
Vivi terbangun dari tidurnya dan meraih handponenya untuk melihat jam.
"sudah jam 06.30." ujar Vivi sambil turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Drrrrrtttt... Drrrrrttty..
Vivi buru buru keluar dari kamar mandi dan mengangkat telfonnya.
"Halo, ini dengan siapa ?" Tanya Vivi
"Halo nyonya Vivi saya bawahan pak Rendi, saya di tugaskan untuk menjaga nona Reva dan melaporkannya ke nyonya tentang perkembangan nona Reva." ujar laki laki di sebrang telfon.
"Oh iyah, pak. Adik saya kenapa pak ? dia baik baik saja kan." Tanya Vivi sedikit khawatir karna selama Reva ke America ini pertama kalinya dia di telfon, walaupun bukan Reva yang menelfonnya Vivi sudah senang.
"Nona Reva baik baik saja, sekarang sudah sadar hanya saja belum bisa dia ajak bicara karna dia baru sadarkan diri setelah lama koma, tunggu setelah nona Reva betul betul sembuh. Saya akan menelfon nyonya bila nona Reva sudah di perbolehkan untuk menelfon." ujar bawahan Rendi..
"Oyah pak, terima kasih sudah menjaga adik saya." ujar Vivi.
"Ini sudah kewajiban saya nyonya." ujar laki laki di sebrang telfon.
"Saya tutup dulu telfonnya, saya di panggil dokter." ujar laki laki itu lagi.
"Iyah pak." ujar Vivi kemudian menutup telfonnya.
Hari ini Vivi tampak bahagia karna Reva sudah sadar walaupun dia bum bisa berbicara langsung dengan adik kesayangannya itu,, tapi selama adiknya baik baik saja itu tidak masalah baginya..
Vivi kemudian ke dapur menyiapkan sarapan nasi goreng,, setelah makan vivi ke kamar mandi untuk mandi dan memakai baju kemeja putih, rok span selutut terbelah senada dengan warna jasnya warna abu abu tua,,.mengikat rambutnya dan memakai make up tipis di padukan dengan lipstik pink soft,, kemudian memakai jam tangan dan menyambar tasnya yang di atas meja sambil melangkah keluar apartemen memuju parkiran.. Vivi kini tidak harus naik taxi karna sekarang dia sudah mempunyai mobil sendiri pemberian calon suaminya...
sesampainya di kantor Vivi jalan dengan wajah berseri seri menuju ruangannya... dia mengambil tablet di dalam meja kantornya dan menuju ruangan Bossnya...
Tok...tok...tok..
"Masuk.. ujar Rendi
"permisi pak.. Vivi membuka pintu dan masuk melangkah menuju meja Bossnya itu..
"Jadwal bapak hari ini hanya rapat tentang penggalangan dana panti asuhan jam 10.00.. ujar Vivi..
"Dan ini perusahaan yang akan menjadi sponsor penggalangan dana pelelangan yang membutuhkan tanda tangan bapak.. ujar Vivi sambil menyodorkan lembaran kertas..
"hmmm,, kerja bagus.. kamu bisa keluar dan buatkan saya capucino.. ujar Rendi..
"oyah pak,, terima kasih,, adik saya sudah siuman dari komanya semua karna atas bantuan bapak.. ujar Vivi sambil membungkukkan badannya..
"Kamu tidak usab berterima kasih,, kamu cukup menjalankan peran kamu itu sudab cukup.. ujar Rendi..
"Iyah pak,,.saya akan berusaha...saya tidak akan mengecewakan bapak.. ujar Vivi,, yah hanya itu yang bisa Vivi lakukan untuk membalas kebaikan Bossnya.. walaupun ada kontrak antara mereka vivi tetap berterima kasih karna adiknya sudah lebih baik sekarang andaikan pak Rendi tidak membantunya mungkin Reva masih koma tanpa pengobatan yang lebih serius karna terkendala dengan biaya..
vivi keluar munuju dapur dan membuatkan pesanan pak Bossnya itu,, kemudian membawakannya ke ruangannya.. dia hanya meletakkan minuman dan cemilan di atas meja seperti biasa tanpa bersuara karna Bossnya sibuk memeriksa perusahaan yang akan mensponsori kegiatan amal yang akan di adakan..
Vivi kembali ke meja kerjanya dan melakukan aktifitas kantor..
"Vi,,.lo kemanasi belakangan ini jarang keliatan.. ujar Rara yang tiba tiba nongol di depan meja vivi ...
"eh busyet gue kaget tau.. ujar Vivi memegang dadanya..
__ADS_1
"hehee sorry,, habisnya gue kangen tau lo sih jarang keliatan.. lo sibuk yah urus pernikahan lo.. kalau lo kewalahan urus persiapan pernikahan lo, bisa kali nelfon gue.. ujar Rara..
"persiapan pernikahan gue itu udah ada yang urus,,.gue sibuk cari sponsor buat kegiatan amal, lo taukan gue yang bertanggung jawab mencari sponsor.. Lo sekarang lebih baik keruangan lo deh,, selesaiin tugas lo kalah gak mau kena marah Boss karna liat kita lagi menggosip di waktu jam kerja..ujar vivi sambil membalikan badan sohibnya itu dan mendorongnya untuk segera pergi..
"iyah iyah.. tapi sebentar kita makan siang bareng yah... ujar Rara..
"iyah deh.. ujar Vivi mengiyakan agar sahabatnya segera pergi..
Vivi kembali sibuk dengan tugas tugas kantor,, dia melirik jam tangannya yang sudah memunjukan pukul 10.00 dia segera ke ruang rapat..
Rapat di mulai setelah Rendi masuk ke ruangan... mereka mempresentasikan hasil kerja mereka yang sudah di tugaskan masing masing untuk kegiatan amal... dan mereka menyelesaikan tanggung jawab masing masing karna ia tau kalau Bossnya tidak akan memberi ampun bila ada yang coba coba tidak menyelesaikan tugasnya, satu kantor tau kalau Bossnya orang di siplin...
Jam menunjukan pukul 12.00 , akhirnya Rapat selesai..
"Vi,, makan yuk.. laper banget gue,, belum sarapan buru buru tadi takut telat.. ujar Rara
"iyah gue juga laper.. ketempat biasa aja.. ujar Vivi..
"kita ke restoran baru yang ini,, ujar Rara sambil menunjukan gambar yang di dalam handponenya..
katanya di kasi diskon.. ayo dong,, sekali kali.. ujar Rara lagi..
"Terserah lo deh .. ujar Vivi ngikut aja..
"lo mau apa di parkiran.. kita di depan aja tunggu taxi.. ujar Rara..
"yah mau apa lagi kalau ke parkiran.. yah mau ambil mobil lah.. ujar Vivi..
"emang lo habis mobil yah,, matap de temen gue,, bisa pinjam kan gue.. ujar Rara mengikuti langkah Vivi ke parkiran..
ayo naik,, gapain bengong di situ.. ujar Vivi yang menunggu temannya belum naik naik juga ke mobil..
"Bunyet dah lo.. siapa yang ngasi mobil lamborghini ke lo kaya ngasih krupuk.. baik bener tuh orang... gue jual semuah organ tubuh gue juga kaga bakalan cukup beli mobil gini,, nah lo di kasi kaya ngasi mainan.. ujar Rara sambil naik ke mobil...
"siapa sih yang ngasih mobil.. gue penasara .. ujar Rara penasaran..
"Pak Rendi yang ngasih.. katanya sebentar lagi gue bakalan jadi istrinya dan dia tidak mau kalau orang berfikir perhitunga ke istrinya dan biar gue gak telat juga ke kantor.. ujar Vivi me jelaskan..
"wah gue lupa kalau sebentat lagi lo jadi nyonya besar dan menjadi istri orang kaya,, mumpung lo nikah sama orang kaya lo harus suru dia beliin lo rumah mewah, kan nikahnya cuman setahun sayang kalau gak di manfaatin.. ujar Rara..
"gue tampol lo yah kalau bicara ngawur.. ujar Vivi..
"hehehe... Rara nyengir menghidar dari tangan Vivi yang hampir mengenai kepalanya..
mereka sampai di restoran merekapun makan dan kembali kekantor... setelah sampai di kantor Vivi memarkirkan mobilnya dan ke ruangannya melakukan aktifitasnya..
Drrrrttt.. Drrrrrtt...
"Halo pak.. ujar Vivi mengangkat telfon dari Rendi..
"Halo... mamah suruh kita ke rumah sebentar jam 15.00 kita ke sana.. ujar Rendi..
"Iyah pak... ujar Vivi dan telfon terputus.. seperti itulah pembicaraan Rendi dan Vivi selalu sesingkat itu ketika berbicara panjang lebar..
Jam sudah menunjukan pukul 14.30 Rendi keluar dari ruangannya ke ruangan Vivi langsung..
__ADS_1
"Kita ke rumah mamah sekarang.. ujar Rendi datar dan melangkah meninggalkan Vivi tanpa menunggunya..
Vivi spontan mengamnil tasnya dan memgikuti Bossnya sambil berlari kecil mengejar Bossnya.. setelah di deoan lift Vivi menekan tombol lift kemudian mundur sedikit untuk mempersilahkan Bossnya masuk duluan ke lift dan Vivi memyusulnya...
"Kamu ikut saya saja.. nanti mobil kamu saya suruh orang mengantarnya ke apartemen kamu.. ujar Rendi..
"Baik pak.. ujar Vivi..
Mereka berdua menuju ke rumah Rena tanpa ada percakapan.. setelah sampai rumah megah itu mereka di sambut oleh Rena..
"Sayang kamu kurusan,, kamu pasti sibuk sekali makanya sampai kurusa begini.. ujar Rena meriksa badan Vivi...
"Tidak juga kok mah,, ada Rendi yang bantuin saya.. ujar Vivi sambil tersenyum...
"Kamu pasti belum makan.. saya sudah masak kita langsung makan saja.. ujar Rena menarik tangan Vivi ke dalam rumah menuju ruang meja makan..
mereka bertiga makan dengan damai tanpa ada percakapan.. setelah makan vivi ingin membersihkan meja makan hanya Rena melarangnya dan menyuruh pembatu rumahnya memberseihkan..
"Kita ke kamar saya saja sayang,, ada yang ingin saya kasi ke kamu.. ujar Rena dan melangkah menuju kamarnya yang di ikuti Vivi..
"ini gelang giok peninggalan keluarga kami dan di kasih turun temurun ke anak anak kami.. karna anak mami laki laki,, maka saya akan memberikan ini ke istrinya.. ini saya berikan ke kamu.. ujar Rena memakaikan gelang giok ke Vivi..
"Tapi mah ini peninggalan keluarga mamah,, saya gak pantas menerima ini.. ujar Vivi menolak...
"Siapa bilang kamu gak pantas,, sebentar lagi kamu kan jadi istri Rendi dan kamu akan jadi keluarga ini juga.. ujar Rena...
"Terima kasih mah.. ujar Vivi menyerah karna tidak ingin mengecewakan Rena..
setelah selesai berbincang di kamar Vivi pamit pulang karna sudah menunjukan pukul 19.00..
"Mah saya pulang dulu.. sudah malam.. ujar Vivi pamit..
"Ya sudah,, setelaj sampai kamu harus istirahat besok adalah acara pernikahan kamu.. harus jaga kesehatan .. ujar Rena mengingatkan..
"Iyah mah.. saya pergi dulu.. ujar Vivi sambil mencium pipi Rena...
"Hati hati sayang... Rendi jaga menantu mamah yah.. ujar Rena ke Rendi..
"Pasti mah.. ujar Rendi dan mencium pipi mamanya..
Rendi memgantar Vivi ke apartemennya..
"pak,,.mamah memberikan saya gelang giok peninggalan keluarga bapak.. saya akan mengembalikannya nanti saat kita berpisah.. ujar Vivi memulai pemnicaraan di dalam mobil..
"Hmm.. itu sudah milik kamu,, mamah sudah memberikannya ke kamu,, ujar Rendi..
"Ini buat istri bapak.. dan saya bukan istri sungguhan bapak.. saya tidak bisa menerimanya.. ujar Vivi menolak..
"Terserah.. ujar Rendi..
setelah samapai di depan apartemen vivi turun dari mobil dan masuk kedalam apartemennya kemudian mandi dan tidur.. dia sangat lelah seharian banyak kerjaan di kantor..
********
Yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak (like dan komen) Yah..Biar autor tambah semangat...
__ADS_1
"Terima kasih sudah mampir...