
Nida terus berlari karena takut di kejar oleh Yohan dan langsung masuk ke ruangan Safira.
Ceklek...
" Aaaaaaaa...., Kalian mesum" Teriak Nida yang melihat Safira dan Rendy berciuman di tahap panas.
" Nida " Ucap Safira lirih dan langsung melepas ciumannya.
" Huh, ganggu saja " Ucap Rendy.
" Maaf, aku gak tau kalau kalian berdua pacaran " Ucap Nida yang merasa tak enak hati sama Rendy.
" Malu banget aku, lupa kunci pintu segala tadi " Ucap Safira dalam hati.
" Aku keluar dulu ya " Ucap Nida.
" Kamu tunggu di luar Da, aku mau mandi dulu " Ucap Safira yang agak malu dengan kejadian tadi.
" Iya " Ucap Nida yang langsung keluar dan menutup pintunya.
" Aku tadi habis di mesumin si sadis, sekarang malah aku yang melihat adegan live mesum Safira" Ucap Nida lirih.
Sementara di ruangan Safira.
" Sahabat kamu tuh sayang ganggu kegiatan kita " Ucap Rendy.
" Salah sendiri kamu gak mengunci pintunya, itu bukan salah Nida " Ucap Safira.
" Aku pengen sayang " Ucap Rendy manja.
" Nanti malam saja " Ucap Safira.
" Tadi malam aku mau ke markas, gak bisa " Ucap Rendy.
" Sekarang ya " Ucap Rendy.
" Ya ok,tapi tutup dulu pintunya, biar tak ada orang lain masuk. Aku kasian sama Nida dia melihat aksi mesum kita " Ucap Safira.
" Dia kan juga sudah pernah menikah" Ucap Rendy.
Mereka berdua di kamar pribadinya Safira entah mau melakukan apa.
Sementara di luar.
" Katanya suruh nunggu, tapi sudah ada 1 jam nunggu gak keluar - keluar dari ruangan nya" Ucap Nida.
" Pasti lagi mesra-mesraan sama kekasihnya,huh. Nungguin dia aku habis jus jeruk 2 gelas, sampai perutku kekenyangan gara - gara ini jus " Ucap Nida yang bermonolog sendiri.
" Mbak wati, aku pulang saja ya.Hari ini kan aku kan libur" Ucap Nida .
" Ya mbak, kelihatannya mbak Nida capek banget " Ucap Wati.
" Gimana gak capek mbak, hari ini tenaga ku terkuras menghadapi si mesum sadis dan pada live mesum tadi " Ucap Nida kesal.
" Maksud mbak siapa? Pacar mbak ya " Ucap Wati.
" Udah deh aku pulang dulu, assalamu'alaikum " Ucap Nida yang langsung keluar dari restoran.
" Walaikumsalam" Ucap Wati.
" Dasar aneh " Ucap Wati.
Nida pulang ke apartemen dengan berjalan kaki, karena apartemen Safira juga tidak jauh dari restoran nya.
" Gimana nasib ku kalau sudah nikah sama si tuan sadis itu " Ucap Nida.
" Aku harus cepat sampai apartemen, mau tidur dan ketemu Devan " Ucap Nida yang mempercepat jalan nya dengan melepas kan high heels nya.
" Dasar sandal menyusahkan kaki ku saja " Ucap Nida.
Tak terasa hari pun sudah malam jam 7.
__ADS_1
" Sayang aku lupa tadi Nida nungguin aku di luar " Ucap Safira yang habis bangun dari tidurnya.
" Kenapa kamu gak bilang suruh pulang sih " Ucap Rendy.
" Aku mandi dulu yank, soalnya mau ke markas " Ucap Rendy yang langsung masuk kamar mandi.
" Aku cuci muka dulu deh " Ucap Safira.
Safira keluar ruangannya untuk mencari Nida.
" Wati, Nida kemana " Tanya Safira pada karyawan nya.
" Sudah pulang dari tadi bos, katanya capek nungguin bos " Jawaban Wati.
Safira langsung kembali lagi ke ruangannya.
" Pantas saja mbak Nida lama nungguin bos, wong dia enak-enakkan sama kekasihnya " Ucap Wati sambil tersenyum karena melihat tanda merah di leher Safira.
" Sayang kamu sudah mandi nya " Tanya Safira.
" Sudah yank " Jawab Rendy.
" Sayang, kapan kita nikahnya " Tanya Safira lagi.
" Gimana kalau setelah Yohan dan Nida menikah, soalnya aku sudah janji pada diriku sendiri, kalau Yohan belum menikah dan bahagia, aku, Ziko, Reihan dan Dion sepakat tidak ingin menikah dulu " Jawab Rendy.
" Pantas kamu gak nikahin aku, karna janji menyebalkan itu " Ucap Safira ketus.
" Maaf sayang, itu karena persahabatan kami yang erat " Ucap Rendy.
" Untung aja bos mu yang kejam itu jatuh cinta pada sahabat ku, kalau enggak aku tinggalin kamu yank " Ucap Safira sinis.
" Berarti kita di takdirkan berjodoh sayang, kamu lihat Dion sampai sekarang belum menikah. Padahal umurnya hampir 40" Ucap Rendy.
" Ya udah sayang aku berangkat ke markas dulu, muach " Pamit Rendy sambil mengecup dahi Safira.
" Ya sayang hati - hati " Ucap Safira.
Di markas.
" Tumben si Rendy belum datang " Ucap Reihan.
" Gak tau " Ucap singkat Ziko.
" Biasanya kamu Han yang datang terlambat, sekarang malah si nyebelin itu" Ucap Reihan.
" Maaf aku telat " Ucap Rendy yang tiba-tiba muncul.
" Kamu pasti habis main ranjang sama kekasihmu " Ucap Yohan datar.
" Biasalah " Ucap Rendy.
" Cepat nikahin atau putus darinya kalau tidak serius " Ucap Yohan dingin.
" Iya , aku sangat mencintaimu nya dan setelah kau menikah, aku juga akan menikah " Ucap Rendy.
" Aku tau kalian semua membuat janji konyol, hapus janji konyol itu atau aku potong bonus kalian semua " Ancam sambil melenggang pergi.
Mereka semua cuma diam tak bereaksi.
"Dimana mereka " Ucap Yohan.
" Di ruangan penyekapan bos " Ucap Roberto.
Yohan memasuki ruangan itu untuk melihat orang yang mengganggu nya kemarin malam.
"Wah , kalian begitu berani ya mencari masalah dengan ku " Ucap Yohan dingin.
" Dasar brengsek kau Yohan, lepaskan kami berdua " Teriak sang tawanan.
" Lepaskan, hahahaha. Dalam mimpimu " Ucap Yohan dingin.
__ADS_1
" Siapa yang menyuruh kalian " Tanya Yohan.
" Tak akan ku jawab " Jawab sang tawanan.
" Oh, rupanya kau sangat setia pada majikan mu yang pencundang itu " Ucap Yohan.
" Orang seperti membuang - buang waktukku saja " Ucap Yohan sambi mengambil pistol di celananya.
Dor...
Dor...
" Brengsek kau Yohan " Ucap sang tawanan dengan terbata- bata dan langsung tak bernyawa.
" Bawa dia ke kandang, biar jadi santapan katty " Ucap Yohan sambil meninggalkan tempat penyekapan.
" Bos benar-benar kejam, tidak ada ampun. Aku jadi merinding " Ucap anak buah Yohan.
" Makanya kalian harus setia pada bos " Ucap Roberto.
Yohan kembali di ruangannya besama sahabat nya.
" Hei bro, kita belum lihat tawanan nya kamu sudah balik aja " Ucap Reihan.
" Dia sudah jadi santapan katty " Ucap Yohan.
" Wah, kita aja belum bersenang - senang dengan nya, kau sudah mendahului kita " Ucap Ziko.
" Rendy kamu cari siapa bos mereka, dan kamu Dion awasi proyek mall. Karena aku yakin ada yang tidak beres dari mereka " Ucap Yohan.
" Ya " Ucap Rendy.
" Baik tuan muda " Ucap Dion.
" Dihh, kalau sama majikannya baru hormat " Ucap Reihan menyindir Dion, Dion cuma diam tanpa ekspresi mendengar ucapan bualan Reihan.
" Ayo Dion ,Aku pulang " Ucap Yohan.
" Kita kerja, bos nya pulang " Ucap Reihan.
******
Di apartemen Safira.
" Pasti Nida sudah tidur " Ucap Safira.
" Apa dia marah sama aku ya " Ucap Safira yang bermonolog sendiri.
" Tidur saja deh, besok aku bicara dengan Nida " Ucap Safira yang langsung tidur di ranjang empuknya.
*****
Hari pun tak terasa sudah pagi.
" Heh , tadi malam Safira pulang jam berapa ya " Ucap Nida sambil merapat sarapan di meja makan.
" Aku kesel sama dia, bisa-bisanya dia mesra-mesraan, sedangkan aku ngotot nungguin dia di luar ruangannya " Ucap Nida kesal mengingat kejadian kemarin.
" Nida" Teriak Safira yang baru bangun tidur.
" Apa sih Fir " Ucap Nida cuek.
" Da aku minta maaf soal kemarin " Ucap Safira.
Nida melengos pergi meninggalkan Safira yang sendiri di meja makan.
" Aku tau pasti Nida marah " Ucap Safira dalam hati....
Bersambung .....
Like yang banyak, biar author semangat....
__ADS_1