat sudah berada di dalam gudang dengan segera momy vino pun mengunci Sinta di dalam gudang itu


"nyonya kenapa di kunci pintu nya"ucap Sinta


"cepat kerjakan,jika sudah selesai akan saya buka pintu nya"ucap momy vino lalu segera pergi dari gudang tersebut


"Tante hebat,biar saja perempuan kampung itu tidur di gudang hingga pagi"ucap fania tertawa karena rencana nya berhasil


"iya,biar tau rasa dia, Sekarang ayo kita tidur"ucap momy vino pergi menuju kamarnya dan di ikuti oleh fania


sementara itu Sinta sangat ketakutan di dalam gudang karena sangat gelap."nyonya buka pintu nya"ucap Sinta berteriak tetapi tidak ada sahutan sama sekali


"ya Allah apa itu, lindungi lah Sinta ya Allah"ucap Sinta kaget karena ada cicak dan tikus yang menyentuh kaki nya.


Sinta pun segera membersihkan gudang tersebut hingga bersih.rasa lapar mulai terasa Sinta pun beristighfar seraya berdoa berharap pintu segera di buka.


Sinta melihat ada beberapa kardus dan Sinta pun menggelar nya untuk alas tidur nya.lama kelamaan rasa kantuk pun terasa dan Sinta pun tertidur dan berharap segera pagi.


Pagi pun tiba Sinta yang sedang tidur tiba-tiba saja di kaget kan dengan air yang membasahi tubuh nya


"heh perempuan kampung enak sekali kau tidur,memang ya kalau orang kampung mau di tempatin di mana saja bakal betah"ucap fania


sedangkan Sinta sudah sangat kedinginan akibat fania menyiram nya dengan air yang di beri es batu


"kau cepat bangun dan kerjakan pekerjaan mu"ucap fania.sinta pun langsung segera keluar dari gudang dan menuju ke kamar untuk segera mandi.


"nona anda tidak apa-apa"ucap bi Ijah


"tidak apa-apa bi"ucap Sinta lalu segera pergi ke kamar mandi


BI ijah melihat Sinta sangat kasihan dengan nasib nya yang sangat malang."semoga nona selalu di lindungi tuhan"ucap bi Ijah lalu melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


Sedangkan Sinta ia segera mandi.setelah selesai mandi tiba-tiba tubuh Sinta menggigil,ia merasa sangat kedinginan


Saat ingin membaringkan tubuh nya tiba-tiba saja ia di panggil oleh mertua nya


"SINTAAA"teriak momy vino


"ada apa nyonya?"ucap Sinta


"cepat buat kan saya dan fania minuman dan camilan ke taman belakang"ucap momy vino menyuruh Sinta lalu melenggang pergi menuju taman


Sinta pun segera membuat kan apa yang mertua nya ingin kan.ia membuat nya dengan perlahan karena merasa kepala nya semakin pusing.


"nona anda tidak apa-apa"tanya buk Ijah


"tidak apa-apa bik,cuma agak merasa sedikit pusing"ucap Sinta lalu segera bergegas pergi menuju ke taman belakang untuk mengantar pesanan mertua nya


"ini minuman dan camilan nya nyonya,nona"ucap Sinta lalu berbalik ingin pergi


"heh perempuan kampung siapa yang menyuruh kau pergi,cepat ke sini pijat kaki ku"ucap fania menyuruh Sinta untuk memijat kaki nya


"kurang keras,pijat yang benar"ucap fania.dan Sinta pun menambah kan tenaga nya


"heh perempuan kampung dasar tidak becus,kamu sengaja ingin melukai fania"ucap momy vino marah dan membela fania


"maaf kan saya nyonya,nona"ucap Sinta menunduk kan kepala nya


"pergi kau dari sini, membuat mood ku rusak saja"usir fania pada sinta.dan Sinta pun segera pergi.


***


sementara itu vino sedang di sibuk kan menyusun barang-barang nya untuk bersiap pulang.ia sudah sangat merindukan istri nya.ia sengaja tak memberi tahu jika siang akan sampai di mansion,vino ingin memberi kejutan untuk momy dan istri nya.


"tuan muda,pesawat sudah siap"ucap Andra


"baiklah ayo kita pergi"ucap vino segera pergi menuju pesawat pribadi nya


Setelah sampai di pesawat tiba-tiba saja vino bertanya pada Andra

__ADS_1


"Andra bagaimana hubungan mu dengan sahabat sinta?"ucap vino bertanya


"rencana 1 Minggu lagi saya akan menikahi Lilis tuan,orang tua saya sudah menyetujui nya,dan saya akan membawa Lilis untuk tinggal bersama saya"ucap Andra


"bagus lah, mungkin dengan adanya Lilis istri ku pasti sangat senang"ucap vino


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka.vino pun memejam kan mata nya dan tertidur pulas karena selama 3 hari berjauhan dengan istri nya, jadwal istirahat nya berantakan


Pesawat pun lepas landas pukul 12 siang,vino dan Andra pun langsung turun dari pesawat dan di sambut oleh beberapa bodyguard.


"tuan muda,ingin segera pulang atau makan siang dulu?"ucap Andra


"langsung pulang saja,saya sudah merindukan istri saya"ucap vino lalu segera masuk ke dalam mobil


"dasar bucin"ucap Andra dan tentu saja hanya mampu di ucapkan dalam hati.jika terdengar oleh vino pasti ia sudah mendapat kan amukan.


Vino pun tiba di mansion dan membuat Rani sangat kaget karena dia pikir mungkin vino akan tiba malam hari


"assalamualaikum mom"ucap vino menyalami tangan momy nya


"wa'alaikum salam nak"ucap momy vino gugup


"di mana istri ku mom?"ucap vino bertanya


"hah...oh istri mu?,nah itu istri mu"ucap momy vino melihat Sinta


Sinta yang melihat suami nya pulang pun langsung tersenyum dan berjalan sedikit cepat ingin segera menemui suami nya.namun,baru beberapa langkah ia di kaget kan dengan fania yang sudah memeluk vino.


"sayang,apa kabar?,aku rindu sekali"ucap fania manja sambil memeluk vino


"apa-apaan kamu fania,lepas kan saya"bentak vino sambil mendorong fania


"saya sudah mempunyai istri,dan jangan melebihi batas mu fania"bentak vino sekali lagi


"vino,kamu kenapa kasar sekali"ucap momy vino marah


"sini sayang"ucap vino dengan suara rendah tidak seperti tadi kepada Sinta tanpa memperdulikan ucapan momy nya

__ADS_1


Sinta pun langsung berjalan menuju vino dan segera mencium tangan vino takzim dan vino pun mencium kening Sinta....


__ADS_2