
Elin pun sangat kaget melihat istri dari seorang vino."jadi ini istri vino"ucap elin bertanya
"iya mom"ucap fania
"hah,tidak habis pikir aku dengan jalan pikiran vino, bisa-bisanya dia menikah dengan wanita kampungan seperti ini"ucap elin menghina Sinta
"hey kau gadis kampung,pasti kau menjebak vino supaya menikahi mu kan"ucap elin menuduh Sinta
"tidak nyonya kami menikah karena saling mencintai"ucap Sinta membuat elin,Rani,dan fania tertawa
"hey kau pikir putra ku bodoh,mau menikahi wanita seperti mu"ucap momy vino menghina Sinta
"kau bukan lah tipe vino,asal kau tau, setelah aku menikah dengan vino kau akan di buang oleh nya,kau hanya pengganggu sekaligus penghalang hubungan kami"ucap fania
"kau hanya wanita kampung yang tak tahu diri yang merebut milik orang lain, seharusnya kau sadar kau tidak pantas untuk nya"ucap elin emosi dan ingin menampar sinta namun dengan cepat Sinta menahan nya
"Tante aku memang gadis kampung tapi aku tak sehina itu untuk melakukan perbuatan keji seperti yang kalian bilang"ucap Sinta sambil menghempas kan tangan elin
"berani sekali kau"ucap fania ingin menghajar Sinta,namu dengan cepat momy vino menahan fania
"kenapa Tante membela nya"ucap fania membentak momy vino
"sabar fania,kamu tidak bisa asal memukul nya,besok vino akan pulang,jika kau pukul dia pasti akan masih berbekas sampai besok dan vino akan menanyakan itu pada Tante"ucap momy vino memberi penjelasan pada fania
"huh benar juga,baiklah kali ini kau aman gadis kampung"ucap fania mendorong sinta dan Sinta pun segera pergi dari hadapan mereka.
Sinta pun segera menuju kamar pembantu untuk membersihkan diri.ya selama vino pergi Sinta tidak di boleh kan mertua nya untuk menempati kamar nya dan suami nya.ia di suruh tidur di kamar pembantu dan makan yang ia makan adalah makanan sisahan mereka itupun hanya 1 kali yang di berikan.sinta dengan akal cerdas nya ia mengambil roti dan buah-buahan untuk di simpan di kamar pembantu jika ia kelaparan maka Sinta kan memakan apa yang Sinta sembunyikan tersebut.
Sinta yang baru saja tiba di kamar pembantu, tiba-tiba saja ponsel nya berdering.
Ddrrt
Drrt
Drrt
"halo pak assalamualaikum"ucap Sinta menjawab telepon tersebut,yang menelpon Sinta adalah ayah nya
"halo neng wa'alaikum salam"ucap bapak Sinta
__ADS_1
"bapak,ibu,dan mas andi apa kabar?"tanya Sinta
"Alhamdulillah kabar kami baik,kabar kamu baik kan neng"ucap bapak Sinta
"Alhamdulillah baik pak,memang nya kenapa"ucap Sinta
"tidak apa-apa neng,dari kemarin ibu kamu gelisah terus perasaan nya katanya gak enak takut kamu kenapa-kenapa"ucap bapak Sinta
"Sinta baik-baik saja pak,tidak usah khawatir"ucap Sinta hampir menangis karena sangat rindu dengan keluarga nya
"neng ini ngomong sama ibu ya,ibu pengen ngomong katanya sama kamu"ucap bapak
"halo neng"ucap ibu
"halo buk,ibu baik-baik saja kan?"ucap Sinta bertanya
"Alhamdulillah baik-baik saja neng,kamu baik-baik saja kan?"ucap ibu
"Sinta baik-baik saja buk,ibu sehat-sehat ya,jangan pikirin Sinta,Sinta baik-baik saja kok"ucap Sinta berbohong
"syukur lah neng,dari kemarin soalnya perasaan ibu gak enak terus,takut terjadi apa-apa sama kamu neng"ucap ibu Sinta masih dengan nada khawatir
"kan Sinta sudah bilang Sinta baik-baik saja,ibuk tidak usah khawatir"ucap Sinta dengan air mata yang sudah menetes
"iya neng,kalau begitu salam ya sama suami dan mertua kamu"ucap ibu Sinta
"iya buk, assalamualaikum"ucap Sinta
"wa'alaikum salam neng"ucap ibu Sinta setelah itu sambungan telepon pun mati
"ya Allah berat sekali ujian yang engkau berikan.semoga hamba dan keluarga hamba selalu engkau lindungi ya Allah"ucap Sinta dalam hati sambil menangis
Sinta pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena badan nya sudah sangat lengket.selesai mandi ia pun langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mertua nya dan fania
Setelah menyelesaikan tugas nya ia pun ke kamar untuk melakukan sholat Maghrib karena memang waktu datang bulan nya sudah habis,ia langsung melaksanakan kewajiban nya.
setelah sholat magrib tiba-tiba saja suami nya menelpon."halo mas assalamualaikum"ucap Sinta
"wa'alaikum salam sayang,kamu kemana aja,kok dari siang gak ada telepon mas"ucap vino
__ADS_1
"itu mas Sinta tadi gak sempet mengang handphone mas"ucap Sinta gugup
"memang kamu ngapain?"ucap vino bertanya
"Sinta dari siang bantuin momy buat acara arisan nya mas"ucap Sinta
"oke gak papa,tapi kamu gak capek-capek kan."tanya vino
"enggak mas,oh iya mas sudah sholat belum?"ucap Sinta bertanya memastikan vino menjalan kan kewajiban nya atau tidak
"baru selesai sayang,oh iya sayang besok mas pulang,mungkin siang sudah sampai.mas kangen banget sama kamu sayang"ucap vino jujur
"mas vino gombal terus,ya sudah ya mas udah dulu Sinta mau makan,mas juga makan ya"ucap Sinta berbohong karena takut vino menanyakan hal-hal yang susah untuk ia jawab dengan kebohongan
"ya sudah sayang, assalamualaikum"ucap vino
"wa'alaikum salam mas"ucap Sinta lega akhirnya telepon tersebut mati.
Sinta pun segera keluar kamar dan menuju dapur untuk makan karena ia yakin jika mertua nya dan fania pasti sudah selesai makan.
"dari mana saja kau"ucap fania
"habis sholat nona"ucap Sinta
"sholat? "ucap fania heran karena fania dari kecil sama sekali tidak pernah di ajarkan sholat oleh kedua orang tuanya
"huh ya sudah awas,aku mau ke kamar"ucap fania Langsung melenggang pergi menuju kamar nya.
"astaghfirullah"ucap Sinta dalam hati melihat kelakuan fania yang tidak tahu sholat
Sinta pun segera menuju dapur untuk makan bersama para maid yang lain."nona"ucap para maid langsung menghentikan makan nya
"kenapa berhenti, lanjut saja makan nya,kita ini sama.sama-sama pembantu jadi tidak usah sungkan"ucap Sinta langsung ikut bergabung bersama mereka dan makan.
Baru dua suap yang masuk ke dalam mulut Sinta, mertua nya datang langsung memanggil Sinta.
"Sinta, apa-apaan kamu makan,siapa yang menyuruh mu makan hah"ucap momy vino marah
"tapi nyonya tidak memberi saya makan dari pagi,saya lapar nyonya"ucap Sinta
__ADS_1
"tidak ada makanan untuk mu,sebelum kau bersih kan gudang hingga bersih,cepat kerjakan"ucap momy vino
"baik nyonya"ucap Sinta langsung menuju gudang.....