
Di kediaman Mansion Yohan semuanya sudah menyelesaikan makan malam dengan nikmat dan kenyang tentunya karna masakan Nida sangatlah lezat di lidah mereka. Tapi tidak dengan Nida, dia merasa ketakutan dan gugup dengan ancaman hukuman yang akan di lakukan Yohan nantinya.
" Nida, Yohan! Mama sama papa mau pulang ke Mansion utama malam ini " Ucap mama Fenny.
" Bagus deh kalau mama pulang " Ucap santai Yohan.
" Dasar nakal kamu ya boy, mama mau pulang malah bagus " Ucap jengkel sang mama.
" Ya bagus kan kalian gak ganggu masa pengantin ku yang indah ini " Ucap Yohan lagi.
" Cih, duda tua aja bangga pengantin yang indah " Ejek sang papa dan Yohan cuma melengos saja mendengar ejekan papa nya.
" Emm, kenapa papa sama mama gak nginep lagi selama semalam ma, pa. Ini kan juga sudah malam " Ucap Nida pada kedua mertua nya.
" Gak sayang, mama akan pulang malam ini. Takut ganggu nantinya. Dan mama juga akan ajak Devan juga ke Mansion utama " Ucap mama Fenny.
" Gak usah ajak Devan ma. Nanti takut ngrepotin mama sama papa nantinya " Ucap Nida sungkan.
" Gak apa-apa sayang, mama ingin ngajak main Devan di Mansion nantinya dan Devan masih libur sekolah juga kan " Ucap mama Fenny.
" Ya mom! Devan ingin main ke rumah nenek dan kakek. Devan gak mau ganggu mommy sama papa bikin adik buat Devan " Ucap Devan polos .
__ADS_1
" Wah kau sangatlah pengertian boy " Ucap Yohan senang.
" Ini anak siapa yang ngajarin masalah bikin adik... aku juga takut di hukum oleh si sadis, anakku malah gak mau ganggu aku dan si sadis bikin adik. Devan ibukmu ini mau di hukum sama si sadis kamu malah pergi, hiks hiks " Gerutu sedih Nida dalam hati.
" Yaudah mom, aku ke rumah nenek dan kakek dulu ya. Da da mommy, da da papa " Ucap Devan pamitan pada Yohan dan Nida.
" Ya sayang, Hati-hati dan jangan ngrepotin kakek dan nenek ya " Ucap Nida.
" Iya mommy sayang " Ucap Devan.
" Ya udah mama sama papa pulang ya " Pamit mama Fenny.
" Iya sayang " Ucapama Fenny.
" Tancap gas son, biar dapat penerus Alexander
ok " Bisik Gavin di telinga Yohan .
Yohan cuma tersenyum mendengar bisikan sang papa.
" Sekarang saatnya aku menghukumu sayang " Ucap Yohan.
__ADS_1
" M... maksud k.. kamu hu hukuman a.. apa " Ucap Nida gugup dan gemetar ketakutan.
" Nanti kamu akan tau sayang, dan aku akan membuat mu tak bisa berjalan nantinya " Bisik Yohan di telinga Nida dan membuat Nida sangatlah ketakutan sekali.
" Bersiap lah sayang dan masuk lah ke kamar, aku akan ke ruangan kerjaku dulu " Ucap Yohan.
" I.. iya s.. sayang " Ucap gugup Nida.
Nida sekarang sudah di kamar dengan perasaan gugup, takut dan bingung harus melakukan apa.
" *Ya Tuhan, apa jangan-jangan kaki ku akan di buat lumpuh, dia tadi bilang akan membuat aku tak bisa jalan. berarti dia akan menembak kaki ku atau memotong kaki ku untuk membuat kakiku tak bisa jalan lagi. Gimana ini aku sangat takut sekali " Ucap Nida dalam hati yang di selimuti rasa ketakutan.
" Apa aku minta tolong sama Safira. Tapi aku gak mau dia dapat masalah nantinya, ini gimana ya Tuhan. Aku takut " Ucap Nida lagi dalam hati*.
Ceklek...
" Sayang apa kamu sudah siap menerima hukuman dariku " Ucap Yohan yang tiba-tiba saja langsung memeluk tubuh Nida dari belakang.
" A.. ak.. aku takut, tolong jangan hukum aku " Ucap gugup Nida.
BERSAMBUNG.
__ADS_1