
pagi telah tiba ana pun segera bangun dari tidur nya,ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.setelah selesai membersihkan diri ia pun segera membangun kan suaminya.
"mas,bangun sholat subuh dulu"ucap Sinta membangun kan vino.
"Hem"ucap vino bergumam
"mas cepet bangun keburu habis waktu subuh nya"ucap Sinta
"iya sayang,ini mas bangun"ucap vino dengan suara khas bangun tidur yang sangat cool.setelah itu ia pun bangkit dari tempat tidur nya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan Sinta pun menyiapkan perlengkapan vino.
Vino pun segera melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim.semenjak vino mengenal Sinta ia pun semakin rajin beribadah yang dulunya jarang sekali melaksanakan sholat.
"sayang,mas nanti akan ke kantor ada berkas yang harus mas urus,maaf ya seharusnya mas tidak pergi tapi ini mendadak"ucap vino merasa bersalah karena sebenarnya ia masih ingin cuti 3 hari kedepan untuk menemani istrinya tetapi karena ada yang harus di urus.
"ya sudah Sinta siapkan dulu pakaian mas"ucap sinta lembut
Sinta pun segera menyiapkan pakaian vino dan vino pun segera memakai pakaian nya.
"sayang pakai kan dasi mas"ucap vino lembut pada Sinta
"Sinta gak bisa mas"tutur sinta lembut
"sini mas ajarkan"ucap vino lalu mulai memakai dasi miliknya sendiri dan Sinta pun memperhatikan dengan detail.
"coba sekarang kamu yang pasang"ucap vino memberi kan dasi nya pada istrinya
Sinta pun mulai memasang dasinya dengan sangat serius.di tengah keseriusan Sinta vino pun mengecup Sinta.
cup
"is mas vino kok cium Sinta"ucap Sinta cemberut
"gak usah gitu mulutnya di maju-majuin nanti mas cium lagi.lagipula kamu juga belum cium mas dari pagi"ucap vino Santai sambil tersenyum manis dan Sinta pun dengan wajah memerah menahan malu.
"sudah selesai,liat mas bener gak?"ucap Sinta pada vino dan vino pun melihat dasi yang sudah di pasang kan vino dan vino pun tersenyum
"bener sayang,terima kasih"ucap vino langsung mengecup bibir Sinta
"is mas vino suka sekali cium Sinta tiba-tiba"ucap Sinta
"terus mas kalo mau cium harus bilang dulu,tapi pasti nanti kamu gak mau kalo mas bilang,jadi lebih baik gak usah bilang-bilang"ucap vino tersenyum
__ADS_1
"terserah mas vino lah"ucap Sinta malu-malu
"ya sudah ayo turun kita sarapan"ucap vino.dan mereka pun segera turun untuk sarapan.
"pagi mom dad"ucap vino dan Sinta
"pagi nak"ucap kedua orang tua vino
"mas vino mau sarapan pakai apa?"ucap Sinta
"nasi goreng sayang"ucap vino dan Sinta pun segera mengambil makanan untuk vino
Mereka pun mulai makan dengan khidmat tanpa ada suara dan hanya suara sendok dan garpu yang menghiasi meja makan tersebut.
"sayang mas pergi dulu ke kantor ya,kalau ada apa-apa langsung telpon mas"ucap vino lembut
"iya mas"ucap Sinta sambil mencium tangan suaminya dan vino pun mencium kening Sinta
"hati-hati mas"ucap Sinta
Setelah itu vino pun pergi meninggalkan halaman rumah nya menuju kantor.ia pun tak berhenti memikirkan istri kecilnya itu.
"selidiki siapa yang sudah berani bermain-main dengan ku,lusa kita berangkat ke kota itu"ucap vino tegas
"baik tuan"ucap Andra
"siang nanti siapkan mitting pengurus hotel milik ku,aku ingin tahu perkembangan nya"ucap vino dingin
"baik tuan,akan saya sampaikan pada mereka"ucap andra lalu ia segera keluar dari ruangan vino dan vino pun mengerjakan pekerjaan nya.
***
Sementara itu di mansion besar vino Sinta sedang memperhatikan taman mansion itu dari kamar nya yang berada di atas.
Saat sedang asik memandangi bunga-bunga indah tersebut tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"nona apa anda di dalam"teriak salah satu maid
"masuk saja bi,kamar Sinta tidak di kunci"ucap Sinta
"permisi nyonya,anda di panggil nyonya"ucap maid tersebut
"ayo bi,antar Sinta untuk bertemu momy"ucap Sinta sopan dan ia pun berjalan mengikuti maid untuk bertemu mertuanya.
"permisi mom,ada apa memanggil Sinta"ucap Sinta lembut sambil menunduk kan kepala nya.
"Ijah(maid yang mengantar Sinta) kamu keluar"ucap momy vino.
"kamu Sinta buatkan kopi panas"ucap momy vino menyuruh Sinta
Sinta pun segera ke dapur untuk membuat kan apa yang mertuanya ingin kan.
"nona anda ingin membuat apa?,sini biar saya saja yang membuat"ucap salah satu maid yang kebetulan lewat
"tidak usah bi,biar Sinta saja,bibi kerjakan saja pekerjaan bibi yang lain"ucap Sinta dan maid tersebut pun pergi meninggalkan Sinta
Sinta pun selesai membuat apa yang mertua nya ingin kan dan menuju ke ruan tamu di mana mertua nya berada.
"momy,ini kopi nya"ucap Sinta memberikan kopinya pada mertua nya
momy vino pun mengambil kopi di tangan Sinta dan dengan sengaja menumpahkan nya dan mengenai tangan dan paha Sinta
"astaghfirullah panas"ucap Sinta
"panas?"ucap momy vino sambil tersenyum smirk dan mencepit kedua pipi Sinta hingga Sinta kesulitan berbicara
"kau beri apa putra ku hingga dia begitu tergila-gila dengan gadis kampung seperti mu"ucap momy vino
"kau pikir aku benar-benar setuju dengan pernikahan mu dengan putra ku.aku sudah menyusun rencana untuk menjodohkan putra ku tapi kau menghancurkan nya"ucap momy vino lagi Sinta pun semakin ketakutan
"kau lihat saja apa yang akan ku buat untuk menyingkirkan mu"ucap momy vino
"mo..my saa..kit"ucap Sinta terbata-bata
"momy?,aku tak Sudi punya menantu seperti mu,kau pikir aku mau punya menantu seperti mu,kau tau gadis kampung 1 bulan lagi tunangan vino akan kembali dari luar negri dan vino akan segera menikahi nya,dan kau tau lagi,kau akan di buang"ucap momy vino sambil tertawa jahat,dan para maid yang kebetulan lewat pun kaget melihat nyonya nya pada Sinta
"hai Kalian para maid,sekarang gadis kampung ini sama dengan kalian,yaitu seorang pembantu di sini,awas saja jika kalian berani mengadu pada suami atau pun anak ku, kupastikan keluarga kalian hancur di tangan ku.dan kau gadis kampung,panggil aku nyonya jika tak ada anak ku dan suami ku karena kau adalah budak ku sekarang"ucap momy vino lalu ia pun pergi meninggalkan mereka semua.....
__ADS_1