
Ke esokan paginya, Rendi memboyong sang istri dan adik ipar ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta, Vivi di kejutkan dengan surprise dari teman teman sekantornya. Rendi sudah merencanakan semua acara penyambutan istrinya, ia menyuruh Rara sahabat Vivi untuk mengatur dekor dan acaranya.
Saat Vivi memasuki rumah yang pernah ia tingalkan itu, di depannya sudah ada teman sekantor dan juga Rara yang menyambutnya.
"Selamat datang kembali Vivi." Ujar Rara dan teman sekantornya yang ikut merayakan kepulangan Vivi.
"Kalian! Terima kasih yah." Ujar Vivi terharu.
Mereka melanjutkan acara penyambutan dengan berbincang bincang ringan sembari memakan hidangan yang telah Rara siapkan. Walau pun Rara yang menyiapkan semuanya, tapi tetap Rendi kok yang bayar.
Jam menunjukan pukul 20.00, rekan kerja dan Rara pamit untuk pulang. Sebenarnya ini masih terlalu awal untuk menutup acara penyambutan Vivi, hanya saja Rara dan rekan yang lain ingin memberikan ruang untuk Rendi dan Vivi berduaan. Tentu saja Reva juga cukup mengerti dengan hubungan mereka yang baru memulai membangun hubungan yang lebih serius dan romantis, walau pun sudah cukup lama mereka menikah. Maka dari itu Reva beralasan ingin menonton film ke sukaannya di bioskop bersama Rara, dan akan bermalam di apartemen Rara. Ide itu datang dari Rara, yah walau pun Reva baru pertama kali bertemu dengan Rara, tapi ia sudah cukup akrab semenjak mereka bertemu di acara penyambutan kedatangannya dan Vivi di Jakarta.
"Vi, kami mau pamit pulang dulu yah." Ujar Rara.
"Kok, cepat banget sih pulangnya. Baru juga jam delapan malam." Ujar Vivi.
"Gue mau nonton sama Reva, ada film bagus dan malam ini terakhir di tayangin." Ujar Rara.
"Iyah, kak. Aku mau nonton sama kak Rara, Boleh yah kak ?" Tanya Rara.
"Emang kamu tidak capek, Va ?" Tanya Vivi.
"Kalau nonton, udah gak capek lagi." Ujar Reva bersemangat.
"Dasar anak kecil." Ujar Vivi bergurau.
__ADS_1
"Ih, siapa yang anak kecil. Saya sudah punya KTP yah, dan sebentar lagi sudah masuk kuliah." Ujar Reva mengerucutkan Bibirnya.
"Iyah, iyah deh. Bukan anak kecil lagi, jangan ngambek gitu dong. Nanti mukanya jadi jelek." Ujar Vivi.
"Jadi boleh yah Kak, aku pergi nonton sama kak Rara." Ujar Reva.
"Iyah, boleh. Jangan pulang larut malam." Ujar Vivi.
"Reva nginap di apartemenku saja." Ujar Rara.
"Gak boleh." Ujar Vivi menolak.
"Kamu gak kasian liat saya bolak balik karena mengantar Reva, apartemenku dengan rumah Boss kan berlawanan arah. Kalau gue di culik karena pulang sendirian gimana." Ujar Rara.
"Siapa juga yang mau menculik kamu, yang ada penculiknya rugi." Ujar Vivi bercanda.
"Luncinta Luna kali, cantik jelita manjalita." Ujar Vivi bercanda sembari tertawa.
"Terserah lu deh, ini gimana nih, jadi di izinin nginap di apartemen gue kagak ?" Tanya Rara.
"Iya deh. Lu jaga adek gue yah." Ujar Vivi.
"Siap Boss, tenang saja Reva aman sama gue. Reva kan adik lu, berarti dia udah jadi adik gue juga." Ujar Rara.
"Ya udah, gue izinin. Ini juga karena lu temen gue, gue percaya lu deh." Ujar Vivi.
"Oke sip. Kalau begitu kita mau pergi dulu yah." Ujar Rara sembari berdiri dari tempat duduknya, dan di ikuti oleh Reva.
"Kak, aku pergi nonton dulu yah." Ujar Reva pamit.
__ADS_1
"Iyah, hati hati." Ujar Vivi sembari mengantar Reva dan Rara ke pintu. Rekan kerjaa yang ikut hadir, ikut berpamitan pulang.
"Kami pulang dulu yah, Mba Vivi, Pak Rendi.." Ujar rekan kerjanya.
"Iyah, Makasih yah sudah datang." Ujar Vivi.
Tamu sudah tidak ada lagi, kini mereka tinggal berdua. Rendi membantu Vivi membereskan piring kotor bekas acara tadi.
"Sayang, besok saja di cuci. Aku panggil orang saja untuk membersihkan ini semuanya." Ujar Rendi, yang memang di rumahnya belum ada pembantu karena Vivi melarang Rendi untuk menyewa pembantu.
"Mas, aku bisa kok bersih bersih." Ujar Vivi.
"Kali ini nurut yah, sayang." Ujar Rendi.
"Hm, Iyah deh." Ujar Vivi mengalah.
Mereka berdua memasuki kamar tidur yang sudah Rara sulap menjadi kamar tidur pengantin baru.
"Rara berlebihan deh." Ujar Vivi saat melihat kasur yang di taburi bunga mawar itu.
"Aku yang menyuruhnya. Kamu gak suka, sayang." Tanya Rendi Sembari berjalan ke arah Vivi dan memeluknya dari belakang
"Suka Mas, Makasih yah." Ujar Vivi.
"I Love You Sayang." Bisik Rendi tepat di telinga kanan Vivi.
"I Love You to Mas." Ujar Vivi membalas pernyataan Cinta Rendi, mereka berpelukan cukup lama. Setelah merasa cukup untuk berpelukan mereka segera ke kamar mandi untuk mandi bersama.
__ADS_1