
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit Nida dan Dion sudah sampai di perusahaan Yohan.
" Nona ini sudah sampai , silahkan turun dan tunggu di lobby saya mau memakirkan mobil dulu sebentar " Ucap Dion.
" Ohh iya silahkan " Ucap Nida.
" Wow ini benar perusahaannya sendiri ,benar - benar megah sekali ,masak dia yang jadi CEO nya" Ucap Nida yang masih bertanya - tanya.
" Maaf Nona ada sedang menunggu siapa " Tanya sang resepsionis.
" Ohh iya mbak saya menunggu tuan Dion, dan saya disuruh menunggu di sini " Jawab Nida pada resepsionis wanita tersebut.
" Ohh ya buk, silahkan duduk kembali "Ucap sang resepsionis ramah.
" Iya mbak Terima kasih " Ucap Nida Sopan.
Nida melihat karyawan disana yang sedang bekerja.
" Ehh, siapa wanita itu apa jangan - jangan wanita penggoda lagi yang sok polos pakai baju seperti itu " Ucap sang karyawan wanita yang melihat sinis ke arah Nida.
" Huss, nanti omongan mu di denger pak Dion bisa-bisa kamu di pecat, lanjut bekerja saja" Ucap karyawan pria lainya.
" Kenapa dia memandang ku tak suka begitu, apa aku salah pakai baju kayak gini " Ucap Nida dalam hati.
" Ayoo Nona, anda sudah di tunggu di ruangannya, mari saya antar " Ucap Dion yang tiba-tiba datang
" Iya assisten Dion " Ucap Nida kaget karna Dion tiba-tiba saja datang di samping nya.
" Dan kalian semua jangan pernah bergosip atau nanti saya pecat, mengerti " Ucap Dion pada karyawan nya.
" Mari nona" Ajak Dion dan Nida mengangguk .
Dion dan Nida menggunakan Lif khusus presdir untuk menuju lantai 20 di ruangan Yohan berada.
Ting..
" Sampai Nona " Ucap Dion.
Tok... tok.... tok...
" Masuk " Ucap Yohan dari dalam ruangan.
" Tuan, Nona Nida sudah sampai dan saya permisi dulu tuan " Ucap Dion sambil membungkukkan badannya.
" Hemmm " Suara deheman Yohan.
" Lohh anda tak menemani saya Asisten Dion " Tanya Nida.
" Tidak Nona, saya permisi " Jawab Dion yang berlalu pergi begitu saja.
" Ngapain kamu ajak Dion, kan sudah ada aku di sini " Ucap Yohan dingin.
" Gak apa -apa kok " Ucap Nida gugup dan takut.
" Sayang kamu cantik sekali walau gak pakek make up, benar - benar cantik alami " Ucap Dion kagum dalam hati.
" Ini orang kenapa nglihatin aku kayak gitu, ahh pasti dia ilfil kepada ku karna penampilan ku yang tak menarik ini " Ucap senang Nida dalam hati.
" Kenapa kamu senyum - senyum begitu " Tanya Yohan.
" Gak kok " Ucap Nida.
" Emm, apa kita batalkan saja rencanamu menikahi saya, pertama sebelum nya saya gak kenal sama anda, kedua kenapa anda mengalami sahabat saya untuk mendapatkan saya " Ucap Nida dengan bicara formal.
" Karna aku tertarik padamu " Ucap singkat Yohan.
Yohan tak mengaku kalau dirinya sudah jatuh cinta pada Nida karena gengsi nya itu.
" Tapi pernikahan bukanlah main - main " Ucap Nida.
" Siapa yang mempermainkan pernikahan, aku tak pernah mempermainkan yang namanya pernikahan " Ucap Yohan.
" Tapi gimana dengan istri anda, aku tak mau jadi diri di rumah tangga anda " Ucap Nida yang tak tau kalau Yohan duda.
__ADS_1
" Aku seorang Duda " Ucap singkat Yohan.
" Kita juga gak kenal dan tak saling cinta gimana nasib rumah tangga kita nantinya " Ucap Nida.
" Udah ngomongnya " Ucap Yohan.
" Sudah " Ucap Nida.
" Aku mau rapat dulu selama 2 jam " Ucap Yohan.
" Ok aku juga mau pulang " Ucap Nida.
" Siapa yang menyuruh mu pulang haa " Ucap Yohan lantang.
" Kau tunggu disini sampai aku selesai rapat, mengerti " Ucap Yohan dengan nada menyeramkan bagi Nida.
" Tapi.... " Ucap Nida.
" Tak ada tapi - tapian dan juga tak ada bantahan mengerti " Ucap Yohan lantang.
" Iyaa" Ucap takut Nida.
" Dion bawa sini pesanan ku " Ucap Yohan di sambungan teleponan nya.
Tok... tok.. tok..
" Masuk" Ucap Yohan.
" Permisi tuan ini pesanan anda " Ucap Dion.
" Taruh meja " Ucap Yohan.
" Dan berikan padanya " Ucap Yohan lagi.
" Nona ini ada makanan kesukaan anda" Ucap Dion sambil mengambil makanan di tas yang ia bawa.
" Ini ada bakso, salad buah, ice krim coklat, snack, minuman sari kacang hijau, buah pisang dan terakhir nasi ayam geprek "Ucap Dion yang menyebut kan makanan yang ia bawa tadi.
Nida langsung melotot mendengar ucapan Dion.
" Gilaa banyak banget " Ucap Nida dalam hati.
" Itu untukmu dan juga makanan kesukaan mu bukan, baik kan aku " Ucap Yohan.
Nida mau bicara tapi tapi di potong oleh Yohan.
" Tak perlu berterima kasih, karna aku memang baik " Ucap Yohan dengan gaya PD nya.
" Ayoo Dion kita ke ruang rapat " Ajak Yohan.
" Baik tuan muda " Ucap Dion.
" Sayang jangan pernah keluar dari ruangan ku ini, kalau keluar nasib sahabatmu akan hancur, mengerti " Ucap Yohan dingin.
" Iya mengerti tuan " Ucap Nida takut melihat wajah Yohan.
" Aku pergi dulu " Ucap Yohan sambil mencium kening Nida.
Nida kaget dengan sikap Yohan yang tiba - tiba mencium keningnya tanpa izin.
Nida masih saja mematung dengan kepergian Yohan tadi.
" Bener - bener gak sopan itu orang main cium - cium segala lagi " Ucap Nida.
" Dan ini apa , makanan sebanyak ini apa habis coba " Ucap Nida lagi.
" Tapi kok dia tau ya makanan kesukaan ku " Ucap Nida yang bermonolog sendiri.
" Ku kira bisa gagal ini rencana dia untuk tidak menikah denganku, tapi apa ? dia malah mengurung ku disini, hahh " Ucap Nida kesal.
******
Sementara di restoran Safira kedatangan Rendy.
__ADS_1
" Sayang gimana ya nasib Nida di sana, jangan - jangan dia disakiti sama tuan muda Yohan " Ucap Safira.
" Gak akan sayang, Yohan seperti nya sangat mencintai dan menyayangi sahabatmu itu " Ucap Rendy.
" Iya semoga saja " Ucap Safira.
" Maaf sayang, aku tak bisa bantu kamu dari ancaman Yohan, kalau dia sudah cinta maka dia akan nglakuin hal yang ekstrim untuk mendapatkan nya " Ucap Rendy.
" Iya juga ya, semoga saja Nida bahagia dengan mafia seperti tuan Yohan yang kejam itu " Ucap Safira .
" Apa kamu lupa kalau kekasih mu ini juga Mafia kejam yank " Ucap Rendy dingin.
Glekk...
" Emm, maaf yank aku lupa " Ucap Safira takut.
" Kenapa kamu takut sayang , aku tak akan menyakitimu " Ucap Rendy.
" Iya aku percaya itu " Ucap Safira sambil tersenyum.
" Sayang kalau Nida menelfon atau WA hiraukan saja, karena pasti dia mau kabur dari Yohan " Ucap Rendy.
" Ok " Ucap Safira.
*******
Sementara di kota Surabaya.
" Sayang 5 hari lagi kita akan menikah, kau mau bulan madu kemana " Tanya Selly.
" Gimana kalau ke Turki sayang, aku pengen kesana " Jawab Ardi.
" Ok! Kita bulan madu kesana " Ucap Selly.
" Akhirnya aku dapat istri kaya, untung aku selingkuh dengan Selly , aku sangat beruntung " Ucap Ardi dalam hati.
" Nida Nida suami tampan mu ini akan menjadi milikku, sungguh senang hatiku " Ucap Selly dalam hati.
" Sayang besok kita berangkat ke Jakarta ya" Ucap Selly dengan nada manja.
" Katanya lusa baby " Ucap Ardi.
" Aku ingin memberikan undangan pernikahan kita ke mantan istrimu yang jelek itu " Ucap Selly.
" Iya sayang apapun untukmu aku turuti " Ucap Ardi.
Ardi dan Selly melangsungkan pernikahannya di Jakarta, karena Selly ingin melihat berapa hancurnya Nida melihan dirinya menikah dengan mantan suaminya.
Karena kebetulan perusahaan cabang nya juga ada disana.
Selly sudah sudah tau kalau Ardi di bohongi oleh kedua orang tuanya dengan keberadaan Nida sekarang.
Dia menyuruh orang untuk menyelidikinya dan ya berhasil tau keberadaannya di Jakarta.
Makannya dia ingin menggelar pesta pernikahannya dengan Ardi di Jakarta karena dia ingin membuat Nida sakit hati dan terpuruk.
Mungkin kalau Nida di Kalimantan,Selly pasti menggelar pernikahan di sana.
******
Di perusahan Yohan.
" Kenapa Safira gak ngangkat telfon ku sihh " Ucap Nida.
" Benar - benar ngeselin itu orang main kurung - kurung anak orang " Ucap Nida yang mulai kesal.
**Bersambung.........
Jangan lupa like
Vote yang banyak dan komen ya
😀😀😀😀😀**
__ADS_1