
Sementara di restoran Safira , dia lagi sibuk mengecek laporan keuangan nya di restoran nya.
" Oh iya, aku kelupaan. Tujuan aku menemui Nida kan mau tanya malam pertama nya. Kenapa aku bisa lupa gak tanya ya! Bego banget sih Fir " Ucap Safira yang merutuki kebodohan nya.
" Kapan - kapan saja aku tanya dia " Ucap Safira lagi.
Tok... tok.. tok.
" Masuk " Ucap Safira.
" Hai sayang " Sapa Rendi yang membuka pintu.
" Hai yang, tumben kesini gak ngabarin aku " Ucap Safira yang kaget dengan kedatangan kekasih nya itu.
" Aku kangen banget sama kamu, jadi mumpung kerjaan gak banyak, aku ke sini nemuin kamu sayangku " Ucap lembut Rendi.
" Aku juga kangen sama kamu yang " Ucap Safira.
" Ini kan sudah sore, gimana kalau kita sekalian kencan untuk makan malam sayang " Usul Rendy.
" Boleh sayang, aku mau banget " Jawab Safira yang menyetujui usulan Rendi.
" Ok, tapi nanti malam aku pengen sayang " Bisik Rendi dengan suara seraknya.
" I... iya sayang " Ucap gugup Safira yang meremang mendapatkan bisikan dari Rendi.
********
Di Mansion Yohan.
__ADS_1
" Wah, kamu masak apa sayang kok kayaknya enak bener dari aroma bau-baunya " Tanya mama Yohan.
" Iya ma, aku masak sop ayam, bobor bayam dan juga tempe goreng ma " Jawab Nida.
" Wah enak banget ini " Ucap Mama Yohan.
" Katanya tadi mau masak pecel sayang " Tanya Mama Yohan lagi .
" Gak jadi ma. Karna kacang tanahnya gak ada, jadi masak sop saja " Jawab Nida.
" Oh! Maaf ya sayang, Mama tadi gak jadi bantuin kamu masak, karna papa kamu tu yang ngajak kelon melulu sama mama " Ucap Mama Yohan yang tak malu mengucapkan kata-kata tersebut di depan mantu nya.
" Iya ma gak apa-apa, tadi Nida di bantuin banyak pelayan kok " Ucap Nida yang agak malu sedikit canggung mendengar ucapan Mertuanya itu.
" Mama apa gak malu ya, mengucapkan kelon sama suaminya di depan ku, aku aja malu dengernya " Ucap Nida dalam hati.
" Wow, siapa ini ma yang masak " Tanya papa Gavin yang baru datang.
" Menantu kita dong Pa " Jawab Mama Fenny.
" Pantes sedikit berbeda aromanya " Ucap Papa Gavin.
" Yohan mana Pa " Tanya Mama Fenny.
" Itu dia datang " Ucap Papa Gavin menunjuk ke arah Yohan yang mendekati meja makan.
" Sayang, kenapa kamu tadi gak di kamar saja istirahat. Kamu pasti lelah habis malam pertama kita " Ucap Yohan .
" Emm, aku bosan di kamar , jadi aku turun untuk memasak " Ucap Nida yang malu mendengar ucapan suaminya itu.
__ADS_1
" Apa kamu bilang memasak " Ucap Yohan.
" Siapa yang menyuruh istri ku memasak haa "Teriak Yohan.
" Pak Yan sini " Teriak Yohan lagi.
" Iya tuan muda, ada apa tuan " Jawab Pak Yan yang berlari tergopoh - gopoh akibat panggilan tuanya itu.
" Kenapa kau biarkan istri ku memasak haa. Dia itu ratu di Mansion ini bukan pelayan di sini, jadi jika dia ke dapur tolong jangan ijinkan. Aku tak mau istri ku terluka sedikit pun di badannya .Mengerti " Ucap Yohan dengan nada arrogant nya.
" Kalau melanggar, aku akan hukum kalian semua " Ucap Yohan lagi.
" Baik tuan muda " Ucap Serempak semua pelayan.
" Sayang, i... itu bukan salah pak Yan, tapi aku memasak sesuai keinginan ku sendiri, tolong jangan hukum mereka " Ucap gugup Nida yang amat ketakutan melihat kemarahan suaminya itu.
" *Aduh, aku lupa kalau anak sama bapaknya sama persis posesif nya ke pasangan. Kenapa aku tadi nyuruh Nida masak ya, maafin Mama ya Nida sayang " Ucap Mama Fenny dalam hati.
" Kau benar-benar titisan darah dari seorang Alexander boy " Ucap Papa Gavin dalam hati*.
" Sekarang bubar " Teriak Yohan lagi yang masih emosi.
" Sekarang tunggulah hukuman dariku nanti sayang ku " Bisik Yohan di telinga Nida.
Nida sangatlah ketakutan mendapatkan bisikan ancaman dari suaminya.
" *Hukuman apa yang akan di berikan kepada ku yaa, apa aku di tembak atau di jual ya. Ya Tuhan aku takut sekali ini " Ucap Nida dalam hati yang amat ketakutan dan berkeringat dingin di tubuhnya.
BERSAMBUNG*.
__ADS_1