Menikah Dengan Wanita Berhati Dingin

Menikah Dengan Wanita Berhati Dingin
Cemburu dan Malu


__ADS_3

Di malam hari, Arlan dan Nina baru saja keluar dari gedung tempat bekerja. Hari yang cukup melelahkan rasanya, saking padatnya jadwal, keduanya nampak kelelahan.


Keduanya mengendarai mobil untuk pulang, Arlan menyetir mobil dengan santai, dan Nina nampak tengah sibuk dengan ponselnya.


Merasa terlalu lelah, Arlan memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan, sambil mencari makanan kaki lima, keduanya berhenti di salah satu penjual nasi goreng.


"Kita turun dulu, rasanya lapar seharian kerja" Ucap Arlan


"Iya, kebetulan belum makan juga"


Keduanya segera turun dari mobil, dan langsung memesan dua porsi nasi goreng. Melihat malam yang begitu cantik, di tambah dengan bintang-bintang yang menghiasi langit, Nina jadi teringat saat sebelumnya berhenti untuk makan juga.


Hembusan angin datang, membuat rambut Nina jadi berantakan, rasanya begitu nyaman. Arlan nampak memperhatikan Nina yang tengah mengusap rambutnya.


"Kamu kenapa?" Melirik Arlan


"Kamu kok cantik banget?" Arlan tersenyum


"Gak usah gombal terus"


"Serius... Aku cium nih" Arlan mendekatkan wajahnya


Seketika Nina menahan wajah Arlan dengan tangannya.


"B-bisa gak sih, gak usah usil gini, malu tau diliatin orang"


Arlan segera melihat sekeliling, tapi nampaknya orang-orang tengah sibuk dengan dirinya masing-masing


Beberapa saat kemudian, kini pesanan nasi goreng keduanya telah selesai, nasi goreng di taruh di hadapan keduanya, rasa lapar membuat Arlan langsung buru-buru menyantap hidangan di depannya.


UHUK-UHUKKKK


Arlan batuk tersedak


"Nih minum dulu... Makanya makan pelan-pelan." Nina memberikan minuman kepada Arlan, sambil mengusap punggung Arlan


GLUK GLUK


"Hah... Iya makasih,"


Saat keduanya tengah sibuk memakan hidangan, sebuah mobil berhenti, seorang wanita nampak turun dari mobilnya, dan saat melihat Arlan wanita itu segera mendekat.


"Arlan..!" Panggil wanita tersebut

__ADS_1


Arlan segera menoleh kearah seseorang yang memanggilnya


"Carla??"


Nina nampak ikut melirik kearah Carla juga, sambil fokus menyuap nasi kemulut


"Kebetulan kita ketemu disini" Carla mendekati Arlan, dan duduk di samping Arlan


"Kamu kok bisa ada di sini?"


"Yah... Gak ada sih, cuma ada kerjaan aja" Carla tersenyum


"Kerja butik?" Tanya Arlan


"Iya kamu tau aja"


"Ya bagus deh, padahal dulu kamu selalu nolak, setiap tawarin sama bapakmu "


"Ya aku sekarang udah gak kaya dulu"


Nina hanya diam melihat keakraban keduanya, jujur saja Nina menjadi panas dada melihatnya, padahal mereka terlihat hanya mengobrol biasa, tapi entah kenapa Nina merasa cemburu meliha hal itu.


"Nasinya di makan nanti dingin" Nina dengan sikap ketus


"Iya udah kok, kamu makan aja"


"Buka mulutnya" Nina menyodorkan sesendok nasi kearah Arlan


Arlan nampak heran melihatnya, kenapa tiba-tiba Nina jadi romantis seperti ini.


"_dia kenapa sih?. Kok tiba-tiba?."_ Ucap Arlan dalam hati


Arlan hanya menurut, dan membuka mulutnya, dan memakan sesendok nasi yang di berikan Nina. Carla juga nampak cemberut melihat hal itu, seolah-olah ia tidak suka melihat Nina yang seperti itu pada Arlan.


"Arlan" Panggil Carla


"Iya kenapa?"


"Kapan-kapan mampir ke butik aku ya?"


"Iya kapan-kapan aku mampir kok, kalo gak sibuk aku kesana" balas Arlan


"Bagus deh, nanti aku masakin makanan khusus buat kamu"

__ADS_1


"Wih udah hebat masak ya?"


"Jelas dong"


Nina nampak semakin iri melihat kedekatan keduanya, dan tiba-tiba tanpa ragu, Nina langsung memeluk lengan Arlan dengan sikap manja.


"Sayang... Kita pulang yuk, aku udah ngantuk"


"_Nina kenapa?. Gak biasanya begini?, Apa dia cemburu sama Carla?"_


"Yaudah Carla, aku mau pulang dulu, Nina capek soalnya seharian kerja"


"Iya, nanti kalau mau ke butik aku kirim aja lokasinya "


Arlan segera membayar makanan tadi, dan segera kembali ke mobil. Saat di dalam mobil Nina nampak tak melirik Arlan sedikit pun


"Nin..." Panggil Arlan dengan lembut


Nina masih tak melirik Arlan, dan hanya fokus menatap keluar jendela mobil. Arlan tersenyum, seolah tau kalau Nina sebenarnya cemburu namun hanya malu saja.


"Aku di cuekin nih..?"


Nina masih diam, namun beberapa saat kemudian Nina kembali berbicara.


"Dia siapa?"


"Namanya Carla, kenapa?"


"Kok akrab?"


"Ya teman aku dari kecil, emang kenapa sih, aneh banget?"


"Gapapa, cuma penasaran aja" Nina masih tak melirik Arlan.


"Kalau ngomong hadap sini dong, aku gak bisa lihat muka cantiknya " Arlan nampak menggoda Nina


"Tadi udah puas kan, lihat muka si Carla"


"Belum puas" Arlan semakin menggoda Nina


"Cepetan mobilnya aku capek"


Nina nampak menghembuskan nafasnya dengan panjang. Nina nampaknya semakin panas dada di buat Arlan.

__ADS_1


__ADS_2