
Safira tau kalau sahabatnya itu ngambek masalah kemarin. Safira langsung menyusul Nida di kamarnya.
" Nida, aku benar-benar minta maaf soal kemarin " Ucap permintaan maaf Safira.
" Ya Fir gak apa-apa. Aku juga salah main nyelonong masuk dan ganggu kamu bersama kekasihmu " Ucap Nida.
" Oh iya Fir, kamu nanti malam jadi datang ke pesta pernikahan Ardi " Tanya Nida.
" Ya jadilah! Kan aku dah bilang sama nenek sihir itu kalau kita datang bawa pasangan. Pasti dia nyahok lihat pasanganmu nanti " Ucap Safira.
" Aku sebenarnya males banget melihat mereka. Tapi aku harus membuktikan pada mereka berdua kalau aku bahagia sekarang " Ucap Nida.
" Nah gitu dong! Model kayak mereka harus di lawan, jangan lemah di hadapan mereka "Ucap Safira.
" Iya " Ucap Nida.
" Kamu nanti harus pamer Da. Kalau kamu punya calon suami tampan yang kaya raya dan tampan pula " Ucap Safira.
" Kalau pamer, nanti si tuan muda ke ge-eran lagi " Ucap Nida.
" Hahaha. Kamu aneh Da,nanti kalau jatuh cinta padanya bucin baru tau rasa " Ucap Safira.
" Gak mungkin lah " Ucap Nida.
" Fir, kamu cepetan nikah deh. Takutnya kebobolan " Ucap Nida.
" Ya sih Da, tapi nungguin kamu nikah sama Yohan dulu baru aku " Ucap Safira.
" Yaudah aku mandi dulu, gaun kamu untuk nanti malam udah aku siapin " Ucap Safira.
" Iya " Ucap Nida.
" Males banget aku datang " Ucap Nida dalam hati.
Di perusahaan YPA grup.
" Selamat pagi presdir " Ucap karyawan.
" Selamat pagi presdir " Ucap semua karyawan lagi.
Yohan dan Dion tetap diam tak membalas sapaan karyawannya dan langsung menuju lift.
" Pak presdir bener bener dingin. Tetapi sangatlah tampan, aku mau dong jadi istrinya " Ucap sang karyawati.
" Iya aku mau, jadi simpanan pun tak apa " Ucap karyawati lainya.
" Kalian mau gosip jangan disini, mau di pecat hah " Ucap Arif sekertaris Yohan yang baru saja datang.
" Iya Pak. Kami minta maaf. Tolong jangan pecat kami " Ucap Sang karyawan tadi yang menggosip.
" Kerja yang bener " Ucap Arif yang menatap tajam bawahnya.
" Baik Pak " Ucap serempak karyawannya.
Diruangan presdir.
" Dion, kamu sudah tau kan siapa yang mengkorupsi uang perusahaan " Tanya Yohan.
" Sudah tuan, apa di panggil kan sekarang tuan " Jawab Dion.
" Tidak sekarang yon, besok saja " Ucap Yohan.
" Baik tuan muda " Ucap Dion.
" Biarkan dia bersenang senang dulu. Setelah itu dia akan menangis darah, siapa suruh berurusan dengan seorang Yohan " Ucap Yohan dengan senyum devil nya.
__ADS_1
" Nanti malam aku akan menemani wanitaku ke pesta mantan nya. Pasti wanitaku akan di permalukan olehnya, dan kau tau apa yang harus kau lakukan Dion " Ucap Yohan.
" Baik tuan muda, saya mengerti " Ucap Dion.
" Saya permisi dulu tuan muda " Ucap Dion sambil membungkukkan badannya.
" hemm
Di restoran Safira.
" Da ngapain kamu bawa bekal " Tanya Safira yang melihat Nida bawa kotak makan.
" Tadi aku cuman sarapan sedikit Fir " Jawab Nida.
" Apa yang kamu bawa Da " Tanya Safira.
" Ini ada nasi, tempe goreng sama telur dadar dan juga sambel bawang " Ucap Nida yang menunjukkan bekalnya pada Safira.
" Tadi kan ada ayam goreng dan ayam kecap. Kenapa kamu cuma bawa itu " Ucap Safira.
" Gak ah! Aku mau nya lauk ini saja "Ucap Nida.
" Nida sayang! Kamu nanti kan jadi nyonya Alexander, masak makan kayak gitu " Ucap Safira memancing Nida.
" Biarin aja. Walaupun aku nanti jadi istrinya aku tetap makan yang kayak gini " Ucap Nida yang sambil makan bekalnya.
" Iya iya nyonya Alexander yang cantik membahana " Ucap Safira.
" Lebay " Ucap Nida.
Safira cuman manyun mendengar ucapan sahabatnya itu.
Di hotel tempat tinggal Ardi.
" Sayang apa mungkin nanti mantan istrimu datang " Ucap Selly.
" Lihat saja datang atau tidaknya aku akan tetap membuat dia sadar dia itu siapa " Ucap Selly.
" Kenapa ya dengan Selly ini, sepertinya dia punya dendam pribadi pada Nida " Ucap Ardi dalam hati.
" Sayang aku tak sabar dengan nanti malam, pasti banyak rekan kerjaku memuji kita yang mengadakan pesta pernikahan megah " Ucap Selly.
" Pasti dong sayang " Ucap Ardi.
" Kalau kamu tak kaya dan hot di ranjang ogah aku menikah denganmu " Ucap Ardi dalam hati.
Tak terasa waktu pun sudah malam.
" Nida kamu udah siap " Tanya Safira.
" Udah " Jawab Nida.
" Gila Nida, kamu cantik pakek banget. Iya kan Devan mommy mu sangat cantik " Ucap Safira yang melongo melihat Nida.
" Iya tante,mommy ku sangatlah cantik. Pasti daddy sangat kagum melihat mommy " Ucap Devan yang memuji Nida.
" Devan ngapain sih manggil ibuk mommy! Gak pantas tau " Ucap Nida kesal dengan panggilan Devan padanya.
" Ibuk,kata daddy Yohan itu ibuk harus di panggil mommy tau " Ucap Devan polos
Hahahaha.
Safira tertawa mendengar ucapan Devan yang sangat lah penurut pada ucapan Yohan.
" Ini lagi,ngapain kamu ngetawain aku " Ucap Nida kesal.
__ADS_1
" Siapa juga yang menertawakan kamu. Aku itu ketawa mendengar ucapan anakmu yang pintar itu " Ucap Safira.
" Oh iya Nida, Rendy dan Yohan sudah di bawah! Ayo turun " Ajak Safira.
" Ya ok " Ucap Nida.
" Sayang ibuk berangkat dulu ya " Ucap Nida.
" Ya buk hati-hati " Ucap Devan.
" Aku tau buk, kalau ibuk menghadiri pernikahan ayah. Aku harus bisa membuat ibuk bahagia " Ucap Devan dalam hati.
" Ayah jahat, ayah kejam " Ucap Devan lirih.
Nida dan Safira sudah sampai di lantai 1.
" Hai Sayang " Sapa Yohan.
" Kamu sangat cantik sayang " Puji Yohan.
Nida bersemu merah mendengar pujian Yohan.
" Astaga dia tampan sekali sih, membuat aku terpana saja " Ucap Nida dalam hati.
" Sayang kenapa kamu melamun, pasti kaget ya melihat aku tampan " Tebak Yohan.
" Enggak " Ucap Nida gugup.
" Kok dia bisa tau ucapan dalam hatiku ya " Ucap Nida dalam hati.
" Ayo sayang berangkat, kita lihat apalah pesta pernikahan mantan suami mu itu megah " Ucap Yohan.
" Loh! Safira tadi di mana " Ucap Nida yang celingukan mencari Safira.
" Sudah berangkat duluan bersama Rendy " Ucap Yohan.
" Kenapa gak bareng kita saja " Ucap Nida.
" Aku gak mau kebersamaan kita di ganggu " Ucap Yohan yang sok cool.
" Yaudah ayo berangkat " Ucap Nida.
" Ok " Ucap Yohan.
Selama di perjalanan pun mereka berdua diam saja tanpa ada yang bersuara. Entah mereka berdua memikirkan apa.
" Sudah sampai " Ucap Yohan.
Mereka berdua turun dari mobil.
" Ayo masuk " Ajak Nida sambil memeluk pinggang Nida possesif.
" Astaga doa sangatlah tampan dan wangi lagi. Aduh jantungku berdetak cepat " Ucap Nida dalam hati.
Mereka berdua masuk di dalam hotel menuju gedung tempat pestanya.
" Wah, siapa yang di tuan muda Yohan " Ucap tamu undangan.
" Iya, apa calon istrinya " Ucap tamu lainya.
Yohan dan Nida jadi pasangan yang jadi tatapan semua tamu yang ada di pesta pernikahan Selly dan Ardi.
" Sial, itu kan Nida? Kenapa cantik sekali " Ucap Ardi yang melihat Nida.
" Dasar wanita jal*ng cari perhatian. Dan siapa lagi yang jadi pasangannya itu " Ucap Selly dalam hati yang murka melihat Nida jadi tatapan kagum di pestanya.
__ADS_1
Bersambung........