
Setelah kejadian yang terjadi antara Arlan dan Nina. Setiap kali Arlan mendekati Nina, seketika Nina selalu menjauhi Arlan. Melihat itu Arlan memaklumi hal itu, ya meski Arlan sudah menceritakan semuanya kepada Nina.
Hari itu seperti biasa Nina berangkat kerja kembali, namun berbeda dengan hari biasanya. Dimana Nina kali ini selalu menjauhi Arlan. Bahkan saat di kantor pun saat bertemu dengan para klien, Nina terlihat tidak fokus dan terkadang melamun.
"Nina kamu kenapa?. Hari ini kok kelihatannya kamu lesu gitu?. Atau Arlan ngelakuin sesuatu ke kamu?" Rifan mendatangi Nina setelah bertemu dengan para klien
Tanpa memperdulikan perkataan Rifan, Nina justru pergi meninggalkan Rifan sendiri. Melihat dirinya di abaikan oleh Nina, membuat Rifan merasa seperti tidak di perduli kan.
Dan setelah beberapa jam berlalu, hari sudah semakin sore. Dan itu menandakan kalau Nina akan segera kembali pulang, setelah meninggal gedung, Nina segera masuk ke mobilnya dan beranjak pergi.
Di perjalanan pun Nina tak berhenti melamun, Nina seperti merasa bersalah dengan Arlan, karena telah mengabaikannya beberapa hari ini. Setelah berinisiatif untuk berbaikan dengan Arlan, di perjalanan Nina pun membeli oleh-oleh berupa kue untuk Arlan.
Setelah puas dengan beberapa oleh-oleh Nina pun kembali untuk pulang. Bahkan di perjalanan Nina menjadi tidak sabar memberikan kue itu pada Arlan, dan segera berbaikan dengan Arlan.
"Semoga dia suka sama kuenya. Soalnya aku ngerasa bersalah, mengabaikan dia terus. Padahal dia kayaknya tulus banget" Nina dengan mata sayu
__ADS_1
Beberapa waktu pun berlalu. Kini Nina telah sampai di depan rumah, pagar di buka oleh penjaga, dan mobil pun bergerak masuk. Setelah itu Nina keluar dari mobil dengan membawa semua kue-kue tadi. Tidak hanya itu Arlan, Nina juga membelikan kue untuk buk Siti dan si penjaga.
"Pak nih kue, dimakan ya" sambil memberikan kue
Melihat itu, si penjaga pun dengan senang hati menerima pemberian Nina.
"Makasih Non."
Nina pun beranjak masuk setelah memberikan kue tadi ke penjaga. Namun entah kenapa suasan tidak seperti biasanya. Yang datang menyambut kedatangan Nina cuma buk Siti, sedangkan biasanya Arlan ada sekarang malah tidak terlihat batang hidungnya.
"Selamat datang Non"
"Makasih ya Non"
"Arlan mana buk?. Kok gak ada kesini?" Sambil melirik sekitar rumah
__ADS_1
"Saya gak tau Non. Tadi siang saya lihat tuan Arlan pergi keluar. Gak tau kemana"
"Gak bawa dagangannya buk?"
"Gak Non. Bahkan tadi pas keluar pakaiannya rapi gitu, terus sambil bawa ransel gitu"
Sontak mendengar hal itu membuat Nina jadi terkejut. Apakah karena perlakuan Nina beberapa hari ini, yang membuat Arlan merasa bersalah dan memutuskan untuk pergi?
Seketika tatapan Nina menjadi kosong, Nina pergi meninggalkan buk Siti tanpa berbicara sepatah kata pun, dan melihat itu buk Siti hanya bisa untuk diam dan tak menggangu. Bahkan saat di kamar Nina melihat semua pakaian Arlan tidak ada dalam lemari.
Nina pun terduduk di atas kasar tanpa bisa berkata apa-apa. Dan tanpa Nina sadari perlahan wajahnya di basahi oleh air mata yang mulai keluar.
"Padahal Nina udah janji sama Om Rian"
Nina pun hanya bisa menangis sambil memeluk lututnya. Saat itu perasaan yang Nina rasakan begitu hancur, setelah membuat Arlan pergi meninggalkan Nina.
__ADS_1
"Kalau aja tadi siang Nina pulang, mungkin Arlan gak jadi pergi kan?"
Ucap Nina sambil terbaring lesu di atas kasur, dengan perasaan yang begitu hancur. Apakah semua ini karena Nina mengabaikan Arlan, atau Arlan pergi dengan keinginannya sendiri.