
Di pagi yang cerah membuat bibr Yohan tak berhenti tersenyum karena tadi malam telah melakukan malam yang panjang penuh gair*h bersama wanita yang di cintainya itu.
" Kau sungguh nikmat sayang, walaupun kau sebelumnya sudah menikah tapi rasanya seperti masih perawan saja. Sempit dan ahh " Ucap lirih Yohan.
" Pasti kau lelah sayang, melihatmu tidur menggemaskan seperti ini sudah membuat ku ingin lagi " Ucap Yohan.
" Hallo pak Yan, tolong buatkan sup ayam dan juga bawakan susu dan buah - buahan untuk sarapan kami, dan langsung bawa ke kamar " Ucap Yohan yang menelfon kepala pelayan.
Tut..... , Yohan mematikan telefonnya.
Yohan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Aduh, badan ku rasannya pegal semua " Ucap Nida yang bangun dari tidurnya.
" Gila,,, si sadis tadi malam benar-benar membuat aku tak berdaya. Dua perkasa sekali " Ucap Nida.
" Kemana dia sekarang " Ucap Nida yang celingak celinguk mencari Yohan.
" Bodoh amat, ngapain juga aku mencari dia " Ucap Nida dalam hati.
Ceklek.... , pintu kamar mandi terbuka.
" Sayangku, kau sudah bangun ?" Tanya Yohan.
" Emm, sudah tuan " Jawab Nida.
" Kau seperti nya sangat bahagia sekali sayang. Apa kau sangat menikmati tadi malam sayang " Ucap Yohan yang menggoda istri nya.
" Tidak " Elak Nida.
__ADS_1
" Tapi tadi malam kau terus mendesah namaku tanpa henti sayang " Ucap Yohan dengan senyum devilnya.
" Itu semua karena kamu pintar membuat aku tak perdaya,sialan " Umpat Nida dalam hati.
" Gak ada, pasti kamu salah dengar " Elak Nida lagi.
" Apa kita mengulangi yang tadi malam, supaya kau ingat kau mendesah nikmat sayang " Goda Yohan.
" Emm.. Gak usah, badanku masih sakit dan aku ingin mandi " Gugup Nida yang mendengar ucapan vulgar suaminya itu.
" Dasar laki-laki mesum, sadis,, hahh, udah remuk kayak gini dia malah menggoda ku " Umpat Nida yang amat kesal dengan Yohan.
" Aww, aduh " Ucap Nida yang mencoba berdiri tetapi di area kew*nit**nnya perih dan lecet akibat ulah Yohan.
" Apa sakit sayang " Khawatir Yohan.
" Hahahaha,.... Memang kau tak perawan, tetapi rasanya seperti masih perawan " Ucap Yohan sambil tertawa.
" Aduhh, sialan ini orang. Aku menikah dengan Ardi dulu tak seperti ini remuknya. Dan sekarang aku melakukan nya dengan dia kenapa remuk seperti ini badanku. Apa dia sangat perkasa, ahh kenapa aku mesum sendiri sih " Ucap Nida dalam hati.
Tok... tok.
" Tuan ini sarapan anda dan juga nyonya " Ucap Sang pelayan.
" Hmm,taruh di meja " Ucap Yohan.
" Baik tuan, dan permisi " Pamit pelayan untuk keluar dari kamar Yohan.
" Hemmm " .
__ADS_1
" Sayang ayo sarapan " Ajak Yohan.
" Tapi aku belum cuci muka dan mandi " Ucap Nida.
" Tak apa sayang, kau sangatlah cantik walaupun belum cuci muka ataupun mandi sekali pun " Ucap Yohan.
Blusshhh, pipi Nida langsung merah merona mendengar pujian dari Yohan.
" Kau kenapa sayang pipi merah begitu? " Tanya Yohan.
" Gak, aku gak apa-apa " Jawab Nida yang gugup dan jantung nya berdetak kencang saat menatap Yohan.
" *Aduh, dua membuat ku salah tingkah gara-gara gombalan recehnya itu " Ucap Nida dalam hati.
" Aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku sayang " Ucap Yohan dalam hati*.
*******
Di apartemen Safira.
" Sepi juga tak ada Devan dan Nida " Ucap Safira.
" Sebentar lagi aku tak kesepian, karena aku akan menikah dengan bebeb Rendy " Ucap Safira lagi.
" Apa aku ke Mansion tuan Yohan untuk bertemu Nida, aku sudah kangen dengan Nida dan Devan " Ucap Safira yang bermonolog sendiri.
" Nanti siang aku ke sana, sekalian tanya-tanya tentang malam pertama nya, haha " Ucap Safira sambil memakan roti panggang untuk menu sarapan paginya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1