Menikah Dengan Tuan Muda

Menikah Dengan Tuan Muda
bab 17


__ADS_3

pagi hari yang indah seharusnya dialami dengan kebahagiaan dengan mertua itu hanyalah mimpi bagi sinta.ia seolah tertampar oleh kenyataan bahwa ia dan vino benar-benar bisa terus bersama selamanya.


Sinta gadis itu dengan sabar menuruti perintah dari mertuanya karena takut akan ancaman nya terhadap keluarga nya di kampung.saat hendak mengerjakan pekerjaan tiba-tiba saja ada yang memanggil nya.


"hei ambil kan aku minum,aku sangat haus"ucap seseorang tersebut


"maaf anda siapa ya"tanya Sinta


"saya adalah calon nyonya di sini saya adalah calon istri vino"ucap wanita tersebut yang tak lain adalah fania yang tiba di mansion itu tadi malam


"maaf nona tapi saya istri mas vino"ucap Sinta


"oh,jadi kau yang berani merebut vino dari ku,kau seharusnya sadar vino tidak benar-benar mencintai mu dia hanya memanfaatkan mu karena kesepian ku tinggal kan bertahun-tahun.kau hanyalah gadis kampung tak tahu diri yang berani merebut milik ku"ucap fania angkuh


"maaf nona saya tidak pernah berniat merebut mas vino,saya tidak tahu jika nona adalah calon istri nya karen mas vino tak pernah membahas soal itu"ucap Sinta sabar


"TANTEEE"teriak fania memanggil momy vino


"ada apa fania?"ucap momy vino khawatir


"jadi ini wanita pilihan vino?"ucap fania pada momy vino sambil menunjuk Sinta


"iya fania"ucap momy vino


"hah,gak mungkin vino mau dengan perempuan kampungan ini"ucap fania masih tak percaya


"tapi itu memang kenyataan nya fania,ntah apa yang dia lakukan hingga vino mau dengan nya"ucap momy vino.setelah itu momy vino pun melenggang pergi dari hadapan mereka


"heh perempuan kampungan cepet bikinin aku teh panas"ucap fania menyuruh Sinta


"baik nona"ucap Sinta menurut dari pada jadi masalah


Sinta pun segera membuat kan apa yang fania inginkan.setelah selesai membuat kan minum Sinta pun langsung mengantar kan minuman tersebut pada fania.


"nona ini minuman nya"ucap Sinta memberikan teh tersebut


"huh,panas banget sengaja mau bikin lidah gue terbakar"ucap fania keras setelah memuntahkan minuman yang di buat oleh Sinta


"ada apa ini"ucap momy vino panik mendengar teriak kan fania


"Tante lihat,dia sengaja memberi ku minuman yang sangat panas"ucap fania mengadu pada momy vino


"kau gadis kampung berani sekali kau berbuat seperti itu pada fania"ucap momy vino dengan keras

__ADS_1


"maaf kan saya nyonya,tetapi saya membuat sesuai keinginan nona fania"ucap Sinta membela diri


"tidak Tante,mana mungkin fania ingin melukai diri fania sendiri dengan teh panas"ucap fania juga membela diri dengan berbohong


"kau gadis kampung berani sekali kau berniat jahat pada salah satu majikan mu,kau perempuan yang paling tidak tahu diri yang pernah ku temui"tekan momy vino


hati Sinta sakit mendengar ucapan mertuanya yang sangat pedas itu,bagai ribuan belati yang menusuk rasanya.


"sekali lagi kau membuat masalah kau akan tahu akibatnya"ucap momy vino lalu pergi dan di ikuti oleh fania dengan tersenyum remeh terhadap Sinta.


"apa nona tidak apa-apa"ucap Nina(salah satu maid) prihatin terhadap keadaan nona baru nya itu


"tidak apa-apa Nina aku sudah terbiasa"ucap Sinta dengan tersenyum


"nona,dari semalam anda belum makan, sebaiknya anda makan lah dulu"ucap Nina memberi kan 1 bungkus roti


"terima kasih Nina,aku makan ya rotinya"ucap Sinta langsung memakan roti pemberian Nina karena ia sudah lemas dan lapar


"kasihan sekali nona Sinta,semoga anda selalu bahagia"ucap Nina dalam hati prihatin melihat kondisi majikan nya


***


Jam makan siang pun tiba vino baru saja sampai hotel setelah melakukan mitting.


Drrt


Drrt


Drrt


"halo"ucap vino pada penelpon tersebut


"halo sayang kamu apa kabar"ucap penelpon di sebrang sana


"siapa anda"ucap vino tak mengenali suara tersebut


"aku fania,calon istri kamu sayang"ucap penelpon tersebut yang tak lain adalah fania


"jangan bermimpi kamu fania,sampai kapan pun saya tidak akan pernah menikahi kamu,dan asal kamu tau saya sudah mempunyai istri yang lebih segalanya dari kamu"ucap vino kesal


"tapi.."ucap fania terpotong karena vino sudah mematikan sambungan telepon tersebut


"huh mengganggu saja,sampai kapan pun aku tak Sudi menikah dengan nya,karena yang aku cintai adalah istri ku Sinta"ucap vino dalam hati dengan rasa kesal ia pun langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi dan menurun kan emosi nya

__ADS_1


***


Di kediaman mansion keluarga vino tamu arisan mulai berdatangan.suasana terlihat ramai karena banyak para ibu-ibu sosialita yang membawa menantu perempuan,anak perempuan,bahkan cucu mereka.


"waahh jeng Rani(momy vino) makin cantik saja"ucap Sarah salah satu teman arisan mereka


"terima kasih jeng,ayo semua di nikmati hidangan nya"ucap momy vino


"waah enak sekali makanan nya jeng"ucap Arumi yang juga salah satu teman arisan


"iya jeng enak sekali ya"ucap yang lain nya


"oh iya jeng vino kemana?"ucap Arumi bertanya kepada momy vino


"vino lagi keluar kota jeng"ucap momy vino


"aduuh jeng saya haus"ucap Sarah


"SINTAAA"ucap momy vino yang kebetulan melihat Sinta


"ambil kan minuman lagi dan bawa ke sini cepat"ucap momy vino menyuruh Sinta


"itu pembantu baru ya jeng"ucap elin(momy fania)buka suara


"ii..iya jeng"ucap momy vino gugup.sinta yang mendengar Jawaban mertua nya tiba-tiba merasa sangat sedih karena tidak di akui


"oh iya jeng kapan vino mau menikah"ucap indah teman arisan juga


"di tunggu saja kabar baik nya jeng"ucap momy vino


"siapa calon nya jeng,kalau belum ada sama anak saya saja, anak saya dokter"ucap Sarah


"sudah ada calon nya jeng,nah ini dia fania anak jeng elin,dia calon istri anak saya"ucap momy vino tepat pada saat Sinta tiba membawa minuman.minuman yang Sinta pegang hampir saja terjatuh tapi dengan sigap Sinta menahan nya


"selamat ya,kita tunggu kabar baiknya"ucap mereka semua membuat fania tersenyum kemenangan pada Sinta


tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir sore,para teman arisan momy vino pun berpulangan satu persatu hingga hanya elin dan fania saja yang tersisa.


"Rani,aku ingin melihat seperti apa wanita pilihan vino,hingga dia berani menolak putri ku"ucap elin tak sabar


"SINTAAA"teriak momy vino.sinta pun segera menemui mertua nya dan betapa kaget elin melihat Sinta.


"jadi.........

__ADS_1


__ADS_2