
Di liriknya jam tangan silver yang melekat di tangannya yang sudah mununjukan pukul 15.00, Vivi kemudian merapikan meja kerjanya dan bergegas pulang,, sesampainya di apartemen Vivi langsung ke kamar mandi membersihkan diri, kemudian memakai blouse merah marun yang di padukan dengan jens putih dan memakai make up tipis.. yah Vivi memang tidak terlalu menyukai make up yang mengcover mukanya...
Drrrrtttty..... Drrrrrtttt..
"Halo kak.. ujar Vivi mengangkat telfon...
"Halo Vi,, saya sudah di depan apartemen kamu nih.. ujar Fendi dalam telfon..
"Iyah,, saya turun sekarang yah.. Ujar Vivi menutup telfonnya dan menyambar tas nya di atas meja kemudian bergegas turun menuju mobil Fendi..
"kita cariin mami kado dulu yah,, bagusnya kasi kado apa yah buat mami.. ujar Fendi bertanya ke Vivi..
"Gimana kalau kalung,, kayanya mami suka deh.. ujar Vivi menyarankan..
"hmmm,, yaudah kamu yang pilih yah,, soalnya aku mana ngerti dengan begituan.. ujar Fendi...
"Itu apaan yang kamu bawa.. ujar Fendi melirik bingkisan yang di bawa Vivi..
"Kado buat mami,, ini buatanku sendiri.. mudah mudahan mami suka.. ujar Vivi..
"aku mau dong, di kasi hadiah buatan kamu.. ujar Fendi bercanda..
"Nanti deh,,. ujar Vivi..
"janji yah.. ujar Fendi serius..
"Iyah.. ujar Vivi meyakinkan..
setelah sampai di toko perhiasan mereka pun mancari kalung yang simpel tapi tekesa mewah..
setelah mendapatkan apa yang dia cari mereka kemudian menyuruh membungkusnya,,, merekapun menuju rumah kediaman Fina maminya Fendi yang jarang di tinggali karna sudah menetap di Belanda..
sesampainya di rumah mewah milik hendra gunawan dan finansiah ningsih,,...
"Mami,, Vivi rindu banget sama mami tau... ujar Vivi sambil memeluk Fina yang di sambut dengan pelukan yang tak kalah eratnya..
"Mami juga kangen,,.. Gadis mami makin cantik ajah.. udah gede pula.. ujar Fina..
"Mami kok gak nelfon Vivi sih kalau mami mau ke jakarta biar aku jemput di bandara.. ujar Vivi yang pura pura ngambek,, vivi emang terkesan manja ke Fina karna Fina selalu memanjakannya,, maklum fina sangat menginginkan anak perempuan dan Fina sudah nyaman memanjakan Vivi sejak masih di bangku SMA dulu...
"Mami telfon,, tapi nomor kamu gak pernah aktif. kamu ganti nomor yah.. ujar Fina..
"Hehehe.. iyah lupa.. ujar Vivi menggaruk kepalanya yang tidam gatal..
"Oyah mami,, Happy birthday mami,, Love you.. ujar Vivi ke Fina sambil menyodorkan bingkisan dan mencium pipi nya..
"Makasi gadisku,,. ujar Fina begitulah panggilan Fina ke Vivi..
"panjang umur mami.. ujar Fendi sambil mencium pipi maminya..
"Makasih sayang.. mami buka yah kadonya.. ujar Fina..
Fina membuka kado pemberian Vivi,, wah cantik sekali syal rajut dan kemudian membuka kado milik Fendi,, wah indah sekali kalung nya.. makasi yah sayang,,,..
"Mami suka gak dengam syal buatan Vivi.. ujar Vivi..
__ADS_1
"Ini buatan kamu?, wah sangat suka.. makasih yah gadisku.. ujar Fina..
"Iyah dong mami.. ujar Fina berbangga diri ...
"Aku mau dong di buatin Syal buatan kamu.. ujar Fendi..
"Nanti deh aku bikinin kakak.. ujar Vivi..
"Sudah sudah,, kita makan aja dulu.. nanti di bahas lagi hadiahnya....mami masak kesukaan kamu sini cepet.. ujar Fina
"Mami masih ingat aja makanan kesukaan aku.. ujar Vivi terharu karna Fina membuatkan Gado gado kesukaannya..
"udah makan dulu, nanti keburu dingin... ujar Fina..
mereka menyantap makanannya masing masing.. tanpa ada yang bersuara.. setelah makan Fendi ke ruang keluarga menyalakan TV sambil menonton acara pelantikan presiden,, sedangkan Vivi membantu Fina membereskan bekas makanannya dan mencuci piring.. Vivi sudab terbiasa dengan keluarga Fendi makanya dia tidak sungkan untuk bergerak leluasa.. sebenarnya kalau Vivi meminta bantuan keluarga Fendi untuk membantu biaya pemgobatan Reva, Fina tidak keberatan hanya saja Vivi tidak ingin merepotkan keluarga Fendi cukup mereka sudah sangat baik padanya.. mereka juga tidak membicarakan tentang pernikahannya dengan Rendi toh hanya setahun setelah itu balalan pisab juga, dia tidak mau membuat mami Fina khawatir,, karna Vivi hafal betul karakter Fina yang mudah khawatir,,.makanya dia memilih menyembunyikannya..
setelah semuanya beres Fina dan Vivi ke ruang keluarga bergabung dengan Fendi menonton...
"Kak Fen udah jam 22.00 nih...ujar Vivi sambil.melirik jam tangannya..
"ya udah saya antar kamu balik dulu.. udak mulai larut malam.. ujar Fendi..
"aku kira kamu mau nginap,,.mami kan masih kangen.. ujar Fina..
"Besok vivi mau masuk kerja mi,, dan kantor vivi disiplin banget gak boleh telat kalau gak mau di pecat.. ujar Vivi..
"siapa yang berani mecat gadis mami hah.. ujar Fina..
"mami vivi pulang dulu yah...kalau ada waktu vivi pasti main ke sini .. ujar vivi mencium pipi Fina..
"Iyah mami,, tenang aja.. percayain aja anak gadis mami ke Fendi.. ujar Fendi....
Vivi dan Fendi pun meninggalkan halaman rumah megah itu setelah berpamitan dengan Fina..
"kalau kamu capek, tidur aja dulu,, perjalanan masih jauh.. nanti kalau sudah sampai aku bangunin.. ujar Fendi yang melirik Vivi yang menguap tanda ia sudah mengantuk..
"Yaudah.. kakak bangunin aku yah kalau sudah. sampai.. ujar Vivi...
"Iyah.. ujar Fendi kemudian menghentikan mobilnya dan memperbaiki sandaran vivi biar dia bisa nyaman tidurnya.. setelah memperbaiki sandaran Vivi Fendi kembali menjalankan mobilnya..
Fendi fokus menyetir sesekali melirik Vivi yang sudah terlelap tidur.. sesampainya di depan gedung apartemen vivi, Fendi membangunkan Vivi dengan lembut takut Vivi nanti kaget apabila di bangunkan dengan suara keras..
"Vi udah sampai apartemen nih.. ujar Fendi sambil menepuk pelan wajah Vivi...
"emmm.. sudah sampai yah.. ujar Vivi masih setengah sadar dan mengucek matanya..
"iyah.. ujar Fendi sedikit salah tingkah setelah vivi terbangun...
"aku masuk dulu yah kak,, ngantuk banget.. ujar Vivi keluar dari mobil..
"ya udah masuk sana istirahat.. ujar Fendi mengacak rambut Vivi untuk menghilangkan salah tingkahnya..
"bay kak.. hati hati yah.. ujar Vivi..
"Bay.. ujar Fendi kemudian menjalankan mobilnya..
__ADS_1
setelah mobil Fendi tidak kelihatan lagi vivi balik badan dan melangkah naik ke apartemen miliknya.. vivi membuka pintu dan menguncinya kembali kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu mengatur ulang jadwal pertemuannya dengan para sponsor,, dan mempersiapkan bahan pembicaraannya besok.. dia harus mendapat kan sponsor..
Drrrrrtttt... Drrrrrttt...
Di raihnya handpone dalam tas nya di lihatnya panggilan masuk ternyata Bossnya.. dia pun langsung mengangkat telfonnya..
"Halo pak.. ujar Vivi
"Halo,, ini sekertarisnya Rendi yah.. ujar kevin julio temannya Rendi yang pernah ke kantor..
"Iyah saya Vivi.. ini denga siapa yah ? Pak Rendinya mana ? ujar Vivi..
"Rendi lagi mabuk berat ... kamu bisa jemput dia gak.. ujar Kevin..
"Alamatnya di mana ? ujar Vivi..
"Gue kirim lokasinya ke WA kamu.. ujar Kevin sambil menutup telfonnya,, dia juga sebenarnya sudah mabuk makanya tidak bisa mengantar Rendi dan memilih menelfon sekertarisnya Rendi untuk menjemputnya.
Tidak lama Vivi mendapat pesan WA,, Dia sudah tau kalau itu Kevin mengiriminya pesan singkat...
vivi membuka chat Kevin lewat nomor Bossnya itu dan benar saja kalau itu alamat.. Vivi bergegas turun dari apartemen dan menahan Taxi kemudian menyebutkan alamat yang ia tuju.. sesampainya di alamat yang di kirimkan Kevin,, Vivi mengeceknya sekali lagi ternyata benar kalau di sini alamatnya.. Vivi turun dari taxi dan membayarnya....kemudian menelfon Pak Bossnya yang di angkat oleh kevin,, dia memberitahu kalau dia sudah sampai dan tidak bisa masuk ke dalam Bar karna takut dia belum pernah masuk ke tempat tempat seperti itu...
Kevin terpaksa membopong Rendi keluar dengan sempoyongan karna dia sendiri sudah mabuk berak,, berjalan saja sudah susah... kevin membawa Rendi ke parkiran tempat mobil Rendi terparkir kemudian menelfon Vivi menyuruhnya keparkiran...
kevin kemudian memberi tahukan sandi apartemen Rendi,, dan memberinya alamat.. kevin sering nginap di apartemen Rendi makanya dia tau sandinya...
Vivi mengantar Bossnya ke alamat yang Kevin berikan,..
"Wahh,, tidak heran kalau Bossnya tinggal di Branz mega kuningan.. orang kaya mah bebas.. ujar Vivi mengagumi bangunan megah itu..
Dia membopong dengan susah payah Bossnya ke dalam apartemen kemudian membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu...
"Rosa saya sangat mencintai kamu.. ujar Rendi tiba tiba memelum Vivi dan mencium bibirnya..
"spontan saja Vivi kaget dan segera mendorong bossnya untuk menjau dari badannya.. karna Bossnya lagi mabuk dan tidak mempunya kekuatan jadi mudah saja bagi Vivi mendorong tubuh kekar milik Bossnya itu.. Rendi terjatuh dari sofa kemudian dia terlelap kembali.. al hasil Vivi harus mengangkat Bossnya lagi ke atas sofa..
"Boss kayanya sangat mencintai Rosa.. sudah lah itu bukan urusanku.. lebih baik saya segera pulang sudah larut.. ujar Vivi.berbicara sendiri..
Di liriknya jam tangannya ternyata sudah pukul 01.00,, kalau naik taxi Vivi takut.. akhirnya dia punya ide..
"Saya kan sudah membantu pak Boss,, kalau saya meminjam mobilnya tidak masalah dong.. ujar Vivi sambil melangkah ke meja telfon dan mencari kertas dan bolpoin.. dia kemudian menulis memo dan menyimpannya dia atas meja ruang tamu..
"Boss saya pinjam mobilnya yah,, soalnya sudah tengah malam saya takut kalau harus naik taxi sendiri.. begitulah isi memo yang di tulis Vivi..
"Kapan lagi coba saya bisa nyetir sendiri pake mobil lamborghini,.. ujar Vivi sambil melangkah menuju parkiran dan mengendarai mobil lamborghini milik Bossnya menuju apartemennya..
sesampainya di apartemen,, Vivi mengingat kembali kejadian di apartemen Bossnya.. kenapa dia sedikit merasa senang ketika Bossnya menciumnya dan ada rasa sakit ketike menyebut nama orang lain..
"Sudah lah,, lebih baik saya tidur besok harus ketemu sponsor penggalangan dana panti asuhan..
Vivi memasa mata nya tertutup,, tidak lama Vivi sudah tertidur lelap...
*******
Yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak (Like dan komen) yah..
__ADS_1
"Terima kasih sudah mampir...