
Selamat membaca.
Dua hari kemudian.
Di waktu sudah sore Nida dan Safira pulang ke apartemen.
" Nida aku mau bertanya tentang perasaanmu saat ini dengan Ardi? " Tanya Safira.
" Kenapa kamu bertanya tentang itu Fir, " Jawab Nida.
" Tolong jawablah! Kamu jujur saja padaku Da " Ucap Safira.
Nida cuman terdiam mendengar pertanyaan yang di lontarkan Safira kepadanya.
Huft....
" Sebenarnya aku sudah tak mencintai Ardi lagi Fir. Yang membuatku sedih itu Devan " Jawab Nida.
" Ada apa dengan Devan Da? " Tanya Safira.
" Devan masih kecil, tetapi orang tuanya bercerai. Aku melihat ayahnya bahagia dengan kondisi anaknya yang menderita. Setiap malam Devan selalu ngigau kalau tidur. Aku tau kalau Devan merindukan ayahnya, tetapi dia menutupi kesedihannya padaku Fir, " Jawab Nida sendu.
" Kamu tau Fir, di pikiranku saat ini cuman Devan " Ucap Nida lagi.
" Nida, aku memang tak tau gimana sedihnya kamu, hancurnya kamu. Tetapi aku sebagai sahabat mu dan sekaligus saudaramu, aku akan selalu membuatmu tersenyum dan memberikan dukungan untuk mu, " Ucap Safira.
" Kamu tau Nida? Sebesar apapun masalahmu dan membuat mu sampai sehancur ini, percayalah Tuhan pasti akan menggantikan kebahagiaan di masa akan datang " Ucap Safira lagi.
Nida langsung memeluk sahabatnya. Karena dia tau, di dunia ini dia tak punya siapa-siapa selain anaknya dan sahabatnya itu.
" Terima kasih Safira! Kamu selalu memberikan aku kata-kata semangat, walaupun sedikit " Canda Nida biar tak ada drama sedih lagi.
__ADS_1
" Nida Nida, tadi sedih sekarang pintar bercanda. Huh dasar bunglon " Ucap Safira sambil tersenyum.
" Terus aku harus gimana Safira. Apa aku harus guling guling, nangis kejer seperti sinetron ku menangis itu " Ucap Nida.
" Gak juga sih. Aku senang melihatmu tersenyum " Ucap Safira.
" Yaudah, ayoo tidur Nid. Anakmu sudah tidur juga, kamu masih disini " Ucap Safira lagi yang menyuruh Nida tidur.
" Iya bawel " Ucap Nida.
*****
Di markas Yohan.
" Lepasin, kalian siapa beraninya nyulik gue " Teriak Viktor yang meraung raung ingin di lepas kan ikatannya.
" Kamu harus di hukum, karena kamu sudah berani mengusik bos kami " Teriak sangat penjaga.
Prok.... prok.. prok...
" Wah kamu berani berkata seperti itu tuan Viktor " Ucap Yohan yang menyelamatkan omongan Viktor.
" Presdir " Ucap lirih Viktor yang kaget dengan keberadaan bos nya itu.
" Kenapa? Kamu kaget aku ada disini? " Ucapan Yohan yang dingin membuat nyali Viktor menciut.
" Maaf presdir, kenapa anda menculik saya dan menculikku seperti ini? Apa salah saya presdir " Tanya Viktor bingung.
Hahahahaha.
Yohan tertawa mendengar pertanyaan yang di lontarkan bawahannya itu.
__ADS_1
" Kamu masih bertanya apa kesalahan mu " Ucap Yohan datar.
" Aku kan karyawan anda di perusahaan anda. Tetapi saya sangat lah bingung dengan ini semua " Ucap Viktor yang masih belum memahami ucapan bosnya itu.
" Kamu bego, bodoh atau pura-pura lupa haa " Ucap Yohan dengan tatapan tajam.
Glek....
Viktor menelan ludahnya sendiri karena dia merasa kalau bos nya itu sudah tau , kalau dirinya telah mengkorupsi uang kantor.
" A apa maksud ada presdir " Ucap gugup Viktor yang amat ketakutan.
" Kamu lupa atau pura-pura lupa. Mengambil uang perusahaan buat bersenang senang dengan jal*ng di club " Ucap Yohan.
Glek..
Viktor sangatlah kaget mendengar ucapan atasannya itu. Kenapa dia tau tentang itu semua. Semua yang memberi tau. Selama ini dia cm cerdik dan main cantik supaya tidak ketahuan, kenapa mesti ketahuan juga. Pikir Viktor
" Reihan " Teriak Yohan.
" Ya bos " Ucap Reihan.
" Beri dia hukuman setimpal dengan apa yang dia lakukan di perusahaan ku " Ucap Yohan dingin.
" Aku tak mau menyentuhnya, buat dia menderita dan kesakitan " Ucap Yohan datar.
" Serahkan kepadaku bos, masalah nyiksa menyiksa itu hobiku " Ucap Reihan.
Hemmmm.
Yohan berdehem saja, dan sekarang Yohan keluar dari markas itu untuk pulang ke mansion utama.
__ADS_1