
" Pa, menantu kita baru sampai juga udah di tanyain begitu " Ucap mama Fenny.
" Sudah ma,aku mau kasih pertanyaan kepadanya " Ucap papa Gavin.
" Aku tanya, kamu kerja dimana " Tanya Gavin ke Nida.
" Kerja di restoran sahabat saya pak " Jawab Nida.
" Kamu bisa muda sekali, apa kamu pernah menikah atau belum " Tanya Gavin.
" Saya pernah menikah dan mempunyai anak 1 " Jawab Nida.
" Ok, dimana kamu bertemu dengan Yohan " Tanya Gavin lagi.
" Di cafe " Jawab Nida lagi.
" Gila bener, aku berada disini seperti mau melamar pekerjaan saja " Ucap Nida hati.
" Sudah pa, aku tak mempermasalahkan status apapun dari menantuku, yang penting setia dan cinta pada anakku yang sudah tua itu " Ucap Fenny.
" Ma aku belum tua " Protes Yohan.
" Aku gak mau rumah tangga Yohan gagal seperti pernikahan pertamanya " Ucap Gavin.
" Sayang kamu mau minum apa " Tanya Fenny ke Nida.
" Apa saja buk"Jawab Nida sopan.
" Oh ya buk, tadi saya belum bersalaman sama ibuk dan bapak " Ucap Nida yang langsung bersalaman bersama Gavin dan Fenny.
" Wahh kamu sopan sekali sayang, Yohan aja tak pernah mencium tangan mama " Ucap Fenny sambil menyindir Yohan.
" Benar - benar beda sama Feli ini perempuan " Ucap Gavin dalam hati.
Yohan cuman melengos kesal dengan ucapan mamanya.
" Bibi, sini deh " Teriak Fenny memanggil pelayan.
" Ya nyonya " Ucap sang pelayan.
" Tolong bikinin kopi 2 dan jus alpukat 2 ya " Ucap Fenny.
" Baik nyonya " Ucap sang pelayan.
" Sayang kamu jangan panggil mama dengan sebutan ibuk. Panggil saja mama dan papa seperti Yohan memanggil kita " Ucap Fenny .
" Baik buk eh ma " Ucap Nida.
" Gitu dong " Ucap mama senang.
" Sayang kamu cantik sekali, pantes Yohan tergila-gila padamu " Ucap Fenny.
" Dan asal kamu tau, Yohan itu seperti kulkas, kok kamu mau sih sama dia " Ucap Fenny lagi.
" Iya, kenapa kamu mau sama duda tua seperti dia " Ucap Gavin menimpali omongan istrinya.
" Mama, papa aku gak tua ya, aku masih tampan kali umur juga masih 36 tahun " Ucap Yohan.
" Apa " Ucap Nida spontan.
" Ada apa sayang, kok kaget gitu" Ucap Fenny.
" Gak apa - apa buk eh maksud ku mama " Ucap gugup Nida.
" Sayang, kenapa kamu kaget seperti itu. Apa kamu kaget mendengar umur ku " Tanya menyelidik Yohan.
" Eh iya eh tidak - tidak " Ucap Nida bingung mau jawab apa.
" Jujur saja sayang hemm " Ucap Yohan.
" Berarti, aku nikah sama om om dong " Ucap Nida berani.
" Hahahahaha, Fenny dan Gavin tertawa mendengar ucapan polos Nida.
" Benar kata mu , dia gak pantas dengan kamu, dia seperti om om dan keponakan kalau jalan bersamamu " Ucap Gavin sambil tertawa.
Hahahaha..... Mereka masih menertawakan Yohan.
" Permisi Nyonya, ini minumanya" Ucap sang pelayan membawa minuman.
" Ini sayang minumlah jus nya, pasti haus kan " Ucap Fenny menyodorkan jus buat Nida.
" Terima kasih ma " Ucap Nida yang menerima jus nya.
Nida langsung minus jus alpukat nya di karenakan haus di introgasi papa Gavin.
" Pa,ma kalian jangan salah. Walaupun aku sudah seperti om om, tapi di kalau urusan ranjang membuat Nida ketagihan " Ucap Yohan tanpa malu.
__ADS_1
Uhuk..uhuk..
Nida kaget mendengar kata Vulgar di depan nya dan juga orang tuanya.
" Kamu kenapa sayang, pasti kaget ya mendengar si anak nakal itu " Tanya Fenny.
" Sayang kamu jangan kaget dan malu gitu, kita kan pernah menikah. Apa kita besok menikah saja dan kita praktekkan langsung di ranjang untuk bercinta " Ucap Yohan menggoda Nida sambil mengedipkan matanya.
" Heh son, kamu tak sabar rupanya " Tanya Gavin.
" Iya lah pa, aku kan lama menduda " Ucap Yohan.
Nida sangat lah malu dengan ucapan Yohan.
Bukan malu saja, Nida pipinya merah merona seperti tomat.
" Sudah , jangan ngomongin itu lagi. Lihat menantuku malu dengan ucapan kalian " Ucap Fenny.
" Sialan si sadis itu, aku malu banget " Ucap Nida dan hati.
******
Sementara di markas black lion.
" Siapa yang menyuruh mu untuk melukai bos kita, jawab " Ucap Roberto anak buah Yohan.
" Hahaha, bukan urusan mu " Ucap sang laki-laki bertato.
" Oh tak mau jawab ya " Ucap Roberto dengan senyum menyeregai.
" Cih, sampai kapan pun kamu tak kan tau bos ku " Ucap laki-laki yang di tawan itu.
Dor ...Dor....
Roberto menembak tawanan tersebut di kedua kakinya.
" Ahhhh, brengsek kau, seperti bos mu brengsek " Ucap sang tawanan yang kesakitan akibat di tembak Roberto.
" Itu belum seberapa, nanti bos ku kemari, pasti kau akan di masukkan kadang singa " Ucap Roberto.
Glek,....... Tawanan tersebut langsung menelan ludahnya kasar mendengar ucapan Roberto.
" Brengsek kau, bisanya mengancam " Teriak laki-laki tersebut.
" Joe, kamu jaga tikus pengganggu itu, nanti malam bos datang " Ucap Roberto.
" Baik bos " Ucap Joe.
******
" Yohan, kamu ajak menantu mama keliling mansion ini dulu sambil menunggu makan siang " Ucap Fenny.
" Hemm " Cuman deheman Yohan.
" Mulai kumat deh kulkasnya " Sindir Fenny.
" Sayang rubah lah manusia kulkas ini jadi bucin sama kamu " Bisik Fenny ke Nida.
Nida cuman tersenyum kikuk mendengar bisikan sang calon mertuanya.
" Ayo sayang aku ajak ke kamar ku dulu " Ucap Yohan.
" Tapi... " Ucap Nida.
" Ayo " Ucap Yohan sambil menggandeng tangan Nida.
Ceklek...
" Ini kamar aku pas aku tidur di sini " Ucap Yohan.
" Emang kamu tidur dimana kalau tidak disini " Tanya Nida.
" Di mansion ku sendiri " Jawab Yohan.
" Haduh, keluarga nya ini sekaya apa sih, ini aja rumahnya mewah pakek banget, tapi dia punya rumah sendiri " Ucap Nida dalam hati.
"Aku kan sudah nunjukkin kamar aku, jadi ayo aku ajak keliling mansion ini " Ucap Yohan sambil menggandeng tangan Nida.
Nida dan Yohan mengelilingi mansion nya.
Nida sangat lah kagum dengan mewahnya rumah calon mertua nya tersebut.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang.
" Ayo makan siang dulu " Ajak Yohan.
" Iya " Ucap Nida.
__ADS_1
" Si sadis berubah jadi kucing jinak " Ucap Nida dalam hati.
" Ayo sayang makan siang " Ucap Fenny.
" Iya ma " Ucap Nida.
" Kamu tau ,Yohan menyuruh koki disini memasak makanan kesukaan kamu " Ucap Fenny.
Nida melihat menu makanan disana ada Sop ayam dan nasi pecel lele kesukaan nya.
" Maaf ma, Nida jadi ngrepotin kalian sekeluarga " Ucap Nida sangatlah sungkan .
" Gak apa-apa sayang , itu tandanya Yohan sangat cinta sama kamu " Ucap Fenny.
Blushhhh...
Muka Nida langsung bersemu merah mendengar ucapan Fenny.
" Oh iya aku lupa kenalan, sebelum makan aku mau beli tau nama papa dan mama " Ucap Fenny lupa memberi tau calon menantunya siapa namanya.
" Aku mama Fenny Alaxander dan papa Gavin Alaxander yang paling tampan ini " Ucap Fenny.
" Cih, dah tua aja tampan " Ucap Yohan.
" Emang papa masih tampan " Ucap Gavin.
" Aku seperti punya keluarga lagi melihat keharmonisan mereka " Ucap Nida dalam hati.
" Dan kamu tau sayang, mama dan papa merestui kalian berdua " Ucap Fenny.
" Dan menurut mama, 2 Minggu lagi kalian menikah " Ucap Fenny.
" Apaaaa " Ucap kaget Nida.
" Kamu kenapa kaget sayang, emang Yohan tak memberitahu mu " Tanya Fenny.
" Hehehe, mungkin Nida lupa ma? Iya lupa " Ucap Nida dengan senyuman palsunya.
" Kurang ajar si sadis ini, main mengambil keputusan sendiri " Ucap Nida dalam hati sambil menatap tajam Yohan.
" Aku tau kamu marah sayang, haha. " Ucap Yohan dalam hati dengan senyum kemenangan.
Mereka semua sudah selesai makan siang nya, Nida langsung pamit pulang dengan di antarkan Yohan, karena Nida canggung terus berlama-lama disana.
" Sayang kamu aku antarin kemana " Tanya Yohan.
" Ke restoran " Ucap Nida
" Ok " Ucap Yohan.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya sampai parkiran.
" Sampai sayangku " Ucap Yohan.
" Ya aku keluar " Ucap Nida.
" Jangan keluar dulu, kasih aku vitamin " Ucap Yohan.
" Vitamin ciuman " Ucap Yohan lagi.
" Jangan macam - macam kamu " Ucap Nida panik.
" Aku mau satu macam saja sayang " Ucap Yohan.
Yohan mendekati wajah Nida dan langsung mencium leher Nida.
" Kamu apakan leher ku, minggir gak, aku keluar " Ucap Nida memberontak.
" Cuman tanda cinta dari ku sayang, kalau kamu sudah jadi milikku" Ucap Yohan.
" Minggir, aku mau keluar " Ucap Nida.
Cup...
Yohan langsung mencium bib*r Nida dan melum*tnya, Nida tak kunjung membuka mulutnya, akhirnya Yohan menggigit bibir Nida dan akhirnya perlahan Nida membuka mulutnya.
" Sudah " Ucap Nida langsung mendorong Yohan.
" Kenapa" Ucap Yohan.
" Aku tak bisa bernafas, kau mau membunuhku " Ucap Nida.
" Kamu tau sayang bibir mu sangatlah manis seperti madu " Ucap Yohan.
" Mesum " Ucap Nida sambil membuka pintu mobil dan langsung berlari masuk ke restoran sahabat nya.
" Aku sengaja membuka pintu mobilnya,biar dia bisa lari, hehe " Ucap Yohan.
__ADS_1
" Bibirmu manis sayang, membuat aku ketagihan dan candu bagiku " Ucap Yohan sambil memegang bibir nya.
Bersambung......