
pagi menjelang siang ini vino sedang duduk di sofa sambil sibuk dengan ponsel nya untuk mencari salep yang ingin ia cari untuk istri nya itu
"yes, akhirnya dapet juga"ucap vino senang karena mendapat kan salep yang ia ingin kan.
"loh sayang kok kamu keluar gak bilang"ucap vino yang melihat istri nya keluar dari kamar mandi dengan jalan terlatih sambil memegang dinding.
"Sinta bisa sendiri kok mas"ucap Sinta sambil tersenyum
vino tanpa basa-basi langsung mendekati Sinta dan menggendong nya dan ia letak kan istri di ranjang.
"kamu bandel sekali"ucap vino lalu mengecup bibir Sinta singkat
"mas vino,kenapa bawa Sinta ke sini kan Sinta mau ke ruang ganti buat pakai baju,Sinta kedinginan ini"ucap Sinta dengan nada protes
"itu baju kamu di sebelah kamu sayang,mas bantu pakai ya"ucap vino
"gak mau mas,Sinta bisa sendiri.mas antar Sinta saja ke ruang ganti, nanti kalau sudah selesai Sinta panggil mas"ucap Sinta mencoba bernegosiasi
"baiklah ayo,mas gendong"ucap vino yang akhirnya menggendong istri nya dan membawa nya ke dalam ruang ganti.
Vino pun segera keluar dari ruang ganti sambil tertawa terbahak-bahak karena sehabis menggoda istri nya itu
"mas vino.."ucap Sinta sedikit berteriak memanggil suami nya
"sudah selesai sayang,ayo mas gendong"ucap vino.
"itu makanan kita sayang,kalau kamu lapar kamu makan saja duluan mas mau mandi dulu"ucap vino lalu berjalan menuju kamar mandi
Sinta pun hanya melihat makanan tersebut tanpa berniat memakan nya.bukan tanpa alasan tak berselera melain kan ia ingin menunggu suami nya.
Setelah 15 menit berlalu vino pun keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan acara mandi nya.
Vino keluar dengan handuk yang hanya di lilit kan di pinggang nya dan dengan rambut yang basah dan basah membuat ia bertambah tampan berkali-kali lipat.
Sinta yang melihat vino hanya menggunakan handuk melongo melihat pemandangan indah pagi ini.
__ADS_1
"ya Allah betapa beruntung nya hamba mempunyai suami seperti mas vino."ucap Sinta dalam hati dan merasa bersyukur memiliki suami seperti vino di saat banyak wanita yang menginginkan nya.
Vino yang melihat Sinta melongo melihat nya hanya tersenyum dan berjalan menghampiri istri nya.
"mas tau kalau mas tampan sayang"ucap vino sambil tersenyum yang sudah berada tepat di depan wajah istri nya itu
"astagfirullah,mas cepet pakai baju nanti masuk angin"ucap Sinta yang tersadar akan lamunan nya itu
"gak ah,males pakai baju"ucap vino yang langsung duduk di samping istri nya itu
"ih mas vino emang gak malu,kalau gak pake baju gitu"ucap Sinta
"kenapa malu,kan yang lihat istri mas,bukan orang lain"ucap vino dengan tersenyum sambil memandang istri nya lekat
"Sinta sudah lapar mas,mas cepet pakai baju kalau mas tidak pakai baju Sinta tidak mau makan"ucap Sinta mengancam suami nya
"memang kamu tidak mau pegang perut mas, perempuan lain aja banyak yang menginginkan nya"ucap vino yang masih menggoda istri nya itu
"emang Sinta perempuan apaan mas"ucap Sinta
"mas udah sekarang cepet pakai baju kalau tidak Sinta benar-benar tidak mau makan dan tidak mau bicara sama mas vino"ucap Sinta sudah dengan wajah di tekuk
"iya iya sayang mas pakai baju ini"ucap vino langsung melangkah menuju ruang ganti
"sayang beneran gak mau pegang"ucap vino yang kepala nya berada di sela-sela pintu
"mass vinooooo"teriak Sinta dan vino pun segera menutup pintu dengan tertawa terbahak-bahak
"ya Allah kenapa suami Sinta jadi begini, perasaan dulu gak gini"ucap Sinta dalam hati lalu menyiapkan makanan untuk nya dan juga untuk suami nya
Vino yang sudah selesai dan sudah memakai pakaian Santa dengan kaos berwarna hitam dan hanya menggunakan kolor pendek saja.vino akan memakai celana pendek hanya berada di dalam kamar saja
"mas ayo cepet makan"ucap Sinta
"iya sayang"ucap vino menurut lalu segera makan hingga makanan mereka pun habis tak tersisa
__ADS_1
Mereka pun telah selesai makan dan vino pun langsung membereskan sisa piring kotor mereka.vino pun pergi ke kamar mandi ketika salah satu maid mulai masuk ke kamar nya untuk membersihkan sisa makan mereka
Setelah maid tersebut benar-benar pergi vino pun keluar dari kamar mandi dan segera mengunci pintu nya
"kenapa di kunci mas?"ucap Sinta terheran
"biar gak ada yang ganggu"ucap vino
"sayang apa inti mu masih sakit"ucap vino bertanya langsung tanpa basa-basi membuat pipi Sinta bersemu merah dan Sinta pun hanya bisa mengangguk kan kepala nya
"sekarang buka kaki mu,biar mas obati"ucap vino yang sudah berlutut di depan Sinta
"malu mas"ucap Sinta sambil menggeleng kan kepala nya
"malu sama siapa sayang,hanya mas yang melihat,lagian mas sudah melihat sekaligus merasakan nya,jadi untuk apa malu"ucap vino lembut
"Sinta obati saja sendiri ya mas"ucap Sinta mencoba bernegosiasi
"kamu berjalan saja susah sayang apalagi mengobati nya,biar mas saja ya,kamu duduk manis saja"ucap vino lembut mencoba memberi pengertian
Sinta pun mengangguk kan kepala nya,dan vino pun mulai membuka paha Sinta dan terlihat lah milik Sinta yang sangat indah dan terawat.ya memang vino tidak mengizinkan Sinta memakai celana dan ****** *****.
vino yang melihat milik Sinta pun terbengong dan tatapan matanya terus tertuju pada Malik Sinta yang sangat indah menurut nya
Sinta pun melihat tatapan mata suami nya yang melihat milik nya,ia merasa malu lalu dengan perlahan ia mencoba merapat kan kaki nya,tetapi tak bisa karena vino menahan nya
"kenapa?"ucap vino dengan kondisi wajah yang sangat polos
"mas kenapa liat nya begitu Sinta jadi malu mas"ucap Sinta
"milik kamu sangat indah,mas menyukai nya"ucap vino sambil tersenyum
sebelum vino mengobati milik Sinta vino mencoba memainkan nya sebentar dengan jari nya dan Sinta pun mendesah merasakan permainan tangan vino
"ahhh awshghh"desah Sinta
__ADS_1
vino pun yang mendengar ******* Sinta tubuh nya mulai merasa kan panas dingin.vino pun yang sudah tak tahan langsung segera mengobati milik istrinya lalu segera bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.karena ia tak mungkin meminta istri nya untuk di puaskan,maka jadi lah ia ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya seorang diri....