Menikah Kontrak Dengan BOSS!

Menikah Kontrak Dengan BOSS!
Part 12


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 13.00.


"Vi, makan yuk." ujar Rara mengajak Vivi makan.


"Bentar lagi." ujar Vivi


"Ayo, gak usah bentar bentar deh." ujar Rara menarik tangan Vivi agak memaksa.


"Iyah deh, lepasin dulu tau." ujar Vivi manyun.


"Kamu sih kalau gak di paksa suka lewatin jam malan, kalau kamu sakit gimana ?" Ujar Rara ngomel.


Sesampainya di restoran dekat kantor, meraka langsung memesan makanan, sambil menunggu makanan mereka berbincang bincang.


"Eh Vi, kamu sakit kok gak ngabarin sih. Saya khawatir tau." ujar Rara memulai pembicaraan.


"Gimana mau saya kabarin, orang sayanya pingsan dan handponeku itu di pegang sama teman SMAku." ujar Vivi.


"Gimana cerita nya ? Lo pingsan di mana ? terus siapa yang bawa Lo ke rumah sakit." Ujar Rara menyelidiki yang menatap Vivi dengan khawatir.


"Yah, saya gak apa apa. Cuman kecapean aja sih,kata dokter." Ujar Vivi


"Terus Lo pingsan di mana ? siapa yang nolongin." ujar Rara mengulangi pertanyaannya yang belum di jawab.


"Saya pingsan di jalan, untung ada temen SMA ku yang bawa ke rumah sakit yang kebetulan lewat situ." ujar Vivi menjelaskan.


"Untung ada temen Lo, kalau gak kan bisa bisa kamu di culik sama orang yang gak bertanggung jawab." ujar Rara khawatir..


"Siapa juga yang mau cilik saya, gak ada untungnya. Ujar Vivi.


"Lo tu yah, di bilangin juga masih aja bercanda. Udah ah, balik ke kantor yuk." ujar Rara sambil berdiri dan ke kasir membayar pesanannya kemudian keluar restoran yang di susul Vivi.


Sesampainya di kantor vivi kembali beraktifitas, walaupun Rara sudah menyuruhnya untuk beristirahat dulu, tapi bukan Vivi namanya jika dia tidak keras kepala.


Diliriknya jam tangannya, jarum pendeknya sudah menunnjuk angka 2 dan jarum panjangnya menunjuk angka 6. Vivi merapikan meja kerjanya kemudian berangkat menuju salah satu butik mewah.


Sesampainya di butik Vivi melihat beberapa baju yang di pajang di patung dalam butik.


sebenarnya Vivi sedih, bukannya tidak suka untuk menikah dia hanya sedih karna bukan pernikahan yang seperti ini yang dia mau, walaupun sederhana asal mereka menikah karna saling suka bukan karna pernikahan kontrak.


Dia mencoba beberapa baju dan menyuruh pegawainya mengambil gambarnya,kemudian mengirimnya ke Rendy.


"Bagusan yang mana nih pak ?" Tanya Vivi dalam Via Whatsapp.


"Terserah, kamu saja yang pilih." begitulah balasan Rendy.


huffffttt.. Vivi mengeluarkan nafasnya dengan kasar lagi lagi dia di kacangin Rendy.


"Mba, bagus yang mana yah ke badan saya ?" Tanya Vivi.

__ADS_1


"yang ini juga bagus mba, pas di badan mba." ujar pegawai butik yang menunjuk salah satu baju berwarna putih.


"Hmmm, oke deh. Bungkus yang ini aja mba." ujar Vivi lagi.


"oke mba, silahkan di tunggu yah." Ujar pegawai butik.


"Terima kasih sudah berkunjung" ujar pegawai butik ramah dan menyunggingkan senyumnya ketika Vivi mau pulang.


Setelah ke butik Vivi langsung ke apartemennya,, karna jam sudah menunjukan pukul 04.00, kantor juga sudah tutup.


Sesampainya di apartemen, vivi menyimpan di lemari pakaian baju pengantin yang sudah ia beli tadi, dan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


setelah keluar dari kamar mandi, cacing di perutnya mulai demo minta jatah. Vivi pun keluar dari kamarnya menuju dapur, ia mencari bahan makanan di dalam kulkas, beruntung masih ada sisa bahan makanan yang di beli Fendi tadi pagi. Dia mengambil bahan makanan itu dan memasak kemudia memakannya.


*************


Drrrtttt.... Drrrrrrtttt....


Vivi meraih handpone nya, dia menggangkat telfon tanpa melihat nama nya.


"Halo," ujar vivi setengah sadar.


"Halo, sebentar siang mamaku ajak kita makan di rumah, saya jemput kamu jam 12.30." ujar Rendy tanpa basa basi.


"Iyah pak." ujar Vivi seketika terbangun penuh mendengar suara Bossnya.


"Iyah pak." jawab Vivi, hanya kata Iyah yang bisa dia katakan.


Telfon pun terputus, Vivi sudah tidak bisa melanjutkan tidurnya, dia segera turun ke tempat tidur dan ke kamar mandi untuk melakukan aktifitas paginya. Setelah mandi Vivi keluar untuk membeli bahan makanan, yah wajar Vivi bukannya tidak punya duit untuk ke restoran tapi dia hanya menghemat. Lagian Vivi juga hoby masak, yah sekalian aja menghemat sekaligus menyalurkan hobinya.


Dia hanya berjalan kaki ke supermarket, kebetulan apartemennya berdekatan dengan supermarket sekalian aja olahraga. Setelah mengambil barang yang di butuhkan, vivi membayarnya dan berjalan menuju apartemennya.


"Hufffttt. Capek juga, sudah cukup lama saya tidak berolahraga." ujar vivi berbicara dengan dirinya sendiri dan mencari tempat duduk kemudian istirahat.


" Hai, kamu tinggal sekita sini yah." ujar laki laki asing yang belum pernah dia lihat di sekitaran tempat tinggalnya.


"Iyah," Jawab Vivi singkat.


"Oyah, kenalin nama saya Bima, saya juga tinggal di sekitar sini, boleh tau nama kamu siapa ?" ujar laki laki asing itu yang ternyata memiliki nama Bima.


"Vivi, kamu orang baru di sini yah, soalnya saya tidak pernah lihat kamu sebelumnya." ujar vivi sambil menjulurkan tangannya menyambut tangan Bima yang mengajaknya berkenalan.


"Iyah. baru saja saya pindah kemarin sore." ujar Bima.


"Saya pulang dulu yah," ujar Vivi.


"Sekalian saja, saya juga sudah selesai lari larinya. sini biar saya bantu, Tempat tinggal kamu yang mana?" ujar Bima mengambil barang belanjaan Vivi.


"Yang itu," ujar vivi menunjuk salah satu gedung.

__ADS_1


"Gak usah, biar saya saja. saya bisa kok." ujar Vivi.


"Gak apa apa, anggap saja ini salam perkenalan kita." Ujar Bima.


"Sudah sampai, ini apartemenku. sini masuk dulu,, kamu pasti belum makan.. makan bareng ajha kebetulan saya mau masak.. ujar vivi mempersilahkan Bima masuk..


"beneran,, tidak merepotkan nih .. ujar Bima..


"tidak kok,, lagian kamu tadi bawain belanjaan aku.. itung itung kan balas budi.. heheh.. kata Vivi..


"kamu duduk di situ dulu yah,, saya masak dulu.. ujar vivi lagi..


"Saya bantuin kamu masak aja.. ujar Bima..


"Gak usah,, kamu duduk manis,, biar saya yang masak,,.. ujar Vivi


"oke deh.. sorry yah merepotkan .. ujar Bima setegah berteriak karna Vivi sudah berjalan masuk dapur..


makanan sudah siap,, Vivi memanggil Bima untuk makan. mereka tampak akrab walaupun baru berkenalan tadi di taman... setelah selesai makan Bima pamit pulang,,..


vivi membereskan bekas makanan mereka berdua.. lalu dia mencari di youtube cara membuat cake dan memperaktekannya,, dia sengaja membuat cake coklat lelapa kesukaan Mamanya Fendi yang dia ketahui dari Fendi,, dia menanyakan kue kesukaan mamanya,, Vivi merasa tidak enak hati ke rumah calon mertuanya tanpa membawa sesuatu..


Resep kue coklat kelapa.


*300 gram margarin


300 gram gula pasir halus


125 gram tepung terigu


45 gram coklat bubuk


3/4 sendok teh baking powder


13 butir telur


1 sdm SKM coklat


2 sdm coklat pasta


50 gram selai apa saja sesuai selera untuk olesan..


****************


Yang sudah mampir jangan lupa tinggal kan jejak (like dan komen) yah..


Tunggu kelanjutannya akan Up setiap hari...


"Terima kasih sudah mampir..

__ADS_1


__ADS_2