
Di mansion Yohan.
" Gimana Dion, mereka sudah menangkap tikus pengangguran tadi " Tanya Yohan.
" Sudah tuan muda, Robert sudah menangkap 2 orang dan lainya melarikan diri tuan " Ucap Dion.
" Buat dia mengaku siapa bos nya, dan siksa dia sampai mengaku, kalau tidak mau mengaku masuk kan saja di kandang katty " Ucap Yohan.
" Dan besok malam aku akan menemuinya, suruh Rendy cari tau, siapa tikus pengganggu tadi " Ucap Yohan lagi.
" Baik tuan muda, saya permisi dulu " Ucap Dion sambil membungkukkan badannya.
" Hmm "Cuman suara deh eman saja.
Katty adalah singa kesayangan Yohan, katty singa penurut di saat tuannya memerintahkan apapun yang di perintah kan Yohan, serem bukan.
******
Pagi pun tiba.
" Fir, ngapain juga sih tuan muda Yohan ajak aku ke rumah kedua orang tuanya" Tanya Nida.
" Supaya kamu bisa berkenalan langsung pada orang tuanya dan juga meminta restu, kalian kan akan menikah " Jawab Safira.
" Secepat itu Fir, aku baru saja bercerai" Ucap Nida.
" Nida , lebih cepat lebih baik " Ucap Safira.
"Fira, aku mendapatkan suami seperti mas Ardi aja yang tak kaya saja selingkuh.Apalagi ini calon ku tuan muda kaya raya, pasti wanitanya banyak Fir " Ucap Nida yang masih ragu dengan Yohan.
" Nida, laki-laki itu tak semuanya sama seperti mantan suami mu itu, Yohan memang kaya dan kelihatanya sadis menurut mu tapi aku yakin dia laki-laki setia" Ucap Safira meyakinkan Nida.
" Aku benar-benar bingung Fir saat ini, mana ada yang mau wanita janda yang jelek seperti aku ini " Ucap Nida.
" Siapa yang bilang kamu jelek " Tanya Safira.
" Mas Ardi, dia selingkuh karna aku kucel, jelek dan pakaian ku daster mulu di rumah, pantas dia berpaling dariku " Jawab Nida yang mengingat perkataan mantan suaminya menghinanya.
" Mata Ardi itu yang rabun , kamu cantik nya kayak gini seperti artis Thailand di bilang jelek" Ucap Safira.
" Laki-laki yang tampannya biasa aja bilang aku jelek, apa lagi Yohan yang tampan nya luar biasa seperti oppa Korea pasti melihat aku seperti upik abu, iya upik abu " Ucap Nida yang tanpa sadar menyebut Yohan tampan seperti oppa Korea.
" Kamu baru mengakui ya kalau tuan muda Yohan tampan kayak oppa Korea " Ucap Safira sambil tersenyum.
"Gak, aku cuman menirukan omongan mu " Ucap Nida yang mengelak bohong.
" Udah deh, aku ngomong sama kamu ujung-ujungnya oppa Korea melulu " Ucap Nida yang langsung masuk kamar.
" Kan dia dulu yang bilang oppa Korea, kenapa aku yang di salahin coba " Ucap Safira.
" Awas saja kalau sampai bucin pada kulkas berjalan itu, aku duluan yang akan mengolok-olok mu nanti " Ucap Safira.
Nida di kamar benar-benar malu sama Safira.
" Mulut mu memang bocah da, ngapain sih ngomong kayak gitu tadi " Ucap Nida yang bermonolog sendiri.
" Buk aku kan sudah sarapan, aku pamit sekolah dulu ya, assalamu'alaikum " Pamit Devan pada Nida.
" Buk jangan bicara sendiri nanti seperti orang gila entar hehe" Canda Devan .
" Devannnn" Teriak Nida.
" Da ngapain sih kamu teriak teriak gitu " Tanya Safira.
" Aku gak apa-apakan " Jawab Nida.
" Nih ada gaun dari calon suami mu tercinta " Ucap Safira.
" Gaun apa " Tanya Nida.
" Gaun untuk bertemu calon mertuamu nanti " Ucap Safira
" Jadi orang kaya benar-benar ribet, ketemu calon mertua saja pakai gaun, kayak mau ke kondangan saja" Gerutu Nida.
" Dan katanya asisten nya akan menjemput kamu sebentar lagi, ini kan masih jam 7 tu, kamu aku dandanin dulu "Ucap Safira.
" Katanya aku di jemput di restoran " Ucap Nida.
__ADS_1
" Gak jadi , jemput nya di dari apartemen saja " Ucap Safira.
" Asisten si sadis kesini tadi " Ucap Nida.
" Ya, pas kamu masuk karena tadi " Ucap Safira.
" Yuk aku make over biar jadi Ratu dalam 1 hari hehe " Ucap Safira.
" Iya " Ucap Nida terpaksa.
" Tadi itu yang antar kurir, bukan asisten menyebalkan itu, Nida di bohongin percaya saja " Ucap Safira dalam hati.
****
Mansion Yohan.
" Dion kamu sudah bilang pada Arif untuk menghandel perusahaan " Tanya Yohan.
" Sudah tuan muda, kebetulan hari ini tak ada jadwal meeting dan juga tak ada pertemuan apapun sama klien, jadi Arif bisa menghandel semuanya" Jawab Dion.
" Bagus " Ucap Yohan.
" Sudah kamu kirim kan gaun untuk wanitaku " Ucap Yohan.
" Sudah tuan muda " Ucap Dion
" Ayo kita berangkat " Ajak Yohan.
" Bentar bentar, apa aku sudah tampan Dion dan juga rapi " Tanya Yohan.
" Sudah tuan muda, anda sangatlah tampan. Pasti nona muda sangatlah senang melihat penampilan anda " Jawab Dion.
" Ya pasti, dia akan kagum kepada ku " Ucap Yohan dengan penuh percaya diri .
" Gini nih kalau sudah jatuh cinta, membuat orang sedikit gila " Ucap Dion dalam hati.
" Ayo berangkat " Ucap Yohan.
****
Sementara di apartemen.
" Ini beneran aku Fir, aku cantik ya kalau berdandan " Ucap Nida.
" Kamu itu sangat lah cantik Nida, hanya laki-laki matanya rabun saja yang melihatmu jelek " Ucap Safira.
" Semoga saja Fir " Ucap Nida.
" Gitu dong, kamu harus optimis dan percaya diri "Ucap Safira.
" Iya iya" Ucap Nida.
Tok... tok....
" Non, di depan sudah ada tuan Yohan untuk menjemput nona Nida " Ucap bibik surti.
" Iya bik" Ucap Safira.
" Da pangeran mu sudah datang menjemput mu " Ucap Safira.
" Dih lebay, pangeran dari hongkong " Ucap Nida.
" Bukan dari hongkong Da, tapi dari Korea " Ucap Safira.
" Kenapa aku deg - deg kan begini sih" Ucap Nida dalam hati.
" Ayoo " Ucap Safira sambil menggandeng tangan Nida.
Mereka berdua menemui Yohan di ruang tamu.
" Tuan muda Yohan " Panggil Safira.
Yohan langsung melihat mereka arah Nida, dan dia langsung terpana melihat Nida yang sangatlah cantik sekali.
" Hei tuan, kenapa melamun " Ucap Safira.
" Nggak , kamu cantik sekali sayang " Ucap Yohan memuji Nida.
__ADS_1
" Te terima kasih " Ucap gugup Nida yang sangatlah malu di tatap Yohan.
" Cie, tu kan calon suami kamu bilang kalau kamu cantik " Bisik Safira ke Nida.
" Apasih " Ucap lirih Nida yang masih di dengar Safira.
" Ayo kita berangkat sayang, mama ku ingin sekali bertemu dengan mu " Ucap Yohan.
" I iya " Ucap Nida gugup.
" Hati-hati sahabatku " Ucap Safira dan Nida cuman mengangguk.
Mereka berdua sudah berangkat ke kediaman orang tua Yohan.
Di mansion orang tua Yohan.
" Ma katanya Yohan akan bawa calon menantu buat kita " Tanya papa Gavin.
" Iya pa, mama sangatlah senang anak kita tidak jadi duda tua nantinya, walaupun sudah tua sih sekarang "Ucap mama Fenny.
" Iya ma, seperti apa cantiknya menantu kita, sampai bisa meluluhkan hati manusia es itu " Ucap papa Gavin.
" Papa aja juga dingin, itu juga keturunan darimu " Ucap Mama.
" Iya deh, papa juga sangatlah dingin tapi luluh sama wanita cantik seperti mama ini " Ucap Papa.
" Sudah tua masih aja gombal " Ucap mama Fenny.
Hahaha, papa Gavin cuman tertawa mendengar ucapan istrinya.
" Nyonya, tuan muda Yohan sudah di depan " Ucap sang kepala pelayan.
" Ayo kita kedepan sayang " Ucap Mama Fenny.
" Wah anak mama yang tampan paripurna akhirnya datang membawa menantu mama " Ucap mama Fenny.
" Ya " Ucap singkat Yohan.
" Ini menantu mama Yohan, ayo masuk nak " Ajak Mama Fenny menggandeng tangan Nida.
" Ya Tuhan, ini rumah apa istana sih, aku gugup sekali " Ucap Nida dalam hati.
" Mama sepertinya sangat menyukai wanitaku, baguslah " Ucap Yohan dalam hati.
Nida sangatlah gugup dan berkeringat dingin.
" Ayo sayang duduk sini " Ucap Mama Fenny.
" I... iya buk " Ucap gugup Nida.
" Nama mu siapa " Tanya papa Gavin.
" Nama saya Nida dewi Anjani pak " Jawab Nida sangatlah gugup.
" Umur " Tanya Gavin lagi.
" 24 tahun " Jawab Nida.
" Ya Allah ini mau interview atau ketemu calon mertua sih " Ucap Nida dalam hati.
Bersambung.....
Visual Nida yang cantik sekali.
Visual Yohan
Penasaran kelanjutannya.
Jad ikuti terus cerita nya, biar tidak penasaran. Ok
Like
Komentar dan Vote yang banyak
__ADS_1
Love you..... 😀😀😀😀😀