
Hari pun sudah pagi Nida sudah memulai aktivitas dengan bekerja.
" Nid, kamu gak hubungin calon suami kamu apa? " Tanya Safira dengan nada menggoda sahabatnya.
" Ngapain juga aku menghubungi dia, aku malah senang kalau dia gak ganggu aku. Berarti gak jadi nikahnya " Jawab Nida senang.
" Ish!! Mana ada? Seorang tuan muda Yohan membatalkan pernikahan dengan wanitanya itu tak mungkin Da. Yang ada malah di jerat kamu nantinya. Lihat saja nanti. " Ucap Safira.
" Udah deh Fir, kalau aku tak jadi menikah dengannya aku malah senang " Ucap Nida.
" Siapa bilang tak jadi menikah " Ucap Yohan yang tiba-tiba datang dan menimpali omongan Nida.
" *Si kejam datang, pasti Nida tambah hukuman nih. entah hukuman ranjang atau langsung nikah " Ucap Safira dalam hati.
Deg....
" Si sadis ada disini. Mampus kau Nida, mulutmu ini gak bisa di rem kalau ngomong. Aduh tatapan tajam nya itu membuat ku takut saja " Gerutu Nida dalam hati*.
" Emm... Kapan anda datang tuan Yohan " Ucap Nida rada gugup.
" Begini kah cara menyambut calon suamimu sendiri sayang " Ucap Yohan dingin sambil menatap Nida tajam seolah-olah ingin memakan nya saja.
" B bu bukannya begitu tuan " Ucap Nida gugup.
" *Aduh Nida, gimana sih kamu " Ucap Safira dalam hati.
" Safira malah diem aja " Gerutu kesal Nida dalam hati*.
__ADS_1
" Sayang, ditanya malah ngelamun? " Tanya Yohan.
" Maaf tuan " Ucap Nida menunduk.
Yohan mengambil handphonenya di saku celananya untuk menelfon seseorang.
" Dion, bawa penghulu di mansion ku sekarang juga " Ucap Yohan di seberang telfon dan langsung mematikan telfonya.
" *Aduh, maksudnya penghulu siapa yang mau nikah " Ucap bingung Nida dalam hati.
" Tu kan bener... Nida pasti langsung mau di kawinin " Tebak Safira dalam hati*.
" Ayo ikut aku " Ajak Yohan sambil Memegang tangan Nida.
" Kemana mana, saya gak bisa. Emm saya harus bekerja " Tolak Nida.
" Tapi mau kemana? " Tanya Nida yang masih bingung mau di aja kemana oleh Yohan.
" Ke mansion ku untuk menikah " Jawab Yohan.
" Apaaaaa " Ucap Nida kaget dengan ucapan Yohan.
" Gak, aku gak menikah sekarang. Kata mama kamu masih 8 hari lagi " Tolak Nida.
" Kau yang ingin mempercepat sayang. Kau sendiri yang bilang kalau pernikahan kita akan batal. Tapi bukan batal sayang, tapi malah aku percepat hari ini juga kita menikah " Ucap Yohan.
" Surat perlengkapan belum di urus " Ucap Nida.
__ADS_1
" Ohh masalah itu. Surat sudah di urus sudah jauh jauh hari yang lalu " Ucap Yohan.
" Tapi aku belum siap menikah hari ini " Ucap Nida yang memberi alasan supaya Yohan membatalkan pernikahannya hari ini.
" Nikah hari ini dan nanti sama saja tetap menikah " Ucap Yohan.
" Tapi Devan masih sekolah " Ucap Nida lagi yang masih mencari alasan untuk menolak menikah hari ini.
" Dion bakal jemput Devan di sekolahanya " Ucap Yohan.
" *Si sadis benar-benar ngeselin " Ucap Nida dalam hati.
" Aku tau sayang, kau berusaha membatalkan pernikahan kita hari ini " Ucap Yohan dalam hati.
" Nida, maaf aku gak bisa bantu. Aku sudah tabak kalau si kejam akan menghukummu " Ucap Safira dalam hati*.
" Ayo cepat ikut aku " Ajak Yohan lagi.
" Ya " Ucap Nida yang terpaksa ikut.
" Nolak dan gak nolak sama saja gak bisa menolak " Ucap Nida dalam hati.
" Good Girl " Ucap Yohan tersenyum senang.
" Dan kamu nona Safira. Ikutlah dengan ku untuk menemani Nyonya Alexander akan menikah " Ucap Yohan sambil melirik Nida.
" Baik tuan muda " Ucap Safira.
__ADS_1
BERSAMBUNG..