
Keesokan paginya Vivi terbangun, dia mengecek HP nya, ada pesan masuk, vivi membuka pesannya ternyata pemberitahuan transferan sejumlah uang dari pak Rendy. Dia melirik jam HP nya ternyata sudah pukul 07.30. Vivi langsung bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, setelah mandi dan berdandan vivi sarapan roti kemudian keluar menunggu taxi.
Sesampainya di kantor vivi langsung menyambar Tablet yang dia simpan rapi di dalam laci meja kerjanya. Vivi termasuk orang profesional masalah kerjaan kecuali masalah telat, kan manusia punya kekurangan masing masing. Vivi tidak akan memakai alat alat kantor untuk keperluan pribadinya.
Setelah mengambil Tablet vivi langsung keruangan pak Rendy.
Tok! Tok! Tok!
Vivi mengetuk pintu ruangan Bossnya itu,kemudia terdengar suara dari dalam ruangan.
"Masuk." Ujar pak Rendy menjawab suara ketukan di pintubruangannya.
"Permisi pak." kata Vivi kemudian menghampiri Rendy yang terlihat sibuk melihat kertas kertas yang diatas mejanya.
" Jadwal saya hari ini apa saja ?" ujar Rendy bertanya tanpa melihat siapa yang datang karna dia sudah tau kalau itu sekertaris pribadinya, dia hapal betul bau farfum cewek ini, yah bau vanila tidak menyengat bau yang lembut.
"Bapak hari ini ada tapat jam 10.00 kemudian ada janji makan siang jam 13.00 sama pak Hartono, dan jam 16.00 bapak mau cari hadiah buat nyonya Rena dan malam nya bapak akan menghadiri acara ulang tahun nyonya Rena." Jawab Vivi tanpa putus.
"Oke, kamu sebentar ikut saya makan siang sama pak Hartono, dia pengusaha dan ingin membuat sebuah mall, kalau kamu bisa meyakinkan pak Hartono dengan desain perusahaan maka saya kasi kamu bonus." Ujar Rendy menjelaskan.
"Baik pak, saya akan berusaha keras." Ujar Vivi bersemangat, ini lah yang membuat Vivi betah di perusahaan ini karna selalu memberi kesempatan pada karyawannya untuk membuatnya lebih maju.
__ADS_1
"Oke, kamu sekarang bisa kembali keruangan kamu, dan persiapkan diri untuk membuat pak Hartono yakin." Ujar Rendy. Ini dia yang membuat Rendy masih mempertahankan Vivi di perusahaan walau pun beberapa kali terlambat, karna kerja keras dan bertanggung jawab atas kerjanya, padahal dia tidak pernah sebelumnya memberi toleran kepada mantan mantan asisten pribadinya.
"Baik pak." Ujar vivi sambil melangkah keluar menuju meja kerja miliknya, dia sangat bersemanga hari dan mulailah menyusun strategi apa yang akan dia lakukan. Vivi memulai dari mencari data tentang Pak Hartono di jejaring sosial, karna Pak Hartono pengusaha yang lumayan berpengaruh maka tidak sulit mencari data dari jejaring sosial.
Di liriknya jam tangan miliknya ternyata sudah jam 12.00, "sudah waktunya istirahat" batin Vivi. kemudian dia mengambil selembar kertas dilaci mejanya kemudian menuju ruangan pak Rendy.
"Permisi pak." Ujar Vivi mendekati meja kebanggaan milik Bossnya itu..
"Saya menyetujui tawaran bapak yang kemarin dan ini persyaratan saya." Ujar Vivi sambil menyodorkan kertas selembaran yang di dalamnya sudah ada kontrak pernikahan.
Randi mengambil selembaran itu kemudian membaca satu per satu.
* Tidak ada sentuhan fisik, antara suami istri..
* Setelah kontrak selesai selama satu tahun, kita tidak perlu saling mengenal.
"Oke, saya terima syaratnya." kemudian menandatangani aturan kontraknya.
"Ini persyaratan dari saya." Ujar Rendy sam bil menyodorkan selembar kertas.
Vivi pun membacanya.
__ADS_1
*Tidak boleh mengurus urusan pribadi saya.
*Tidak boleh berpacaran.
*Tidak boleh jatuh cinta.
*Tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat merusak nama baik saya.
Vivi langsung menandatangani kertas tersebut.
"Oke karna kamu sudah setuju maka sebentar malam kamu ikut saya ke acara ulang tahun mama saya, kita akan mengumumkan pernikahan kita.. dan ini kartu kredit tanpa batas, setelah pertemuan makan siang sama pak Hartono kamu bisa langsung pulang dan belanja keperluan kamu, ingat jangan mempermalukan saya. Ada lagi yang ingin kamu tanya ?" Ujar Rendi.
"Apa tidak terburu buru pak mengumumkan pernikahan." Kata Vivi dengan suara pelan takut Bossnya marah.
"Kamu tidak ada hak mengatur, lakukan saja sesuai yang saya perintahlan." Ujar Rendy meninggikan suaranya, dan itu membuat Vivi tidak bisa berkata kata lagi.
"Baik pak. Sekarang waktunya makan siap dengan Pak Hartono." Ujar Vivi mengalihkan pembicaraan karna ia tau bossnya lagi kurang senang dengan pertanyaannya tadi, untung ada pertemuan makan siang yang menyelamat kannya dari suasana yang tidak mengenakkan itu.
***********
Yang sudah mampir jangan lupa like dan komen yah juga berikan penilaian biar autor tambah semangat.
__ADS_1
"Terima kasih yah, selalu support mimin.