Menikah Kontrak Dengan BOSS!

Menikah Kontrak Dengan BOSS!
Part 11


__ADS_3

Jam 08.00 Fendi sudah ke rumah sakit mengurus administrasi dan kepilangan vivi.. lalu mengantar vivi ke apartemen...


Di perjalanan pulang Fendi berhenti di salah satu supermarket untuk membeli bahan makanan.. dia berencana ingin memasakan sarapan untuk vivi...


setelah sampai di apartemen vivi Fendi mengangkat barang belanjaannya ke dapur..


"Vi kamu mandi dulu sana.. biar saya masakin kamu sarapan.. ujar Fendi menyuruh Vivi seperti abang ke adiknya.. yah setelah lama berpisah kini hubungannya kembali membaik walaupun bukan sebagai pacar.. karna vivi sebentar lagi akan menikah.. tapi bagi Fendi itu tidak masalah karna Fendi menyayangi Vivi..


"iyah kak.. jawab vivi menurut..


vivi selesai mandi dan dandan tipis... dia keluar dari kamar menuju dapur,, tidak sabar melihat masakan Fendi orang yang bikin dia susah move on... yah setelah berpisah dengan Fendi dia tidak pernah lagi pacaran..


"Masak apa kak.. harum banget,, gak sabar buat makan,,.. ujar Vivi yang menghampiri Fendi di dekat kompor..


"kamu tunggu saja di meja,, sebentar lagi masak.. ujar Fendi sambil membalikkan badan Vivi menyuruhnya ke meja makan..


"wah serasa jadi tuan putri nih.. di masakin sama pangeran ... ujar Vivi tertawa ...


masakan Fendi sudah masak,, dia membawanya ke meja makanan dan membagikan ke Vivi.. mereka makan sesekali bercanda ria,, seperti mengenang masa masa ke konyolan meraka waktu SMA...


setelah makan Fendi pamit ke kantor..


vivi juga siap siap ke kantor karna dia merasa sudah sembuh walaupun badannya masih terasa lemas, itu tidak akan membuatnya bermalas malasan .....


sekitar jam 09.00 vivi sudah sampai di kantor.. hari ini dia terlambat,, tenang saja dia tidak akan kena marah karna dia sudah izin..


"eh Vi lo kemarin dari mana ? tanya Rara penasaran..


"gue sakit,, kemarin masuk rumah sakit.. jawab vivi


"lo sakit apa ? terus kenapa sekarang masuk kantor ? kenapa gak nelfon gue? Lo pulang aja ,, biar gue izinin Lo deh.. ujar Rara khawatir..


"yeh tanyanya satu satu kali.. gue sekarang gak apa apa.. gak usah lebay deh,, cuman kecapean doang.. ujar Vivi ...


"Yaudah lebih baik sekarang Lo ke ruanganmu deh.. kalau Lo di sini terus saat jam kerja bisa bisa kita berdua kena semprot Boss.. ujar Vivi ke Rara..


"iyah iyah bawel... tapi sebentar Lo harus jelasin ke gue yah.. ujar Rara sambil melangkah keluar ruangan Vivi....

__ADS_1


Vivi kembali ke aktivitasnya memeriksa berkas berkas pak Rendi dan mempelajarinya..


"Hai cantik,,, Sekertaris baru yah .. ujar Kevin Julio sahabat Rendi yang baru datang dari Amerika..


"Hai.. sudah lumayan lama pak.. ujar Vivi sambil tersenyum..


"eh gak udah panggil pak,, saya belum tua tua amat kali panggil saja Kevin.. ujar kevin...


"pak Kevin ada yang bisa saya bantu ? ujar Vivi..


"tidak ada,, hanya mau ketemu Rendi.. oyah gak usah panggil pak yah.. ujar Kevin..


"tunggu sebentar pak saya telfon pak Rendi dulu.. ujar vivi tidak menghiraukan kata kata kevin,, bagi vivi dia tidak dekat dengan kevin kemudian ini di kantor tamunya pak Rendi jadi dia harus memanggil Pak..


"hmm,, kamu bandel yah.. terserah deh kamu mau panggil saya apa.. saya juga boleh.. ujar Kevin menggoda yang tidak di hiraukan Vivi..


"Halo pak.. ada yang mencari bapak namanya pak kevin julio.. ujar vivi di telfon..


"Suruh dia masuk,, dan buatkan minuman dua.. ujar Rendi di sebrang telfon..


"makasih manis... oyah sepertinya Rendi nyaman yah sama kamu, soalnya kamu bisa bertahan selama ini jadi asistennya.. ujar Kevin sambil cengir...


"Nama saya Vivi pak bukan manis.. ujar Vivi protes


huffftt.. Vivi bernafas lega akhirnya Kevin pergi juga..


"tidak mungkin pak Rendi nyaman sama saya,, yang ada eneg liat mukaku,, kalau bukan karna perjanjian mungkin saya juga sudah di tendang keluar dari perusahaan ini.. batin vivi...


Vivi kemudian bangkit untuk membuatkan minuman Boss dan tamunya,, dan membawanya ke ruangan pak Rendi.. vivi meletakkan minuman di atas meja tamu milik pak Rendi..


"Makasi cantik.. ujar Kevin yang di jawab hanya dengan senyum dari vivi..


vivi keluar meninggalkan Bossnya dan kevin.. dia kembali beraktivitas..


"Ren sekertaris Lo cantik.. buat gue yah.. ujar kevin..


"Lo jangan coba coba gangguin sekertaris gue.. ujar Rendi..

__ADS_1


"Lo suka sama dia ? benarkan mana mungkin kamu simpan lama lama tuh sekertaris kalau gak ada rasa.. ujar kevin menggoda..


"Lo diem deh.. Gue gak suka sama dia,, hanya saja gue ada perjanjian, dan minggu depan gue dan dia akan menikah.. gue gak suka aja berbagi.. ujar kevin..


"hati hati, Lo jangan main api,, nanti sakit sendiri kalau udah kebakar,,, .. ujar kevin bercanda..


"apaan.. siapa yang main api.. lagian gue gak mungkin suka sama itu cewek,.. ujar Rendi yakin..


"Kalau Lo nanti suka,, gue bakalan ketawain Lo.. ujar Kevin


"gak bakalan,, pegang kata kata gue.. Lo tau sendirikan,, gue dan dia itu menikah karna apa.. ujar Rendi..


"Tetserah Lo deh.. ujar Kevin..


"Main biliard yuk,, sudah lama kita gak perna main bareng.. ujar kevin sambil menepuk bahu Rendi


"hmmm,, oke deh.. ujar Rendi setuju.. kemudian mengambil handpone nya dan mengirim pesan singkat ke nomor Vivi..


Handpone vivi bergetar,, dia meraih handpone nya yang berada di atas meja di lihatnya pesan singkat yang di kirim Rendi..


"Kamu ke butik sendiri ,, saya gak bisa nemenin, Kevin minta di temenin main biliard... begitulah pesa singkat yang Rendi kirim untuk Vivi..


"Kenapa juga gue harus jelasin ke dia gue mau lakuin apa.. kalau gue gak mau yah gak mau aja.. batin Rendi yang memikirkan isi SMSnya..


"Baik pak.. begitulah balasan pesan singkat Vivi ke Rendi.. dia hanya bisa menerimanya toh emang dari awal dia sudah tahu bakal seperti ini dan masih banyak lagi yang harus dia hadapi kedepannya,,..


"Huffftttt.. vivi membuang nafasnya kasar..


"sebenarnya dia tidak berharab lebih dari Rendi toh dia tidak saling mencintai, dia dan Rendi menikah hanya karna sesuatu perjanjian yang saling menguntungkan toh cuman setahun setelah itu bakal berpisah dan tidak saling mengenal.. tapi ada rasa sakit dan kecewa yang di rasakan Vivi.. entah apa yang membuat dia sakit, vivi juga tidak tau kenapa..


yang jelasnya Vivi tidak mau memikirka itu dia hanya harus memikirkan kesembuhan adiknya.. Vivi yakin dia hanya tidak mungkin menyukai Bossnya di hatinya masih ada Fendk mantan kekasihnya waktu SMA dulu..


**************


yang sudah mampir jangan lupa meninggalkan jejak (like dan komen) yah..


"Terima kasih yang sudah mampir"..

__ADS_1


__ADS_2