Menikah Kontrak Dengan BOSS!

Menikah Kontrak Dengan BOSS!
Part 25


__ADS_3

Paginya Vivi langsung ke dapur beraktifitas memasak untuk sarapan suaminya.


"Pagi Vi." ujar Rendi.


"Hmmm, sudah bangun yah." Ujar Vivi.


"Hari ini kamu tidak usah ke kantor, kamu kemas kemas saja barang barang pribadimu. Nanti sore kita akan pindah di rumah baru. katanya rumahnya sudah di bersihkan jadi sudah bisah di tinggali." Ujar Rendi ke Vivi sambil duduk di kursi makan memunggu sarapan siap.


"Oke." Ujar Vivi singkat sambil menyajikan sarapan dan mereka kemudian menyantap sarapannya.


Setelah makan Vivi membersihkan dapur dan Rendi ke kamarnya buat mandi. Setelah selesai mamdi Rendi berpakaian rapi siap siap ke kantor.


"Vi aku ke kantor dulu, Nanti sore baru ku jemput, kamu siap siap saja. Kamu kemas barang barang pribadi mu saja." Ujar Rendi setengah berteriak karena dia sudah di ruang tamu memakai sepatunya sedangkan Vivi masih di dapur.


"Barang barangmu aku kemas juga gak ?" Tanya Vivi membalas teriakan Rendi.


"Gak usah, tinggalin saja di sini." Ujar Rendi kemudian melanglah keluar menuju kantor.


Setelah beres di dapur Vivi ke kamarnya mengemas pakaian dan barang barang pentingnya yang akan dia bawa ke rumah barunya, mumpung hari ini libur Vivi ingin berkunjung ke rumah mamanya Fendi dan juga sekalian mau memberikan hadiah ke Fendi yang ia beli di Bali.


Tidak butuh lama mengendarai mobil, Vivi sudah sampai di tempat tujuan.


Tok! Tok! Tok!


"Non Vivi! Masuk non, nyonya ada di halaman belakang, tunggu biar saya panggilin." Ujar pembantu rumah Fina.


"Gak usah Bi, biar aku saja yang samperin mami." ujar Vivi.


"Baik non." Ujar si pembantu.


Vivi berjalan ke halaman belakang,di sana ada Fina sedang duduk santai sambil menikmati secangkir teh hijau.

__ADS_1


"Mami, aku datang," Ujar Vivi berlari kecil memeluk Fina.


"Mami marah nih, kamu gak pernah nengok mami." Ujar Fina pura pura ngambek.


"Maaf yah mih, di kantor sibuk banget. Mami jangan marah dong, gimana kalau aku masak makanan ke sukaan mami." Ujar Vivi.


"Oke, kali ini mami maafkan." ujar Fina sembari tersenyum riang.


"Aku juga mau nih di masakin sama cewek cantik." Ujar Fendi entah nongol dari mana tau taunya sudah ada di belakang Vivi.


"Tenang saja, kebetulan aku juga belum makan sekalian kita makan siang bareng." Ujar Vivi gembira.


Vivi kemudian masuk ke dapur dan memasak untuk makan siang, setelah masak Vivi memanggil mami dan Fendi untuk makan siang bersama.


"Anak gadis mami emang paling jago masak dan paling tau selera mami deh." Ujar Fina memuji.


"Hehehe, harus dong mami." Ujar Vivi berbangga diri.


"Aku mau tepatin janjiku ke kakak, walaupun bukan buatanku sendiri, tapi ini aku beli saat liburan ke Bali buat kakak." Ujar Vivi sambil memberikan nyal Rajut abu abu ke Fendi.


"Terima kasih tuan putri." Ujar Fendi menerima hadiah dari ViVi.


"Kak Fen, aku mau bilang sesuatu ke kakak." Ujar ViVi tiba tiba.


"Wah bilang apa, kayanya serius banget. Mau nembak aku yah, aku gak bakalan nolak kok. hehehe." Ujar Fendi bercanda sembari terkekeh riang.


"Kak Fendi aku itu serius." Ujar Vivi kesal dan memukul lengan Fendi.


"Iyah iyah, kamu mau cerita apa ?" Tanya Fendi.


"Aku sudah nikah seminggu yang lalu kak." Ujar Vivi akhirnya memberanikan diri menceritakan semuanya. Fendi hanya terdiam menunggu kelanjutan cerita Vivi.

__ADS_1


"Aku menikah kontrak dengan seorang pengusaha kaya, dan kami akan berpisah setelah satu tahun, aku melakukan itu karna punya alasan pribadi yang gak bisa aku ngomongin ke kakak." Ujar Vivi menunduk.


"Hufffttt." Fendi membuang nafasnya kasar...


"Kakak bakalan dukung keputusan kamu, apapun itu, jika suatu hari kamu butuh seseorang untuk menceritakan masalahmu dan butuh perlindungan. kakak akan selalu di baris terdepan untuk lindungin kamu." Ujar Rendi setelah diam cukup lama...


"Terimakasih yah kak, kakak selalu baik ke ViVi. Vivi ngelakuin ini karna ada alasannya, tapi Vivi belum bisa ngasih tau kakak alasannya." Ujar Vivi.


"Tenang saja, walaupun seluruh dunia meninggalkanmu kakak akan tetap di sisimu, mendukungmu." Ujar Fendi.


Vivi kemudian bersandar di bahu Fendi, suasana hening, hanya hembusan angin. Vivi tertidur di bahu Fendi,, Fendi tau betul kalau Vivi selalu tertidur setelah menangis. Fendi mengangkat Vivi ke kamar tidurnya membaringkan gadis kesayangannya di atas kasurnya..


"Kamu akan selalu jadi gadis kesayangan ku." ujar Fendi yang tentu saja vivi tidak mendengar karna dia sudah tertidur pulas. Setelah puas memandangi wajah Vivi, Fendi melangkah keluar kamar dan berpamitan ke mamahnya untuk ke kantor tanpa menunggu Vivi terbangun.


Jam sudah menunjukan pukul 15.00 Vivi terbangun, dia buru buru mencuci mukanya yang masih setengah sadar, dan pamit ke mami nya untuk pulang.


"Mah aku pulang dulu yah." Ujar Vivi.


"Sudah mau pulang sayang, mami kirain mau nginap." ujar Fina kecewa.


"Lain kali saja mi, aku masih ada urusan, aku pergi dulu yah. Bay mami." Ujar Vivi kemudian berlari kecil menuju parkiran.


"Hati hati sayang, jangan ngebut ngebut." Ujar Fina setengah berteriak karna Vivi sudah berlari keluar.


Vivi buru buru pulang ke apartemen karna takutnya Rendi sudah pulang dari kantor dan mendapati dirinya tidak ada di apartemen, padahal Rendi sudah memberitaunya kalau hari ini bakalan pindah di rumah yang baru. Vivi takut cari masalah karna Rendi sudah membantunya keluar dari kesulitan, walaupun setelah menikah Rendi baik padanya tapi dia juga tau kalau dirinya bukanlah istri yang di inginkan Rendi, dia hanya sebuah pemeran pengganti yang akan di buang saat dia sudah baikan dengan pemeran utama.


********


Yang sudah mamir jangan lupa tinggalkan jejak (like dan komen) yah.


yang penggemar anime jepang bisa mampir di chanel youtune aku S.W A https://youtu.be/FNCjlUO5e8g..

__ADS_1


"Terima kasih sudah mampir"


__ADS_2