Menikah Kontrak Dengan BOSS!

Menikah Kontrak Dengan BOSS!
Part 14


__ADS_3

Drrrrrrtttt.... Drrrrrrtttt...


Vivi mencari sumber suara itu dan mengangkat telfon genggamnya.


"Halo." ujar Vivi sambil mengucek matanya yang belum terbuka sepenuhnya.


"Halo Vi. kamu baru bangun yah ?" ujar Fendi di seberang telfon.


"Hmmm. Kak Fendi, ada apa ?" ujar Vivi setengah sadar.


"Kamu ada waktu gak sebentar sore,temenin saya cariin kado ulang tahun buat mami. Sekalian ikut aku ke rumah rayain ulang tahun mami, kata mami dia kangen banget sama kamu, udah lama gak ketemu sama kamu." Ujar Fendi.


"Hmmm, mami ada di jakarta ? kapan mami sampai ke Jakarta ? Iyah, sudah lama juga saya gak pernah ketemu mami." Ujar Vivi senang, karna memang saat SMA Vivi sering main ke rumah Fendi di jakarta dan menganggap ibunya Fendi sepeti ibunya sendiri, soalnya Ibunya Fendi gak punya anak Cewek dan menganggap Vivi seperti anaknya sendiri.


"Kemarin sore, dia ada urusan bisnis sekalian liburan." Ujar Fendi di sebrang telfon.


"Ya sudah, jam berapa kita beli kadonya." ujar Vivi bersemangat.


"Habis pulang kantor saja bagai mana ? sekitar jam 15.30, nanti saya jemput kamu di kantor kamu saja bagaimana ?" Tanya Fendi di sebrang telfon.


"Jam 16.00 aja. nanti jemput di apartemen saya saja sekalian saya mau mandi dan ganti baju." ujar Vivi, bisa gawat kalau Fendi jemput saya ke kantor, takut Pak Boss ke setanan lagi seperti tenpo hari waktu Fendi ajak saya ke restoran. Batin Vivi bergidik ngeri mengingat perlakuan Bossnya.


"Ya sudah. Saya tutup dulu telfon nya yah." ujar Fendi di sebrang telfon.


"oke. sampai ketemu nanti." ujar Vivi sambil menutup telfonnya.


Di liriknya jam Handpone nya ternyata sudah menunjukan jam 07.00,, vivi segera bergegas kekamar mandi untuk melakukan aktifitas mandi nya.. setelah mandi dia memakai setelan kantor sedikit dandan tipis,, kemudian ke meja makan yang hanya ada roti karna dia tidak sempat membuat makanan, berhubung jam 08.00 akan ada rapat jadi Vivi tidak mau kalau dia sampai terlambat,, makan roti cukup untuk mengganjal perutnya dan segelas susu putih yang di buatnya dengan tergesah gesah karna takut akan terlambat.. kalu dia sampai terlambat,, siap siap saja Vivi bakalan berurusan dengan ceramah sadis Bossnya itu...


Vivi buru buru turun dari apartemennya dan menahan taxi,, setelah sampai depan kantor Vivi membayar taxi kemudian berlari kecil menuju ruangannya.. dia menyambar tablet yang ada dalam laci meja nya dan menuju ruangan Boss nya..


Tok! Tok! Tok!


Ketuk Vivi di pintu ruangan Bossnya.


"Masuk." Ujar Fendi dari dalam ruangan.


Vivi membuka pintu kemudian mendekat ke meja kebesaran Bossnya itu. Kemudian membacakan jadwal nya untuk hari ini.


"Jadwal bapak hari ini:


Jam 08.00 ada rapat pemilihan desain untuk pelelangan amal penggalangan dana panti asuhan


jam 11.00 ada janji dengan clien yang memesan desain Hotel bintang lima.


Jam 13.00 ada janji makan siang bersama pak hartono.

__ADS_1


Jam 15.00 bapak akan main biliar bersama pak Rendra." Ujar vivi membacakan jadawal Bossnya yang hari ini sangat padat.


"Ya sudah, kamu bisa keluar." Ujar Rendi menyuruh Vivi keluar tanpa meliriknya dan tetap fokus ke kertas yang di pegangnya.


Vivi pun keluar menuju dapur kantor dan membuatkan Bossnya capucino dan menyiapkan beberapa cemilan.. dan membawanya ke ruangan Rendi.. dia meletakkan nya di atas meja tamu kemudian melangkah keluar ruangan.. yah seperti itulah kegiatan Vivi setiap pagi, namanya juga petsonal asistant.


Vivi melirik jam tangannya sudah menunjukan pukul 08.00, dia kemudian menelfon Bossnya mengingatkan kalau sudah waktunya rapat. Setelah menelfon Vivi menuju ruang rapat bersama karyawan lain.


Rendi pun masuk ruangan rapat, yang membungkam semua mulut karyawan yang asyik bercanda ria.


Rapat di mulai dari pembagian tanggung jawab dalam melaksanakan lelang amal penggalangan dana panti asuhan dan Rendi sendiri yang turun tangan mengawasi para karyawannya, sedangkan Vivi mendapat bagian mencari sponsor dan Rara mendapat bagian memilih desain para karyawan yang ikut berpartisipasi mendesain.


Rapat berjalan dengan lancar, semua panitia pelaksanaan penggalangan dana mulai sibuk dengan tanggung jawab masing masing.


"Ehh Vi, makan yuk ? laper banget nih gue." Ujar Rara.


"Gue juga laper, tadi cuman sempat makan Roti doang. Ya sudah kita ke restoran dekat kantor saya bagaiman ?" Tanya Vivi yang memang perutnya sudah berbunyi menandakan kalau ia juga sedang lapar.


"Lets Go beby." Ujar Rara.


Mereka berdua menuju Restoran terdekat dengan kantornya yang memang sudah jadi langganan mereka, selain dekat makanan nya juga gak kalah enak dengan restoran mewah dan yang lebih penting gak menguras dompet maklum Vivi kan lagi menghemat.


Setelah sampai Restoran Vivi dan Rara mencari tempat duduk pojokan dan memesan makanan..


"Cerita apaan, kayanya serius nih. Soalnya lo bukan tipe yang suka curhat." Ujar Rara penasaran.


"Jadi begini, aduh gue harus mulai dari mana yah." Ujar Vivi bingung.


"Ceriatain aja, terserah Lo mau mulai dari mana, dari ujung juga boleh." Ujar Rara kesal karna penasaran dan Vivi belum juga memulai ceritanya. Maklum Rara kan penggosib walau begitu jangan salah Rara termasuk orang yang setia kawan, makanya Vivi berani ceritain masalahnya dengan Rara.


"Jadi begini, tiga hari ke depan itu gue mau nikah." Ujar Vivi.


"Wah lo hebat yah, gak pernah dengar pacaran tau taunya udah mau nikah. Kenapa baru kasi tau gue sih. gak sekalian aja pas lo punya anak baru cerita ke gue. Lo sahabat gue apa bukan sih ?" Ujar Rara kesal.


"Yah soalnya saya juga baru tau baru baru ini, pernikahan mendadak gitu, kemarin kemarin kan kamu sibuk jadi gak sempet cerita." Ujar Vivi.


"Mendadak, lo hamil ? siapa yang berani berbuat begitu sama Lo ha." Ujar Rara menebak dan setengah berteriak saking kagetnya mendengar perkataan Vivi.


"Ssssttt. Lo berisik banget sih. Malu tau di liatin orang, lagian siapa yang hamil, otak lo tuh yang kotor." ujar Vivi.


"Yah terus kalau gak hamil kenapa harus mendadak.. emang siapa sih laki laki yang menggoyah kan hatimu." ujar Rara menggoda Vivi.


"Jangan ember yah," ujar Vivi nada mengancam.


"Iyah iyah, emang kapan sih gue pernah gosipin temen gue sendiri. Emang siapa calon Lo." Ujar Rara.

__ADS_1


"Dia itu pak Rendi Boss kita." ujar vivi.


" Apa, ,, jadi selama ini kalian pacaran,, wahhh kalian berdua hebat menyembunyikan sesuatu yah,, soalnya di kantor kalian saling cuek ,,, tau tau nya kalian udah mau nikah aja.. ujar Rara tidak habis pikir..


"yeh siapa yang pacaran.. kita itu menikah hanya setahun.. setelah itu selesai,, kita akan menjalani kehidupan masing masing.. ujar Vivi menjelaskan..


"Gimana ceritanya,, menikah hanya setahun,, emang pernikahan itu mainan apa.. ujar Rara yang makin gak ngerti dengan jalan cerita sahabatnya itu..


" Jadi begini ,, awalnya pak Boss itu dengar gue menelfon dengan dokter yang merawat Reva, gue sangat butuh biaya yang lumayan banyak terus dia nawarin gue pura pura jadi kekasihnya.. terus lama lama dia ngajak gue nikah kontrak gitu dengan imbalan adik gue berobat ke Amerika.. ujar Vivi..


"Boss suka kamu kali.. ujar Rara menebak..


"Dia gak suka sama gue,, malahan benci sama gue,, dia pernah bilang ke gue kalau gue itu seperti cewek di luar sana yang ngelakuin apa aja demi uang,,.. ujar Vivi mengingat kejadia itu yang membuat hatinya sakit..


"terus kalau dia benci Lo kenapa mau menikah sama Lo , apa untungnya coba.. ujar Rara penasaran..


"Menurut gue sih mungkin karna sakit hati sama mantan kekasihnya Rosa.. ujar Vivi..


"Lo tau dari mana.. ujar Rara penasaran..


"Yah gue pernah ke rumah pak Boss dan di sana ada Rosa mantan kekasihnya,, dia bilang ke gue kalau gue cuman pelarian,, Rosa pernah ke luar negri untuk mengejar karirnya dan memutuskan pak Rendi.. makanya pak Rendi membuat perjanjian pernikahan kontrak ke gue untuk balas dendam.. lebih tepatnya pernikahan ini karna kita saling menguntungkan bukan karna cinta.. ujar Vivi menjelaskan..


"Dan Lo serius mau menikah dengan cara seperti ini,, Lo yakin gak bakalan terjebak dengan pilihan kamu sendiri.. Lo gak bakalan sakit kan kalau nantinya kamu jatuh cinta dan pak Rendi lebih memilih Rosa..ujar Rara mengingatkan..


"tenang aja,, cuman setahun kok,, setelah itu gue dan pak Boss berpisah dan menjalani kehidupan masing masing.. ujar Vivi meyakinkan sahabatnya biar tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya walaupun dia sebenarnya ragu...


"Oke de,, semua terserah dari keputusuan Lo,, apapun keputusan Lo gue dukung,, asal Lo harus ingat apapun nantinya masalah Lo ingat ada gue.. gue bakalan selalu ada buat Lo.. ujar Rara...


"Makasih yah Ra.. Lo emang sahabag Gue.. Lo satu satu nya kenalan gue yang tau tentang pernikahan gue,, jadi Lo bisa kan jadi Wali gue di penikahan nantu.. ujar Vivi..


"tenang aja.. gue pasti datang dampingin Lo.. ujar Rara..


"Makasih yah.. ujar Vivi sambil memeluk sahabatnya itu..


"Gak udah berterima kasih,, Lo kan sahabat gue.. ujar Rara membalas pelukan Vivi..


"sudah jam 13.00,,.ke kantor yuk ,,.nanti di omelin pak Boss galak kalau terlambat.. ujar Vivi berdiri ke kasir membayar pesanannya tadi yang di ikuti Rara..


sesampainya di kantor Vivi dan Rara ke ruangan masing masing,,.karna Boss nya lagi keluar jadi Vivi tidak ada kerjaan,, dia pun mengecek perusahaan perusahaan yang akan dia ajak bekerja sama untuk mensponsori pelelangan perusahaannya itu.. kemudian menelfon satu satu perusahaan yang akan di ajaknya bekerja sama untuk membuat janji pertemuannya.. dia mengatur jadwal pertemuannya dengan para sponsor untuk membicarakan kerja sama nya.


*************


Yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak (Like dan Komen ) yah...


"Terima kasih sudah mampir..

__ADS_1


__ADS_2