
Mereka berangkat kerestoran Shabu Shabu Gen tempat perjanjian pertemuan makan siang dengan pak Hartono. Sesampainya di sana mereka langsung berjabat tangan.
"Halo pak, sudah lama menunggu ? ujar pak Rendy.
"Baru saja tiba." Jawab pak Hartono.
"Halo pak, saya sekertaris di perusahaan pak Rendy, nama saya Vivi."ujar Vivi memperkenalkan diri sambil berjabat tangan.
"Halo, saya Hartono."Balas pak Hartono.
Merekapun memesan makanan, sambil menunggu makanan di sajikan, Vivi memperkenalkan sedikit profil perusahaan desain tempatnya bekerja kemudian meyakinkan pak Hartono kwalitas desain perusahaannya. Pak Hartono mengagumi Vivi dengan kecerdasannya, dia pun tertarik bekerja sama dengan perusahaan desain milik pak Rendy.
Setelah makan mereka pun menandatangani kontrak masing masing.
Setelah kepergian pak Hartono Vivi pun bernafas lega. "hufft, akhirnya selesai juga."
"Kerjaan kamu lumayan,"ujar Rendy.
"Terima kasih pak." ujar Vivi.
"Saya akan kirim bonus kerja kamu di rekeningmu sebentar sore. Dan nanti malam jam 20.00 saya jemput kamu." ujar Rendy.
"Iyah pak." kata Vivi.
"Kamu boleh langsung pulang, tidak usah ke kantor." ujar Rendy.
"Kalau begitu saya pamit dulu pak." ujar Vivi kemudian keluar restoran, menunggu taxi yang di pesannya.
Taxi yang Vivi pesan akhirnya datang, Vivi memberi alamat salah satu butik kemudian belanja pakaian satu set. Karena di acara ulang tahun nyonya Rena vivi tidak boleh mempermalukan Rendy dengan pakaian sederhana, dia harus tampil mewah.
Setelah berbelanja Vivi langsung pulang. Vivi menaruh belanjaannya di atas meja ruang tamu dan membaringkan badannya ke sofa ruang tamu. Sungguh hari yang melelahkan-. Batin ciki sembari beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya. Baru saja iya akan menutup matanya, tiba tiba saja di kejutkan dengan suara handpone nya. Vivi merabah asal bunyi itu dan menjawab panggilan bendah pipih miliknya dan mendekatkan ketelinganya tanpa melihat siapa yang menelfon.
__ADS_1
"Halo," ujar si penelfon.
"Halo, ada apa dok, adik saya baik baik saja kan dok ?" vivi sudab hapal betul suara dokter yang menangani adiknya itu, karna dia sering menelfon untuk menanyakan kabar sang adik.
"Reva baik baik saja, saya hanya memberi tau kamu kalau besok Reva sudah bisa di berangkatkan ke Amerika untuk pengobatan. Apa kamu tidak ingin melihat nona Reva sebelum berangkat." ujar dokter kevin.
"Iyah dok, terimakasi selama ini sudah membatu merawat adik saya. Besok saya akan izin kerja." ujar Vivi. Sebenarnya Vivi tau kalau adiknya akan di kirim ke amerika untuk berobat tapi dia tidak menyangka kalau bossnya bergerak sangat cepat. Rendu menepati janjinya. Vivi tidak ingin berpisah dengan adik kesayangannya.Tapi demi kesembuhan Reva, Vivi harus rela berpisah untuk sementara, dia sudah mengorbankan dirinya harus menikah kontrak demi kesembuhan adiknya.
"Iyah, ini sudah kewajiban saya sebagai dokter, tidak usah sungkan begitu. saya tutup dulu telfonnya, saya masih ada jadwal operasi." ujar dokter kevin. kemudian menutup telfonnya.
Vivi termenung, memikirkan perjalanan hidupnya yang penuh lika liku. Walaupun banyak cobaan dia tetap bersyukur karna Tuhan selalu menunjukan jalan keluar.
Vivi melirik jam tangannya ternya sudah menunjukan pukul 18.40, dia langsung kekamar mandi membersihkan diri kemudian berdandan dan memakai baju hitam polos panjang bagian dadanya terbuka dan bagian bawahnya terbelah sampai diatas lutut yang menjadikannya terlihat seksi dan anggun.
Rendy sudah di depan apartemen Vivi, dia pun keluar dan mengunci pintu dan menghampiri sang Boss, Vivi pun masum kedalam mobil mewah lamborghini warna silver milik Rendy..
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, keadaan menjadi sunyi sampai Rendy membuka suara.
"Kamu hanya perlu mengikuti apa yang saya katakan, maka kamu akan baik baik saja." ujar Rendy sambil melirik Vivi yang tampak gugup.
"Kamu tenang saja, ada saya di sana. Kamu tidak usah takut." ujar Rendy menenangkan.
Mobil lamborghini yang ia tumpangipun berhenti di salah satu hotel mewah di jakarta. Rendy pun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Vivi.
Vivi terkejut karna Rendy memgulurkan tangannya, dia di perlakukan ala tuan putri.
"Andaikan ini bukam sandiwara saya pasti sangat bahagia di perlakukan sangat romantis, sayang ini semua hanya demi melancarkan sandiwara si Boss." Batin Vivi. Dia pun menyambut uluran tangan Bossnya itu sambil tersenyum. Iyah, dia harus melakukannya dengan sempurna agar tidak kelihatan kalau mereka hanya bersandiwara.
Rendy dan Vivi pun masuk, Vivi menggandeng tangan pak Rendy, tidak lama acara pun dimulai. tamu undangan memenuhi ruangan, Rendy berbincang dengan salah satu tamu sedangkan Vivi mencari tempat untuk duduk, karna kakinya mulai pegal memakai heels.Tiba tiba Rose teman masa kecil Rendy menghampiri Vivi yang sedang duduk sendiri.
"Kamu taukan Rendy masih sayang sama saya, dia hanya mangganggap kamu pelampiasan. Kami kenal satu sama lain kami tumbuh bersama dari kecil. Rendy tidak akan bisa meninggalkan saya, kamu hanya mainannya yang sewaktu waktu akan di buang jika sudah bosan." kata Rosa berbisik tepat di telinga Vivi.
__ADS_1
Vivi sebenarnya tau kalau dia hanya pelampiasan Rendy, tau kalau dia hanya pemeran pengganti. Vivi tau semua itu karna mereka akan menikah juga hanya sandiwara. Toh dia sangat tau semua itu tapi kenapa di dalam hatinya ada rasa sakit mendengar dari ucapan Rosa.Tiba tiba terdengar suara memanggil nama Vivi, Rendy memanggilnya. Vivi berdiri menghampirin pria yang baru saja memanggilnya.
Betapa kagetnya Vivi, saat Rendy tiba tiba menggenggam tangannya dan membawanya ke panggung tempat peniupan lilin tadi lalu dia mengambil pengeras suara.
"Saya disini ingin mengumumkan sesuatu." ujar Rendy sambil merangkul pinggang Vivi, sebenarnya Vivi tidak nyaman tapi dia menurut saja.
Tamu undangan kemudian berbalik dan memperhatikan perkataan pak Rendy.
"Minggu depan tepatnya tanggal 25 oktober saya akan menikah dengan kekasih saya Vivian william." ujar Rendy lagi yang membuat mama dan papahnya kaget. Yah, Rendy memang tidak memberitahu orang tuanya soal pernikahan ini.
Mereka pun turun dari panggung, yang di sambut para tamu. Mereka bergantian mengucapkan selamat. Vivi melihat Rose dari jauh, sepertinya dia merasa tidak senang dengan keputusan pak Rendy.
Setelah acara selesai mereka pun pulang, pak Rendy mengantar Vivi ke apartemennya.
Selama perjalanan tidak ada yang bersuara mereka larut dengan pikiran masing masing, sampai vivi ketiduran. Setelah sampai depan apartemen vivi, Rendy membangunkannya.
"Ehh, maaf pak saya ketiduran, sudah sampai yah." ujar Vivi.
"Iyah, tadi kerja bagus. Besok kamu boleh istirahat tidak usah kekantor." ujar Rendy. karna Rendi tau kalau besok adiknya Vivi akan di pindahkan ke Amerika.
"Iyah pak, Terima kasih." ujar Vivi.
"Dan terima kasih juga karna sudah menepati janji." Ujar Vivi lagi.
"Selama kamu menurut semuanya akan baik baik saja." ujar Rendy.
Vivi turun dari mobil. Setelah mobil pak Rendy sudah tidak kelihatan Vivi pun masuk ke apartemennya.
************
yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak yah like dan komen.
__ADS_1
mimin juga mengeluarkan novel terbaru loh yang berjudul 'My Boss Is Ice Cold' jangan lupa mampir yah.
Terima kasih sudah mendukung mimin.