
Setelah beberapa hari di rumah sakit, Kini Arlan telah di bolehkan untuk pulang. Namun tetap saja kondisi Arlan masih lemah, dan tidak di perbolehkan dulu untuk aktivitas yang berat, dan melelahkan.
Saat memasuki rumah, Nina menggandeng Arlan berjalan menuju kamar, meski sudah agak lebih baik. Arlan masih nampak lemas untuk berjalan sendiri.
Arlan di baringkan di atas ranjang, sementara Nina mengambil obat, yang harus Arlan minum.
"Nih obatnya diminum dulu, biar cepat sembuh"
"Iya makasih " Arlan segera meminum obat
"Aku ambilkan makanan dulu ya" Nina segera berdiri untuk mengambilkan makanan buat Arlan
Seharian ini, Arlan di rawat oleh Nina, dan terkadang gantian dengan buk Siti, bahkan Nina terus merawat Arlan sampai malam, dikarenakan kelelahan Nina tertidur di samping Arlan.
Arlan nampak terharu dengan Nina, seharian ini tanpa lelah, bukan hanya hari ini, sebelumnya juga Nina terus merawat Arlan tanpa henti, sampai Nina terlihat kurang tidur.
Pagi yang cerah, burung berkicau dengan senangnya. Nina nampak baru bangun dari tidurnya, Nina sedikit terkejut saat terbangun, apalagi saat melihat Arlan, tidak ada di sampingnya.
Nina berjalan keluar, anak tangga di turuni, terdengar suara seseorang tengah memasak di dapur.
"Buk Siti?" Nina berjalan menuju dapur
Sesampainya Nina di dapur, Nina melihat Arlan tengah memasak, di tambah Arlan baru saja pulang dari rumah sakit kemarin.
__ADS_1
"Kamu ngapain masak?"
"Eh udah bangun... Kesayangan aku" Arlan menoleh
"Aku tanya, ngapain kamu masak?"
"Ya... Lapar, lagian aku juga lagi pengen masak buat kamu"
"Kan ada buk Sit"
"Buk Siti lagi belanja, jadi aku masak sendiri aja"
"Kenapa gak bangunin Aku?"
"Ya kamu kelihatannya capek, jadi aku biarin aja, lagian aku udah mulai sembuh kok"
"Kata dokter kamu masih perlu istirahat, jadi.."
Arlan berjalan mendekati Nina, dan meletakkan jari telunjuknya di bibir Nina.
"Sssst... Kamu gak usah khawatir, aku orangnya kuat"
Arlan mencium kening Nina, namun kali ini Nina nampak biasa saja, tidak seperti sebelumnya yang malu. Mungkin karena sudah terbiasa
__ADS_1
"Hah... Iya aku tau, tapi tetap aja"
CUPP
Arlan mengejutkannya Nina, dengan mencium bibir Nina secara mendadak, kali ini Nina tidak bisa menahan rasa malunya, dengan pelan Nina mendorong tubuh Arlan.
"Kamu apaansih" Nina memalingkan pandangannya
"Aku cuma ngasih salam Selamat pagi untuk istriku"
"Bisa gak usah tiba-tiba, kalau ada yang liat gimana"
"Jadi kamu mau aku ngasih tau dulu" Arlan mengelus wajah Nina
"Aku mau mandi"
Nina salah tingkah dengan kejadian tadi, untuk menutupi rasa malu, Nina segera pergi dengan beralasan mandi.
"Masih aja malu, itu poin penting aku suka kamu" Arlan memandang Nina yang menjauh
Setelah selesai masak, Arlan tidak lupa untuk berolahraga, namun hanya sebentar, dikarenakan Nina memarahinya, jadi seharian hanya di habiskan dengan berbaring dan istirahat.
Dan sekitar dua hari lamanya Arlan istirahat, kini Arlan telah siap untuk kembali bekerja. Nina sebenarnya masih melarang Arlan, namun dikarenakan Arlan berusaha meyakinkan Nina, akhirnya Nina luluh juga.
__ADS_1
Berbeda dengan sebelumnya, Arlan kali ini nampak ada peningkatan dalam hal bekerja, seperti menyiapkan jadwal untuk Nina, dan mempresentasikan sebuah saran.
Meski beberapa hari ini Arlan hanya terbaring, Arlan tidak lupa untuk belajar apa saja yang harus ia lakukan ketika kembali bekerja.