Menikah Dengan Tuan Muda

Menikah Dengan Tuan Muda
bab 21


__ADS_3

Sore hari ini vino dengan telaten merawat istrinya.saat ini vino sedang menyuapi istri nya makan


"udah ya mas,udah kenyang"ucap ucap Sinta lemas


"sedikit lagi sayang"ucap vino membujuk


"gak mau mas,kenyang,nanti kalau di paksa yang ada muntah mas"ucap Sinta dengan wajah memelas


"ya sudah sekarang minum obat ya"ucap vino memberi kan Sinta obat


"pahit mas,gak usah minum obat ya nanti juga sembuh sendiri"ucap Sinta membujuk vino supaya tidak meminum obat tersebut.obat adalah kepantangan bagi Sinta karena ia jarang sekali minum obat.


kembali lagi pada mereka,vino pun menghela nafas nya,ia mulai meminum obat Sinta dan meminum kan obat tersebut kepada Sinta


Sinta sontak kaget dengan perlakuan vino,ia pun segera menelan pil tersebut hingga lupa jika rasa obat tersebut pahit.


"masih pahit?"ucap vino setelah ciuman mereka lepas,Sinta hanya bisa menggeleng kan kepala nya dan setelah itu menutupi wajah nya dengan selimut.


"kenapa sayang?"ucap vino bertanya sambil terkekeh


"malu"ucap Sinta pelan di balik selimut


"malu sama siapa?sama mas?,ngapain malu sayang,sudah buka selimut nya"ucap vino lembut sambil menarik selimut


"ngapain malu sayang,gak usah malu-malu sama mas,lagian udah sering"ucap vino santai


"ya sudah,mas mau ke ruang kerja dulu ada yang mas urus,kamu mau ikut atau di sini saja?"ucap vino


"di sini saja mas"ucap Sinta


"ya sudah mas gak lama kok",ucap vino sambil mencium kening Sinta dan langsung pergi menuju ruang kerja nya


Saat vino pergi Sinta benar-benar merasa bosan biasanya jika vino tidak ada di rumah Sinta akan melalukan pekerjaan rumah.


Sinta yang sudah sangat suntuk berniat mengambil ponsel nya.sudah 1 hari ia tak memegang ponsel nya.


Sinta pun langsung membuka wathsapp saat ponsel sudah berada di tangan nya.


Ia melihat begitu banyak pesan masuk dari sahabat nya yaitu lilis.kebetulan saat ini Lilis sedang online jadi Sinta langsung menelepon nya


"halo Lis assalamu'alaikum"sapa Sinta saat sambungan telepon tersebut terhubung


"wa'alaikum salam ta,ya ampun aku kangen banget sama kamu,kamu apa kabar?"tanya Lilis


"Alhamdulillah baik-baik aja kok Lis,kalau kamu gimana?"ucap Sinta

__ADS_1


"Alhamdulillah baik juga"ucap Lilis memberi tahu kan kabar nya


"aku kangen banget sama kamu Lis"ucap Sinta yang sangat merindukan sahabat nya itu


"aku juga ta,tapi sebentar lagi kan kita ketemu"ucap Lilis


"hah,kamu mau kesini Lis?"tanya Sinta


"iya, seperti nya aka menetap di sana juga"ucap Lilis


"kamu kan gak punya saudara di sini,mau tinggal di mana kamu Lis"ucap Sinta heran


"aku sebentar lagi kan menikah dengan mas Andra,jadi aku ikut mas Andra tinggal di kota"ucap Lilis


"apa?,kok bisa?,kok kamu gak cerita"ucap Sinta kaget


"gimana mau cerita kamu saja jarang online"ucap Lilis merajuk


"oh iya"ucap Sinta sambil menepuk-nepuk dahi nya


"kira-kira kapan kamu mau pindah Lis?"ucap sinta


"seperti nya seminggu lagi,sehabis menikah mas Andra langsung bawa aku ke kota"ucap Lilis memberi tahu


"sudah dulu ya Lis,sudah mau Maghrib"ucap Sinta


"baiklah assalamu'alaikum Sinta"ucap lilis


"wa'alaikum salam"ucap Sinta lalu mematikan sambungan telepon mereka.


"ehem"dehem vino sonak Sinta pun menoleh ke sumber suara


"seperti nya asik sekali"ucap vino


"hehehe,iya mas"ucap Sinta sambil tersenyum


"telepon sama siapa sampai suami nya gak di perhatiin"ucap vino merajuk seperti anak kecil yang tidak di beri permen


"teleponan sama Lilis mas,oh iya mas,emang tuan andra bakal nikah Minggu depan ya sama lili?"ucap Sinta


"iya sayang,nanti kita Dateng ke acara nya,sehari sebelum acara kita sudah di desa dan menginap di rumah ibu kamu"ucap vino membuat Sinta langsung tersenyum senang


"yang bener mas?"ucap Sinta


"iya sayang"ucap vino lembut sambil mengusap lembut Surai rambut Sinta

__ADS_1


"makasih mas,mas tau aja yang Sinta ingin kan,Sinta senang sekali"ucap Sinta langsung memeluk vino


"apa yang membuat kamu bahagia,kalau mas sanggup maka mas Kabul kan sayang"ucap vino sambil memeluk Sinta erat


"mas gak marah lagi kan?"tanya Sinta sambil mendongak kan kepala nya menatap vino


vino pun menggeleng kan kepala nya "mas gak marah sayang,mana bisa mas marah sama istri tercinta mas"ucap vino sambil mencium pipi Sinta kanan dan kiri


"geli mas,sudah mas cepet ambil wudhu kita sholat magrib"ucap Sinta dan vino pun menuruti perintah istri nya dan segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


Setelah vino selesai kini giliran Sinta yang ingin wudhu,tetapi tiba-tiba sebuah ide jahil langsung muncul di otak mungil nya itu


"sayang ngapain deket-deket mas sudah wudhu"ucap vino yang melihat Sinta mendekati nya dengan senyuman aneh


"gak ngapa-ngapain kok"ucap Sinta


"cuma mau peluk aja"ucap Sinta memeluk vino lalu segera berlari menuju kamar mandi


"ya ampun sayang jahil banget ya istri mas"ucap vino sambi terkekeh lalu segera menyusul istri nya untuk mengambil air wudhu lagi


Setelah mereka selesai mengambil wudhu mereka pun segera melaksanakan sholat magrib berjamaah, setelah selesai Sinta pun langsung mencium tangan vino dan vino pun mencium kening Sinta sambil memejamkan matanya.rasanya vino sangat bahagia saat ini karena bisa bertemu dengan istri nya


Setelah selesai Sinta pun langsung membereskan perlengkapan sholat mereka.


"sayang mau makan di kamar atau di bawah?"ucap vino


"di bawah saja mas"ucap Sinta lembut


"kamu masih sakit sayang,makan di kamar saja ya"ucap vino membujuk Sinta


"di bawah saja mas sama yang lain,lagian Sinta sudah sembuh kok,nih pegang sudah gak panas kan?"ucap Sinta sambil meletakkan tangan vino di dahi nya


"ya sudah ayo kita turun"ucap vino sambil menggandeng tangan istrinya


mereka pun tiba di meja makan.di meja makan sudah ada momy nya dan fania


"malam"ucap vino Sinta


"malam vino"


"malam nak"


"vino kamu mau makan pakai apa?"ucap fania setelah vino duduk


"sayang mas mau makan pakai ayam goreng dan tumis kangkung saja"ucap vino pada Sinta tanpa memperdulikan keberadaan fania...

__ADS_1


__ADS_2