Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
chapter 13(stay home with husband)


__ADS_3

Sakit perut Zidan sudah sembuh setelah beberapa jam pulang dari klinik, akhirnya pria itu tertidur di atas paha Naya.Naya melihat wajah pria yang saat ini sedang berada dalam pangkuan nya entah bagaimana caranya mereka dalam posisi yang sedemikian romantis.Seperti drakor saja.Pikir Naya.


"Duh ternyata ganteng banget yah,kalo begini bisa tambah cinta aku"gumam Naya sambil menyentuh wajah pria yang berada di atas pangkuannya.


"Entah wanita beruntung mana yang telah menempati hati mu mas"ucap Naya sambil mengelus pipi Zidan, sedikit besarnya ucapan Zidan tadi pagi melekat di pikirannya.Naya pikir setelah dua bulan berlalu Zidan akan mudah jatuh hati kepadanya,namun ternyata tidak.


Masih ada perempuan yang lebih beruntung dibandingkan dirinya.Pikir Naya


"Apa aku penghalang dalam hubungan mereka?"gumam Naya sambil menerawang kearah televisi yang berada di hadapannya.


Namun setelah lama berfikir,Naya kemudian menggelengkan kepalanya.Dia tidak mau berfikiran yang tidak tidak .


"Mas bangun,sudah waktunya makan siang"kata Naya lembut untuk membangun kan Zidan,yang dibangun kan hanya bergumam sambil melesakkan kepala nya pada perut Naya.


"Bangun dulu,aku mau masak makan siang.Mau makan apa?"tanya Naya sambil menyibak rambut Zidan supaya pria itu terusik.


"Aku pengen sayur aja "Kata Zidan setengah sadar.


"Ya udah ,kamu tidurnya pindah dulu"


"hm"Zidan bergumam dan segera pindah dari pangkuan Naya.


___


Aroma sop iga menembus Indra penciuman Zidan, dengan segera Zidan melangkah kan kaki ke dapur .Di dapur Zidan melihat Naya yang sedang menaruh sayur sop iga kedalam wadah .


"Sayang"panggil Zidan tiba tiba yang mengagetkan Naya


"apa?"sahut Naya sambil memindahkan wadah ke meja makan "sini duduk"sambung Naya

__ADS_1


Zidan menurut,saat dia akan mengambil nasi dengan segera Naya mengambilkannya.Istri yang perhatian.Pikir Zidan.


"Ayo makan,kenapa melamun?"


"aku tidak melamun hanya sedang melihat istri yang penuh perhatian"


Naya tak menjawab,dia salting.


Mulut suaminya ini memang sangat manis.


"Mas"panggil Naya setelah makan,kini dia dan Zidan sudah berada di tempat yang sama saat Zidan tertidur


"ada apa?"


"nanti ada beberapa mahasiswa yang akan datang kerumah,mau nyerahin deadline tugas"


"berapa orang?"


"oh ya udah"


"boleh?"


"boleh dong,kenapa gak boleh?"


"aku takut kamu marah, sekarang aku ini istri orang yang hakekat nya kalo ada yang mau masuk rumah apalagi laki laki harus izin sama mas suami"


"aku gak papa,selagi itu adalah orang yang memiliki kepentingan"


"makasih mas"ucap Naya sambil memeluk Zidan dari samping.

__ADS_1


Mata Zidan dan Naya bertatapan,entah dimulai sejak kapan kini bibir mereka berdua sudah menyatu dan bahkan sudah saling *******.


Naya wanita dewasa,dan Zidan yang sudah mengerti orang dewasa sama sama paham dengan hal 'itu'.


Lagipula Zidan tahu jika tidak memberikan nafkah batin pada istri melebihi tiga bulan lamanya maka ia akan berdosa.


Walaupun saat ini masih bulan kedua namun sepertinya Zidan akan melakukan hal 'itu' dalam waktu dekat.


"Hmm"desis Naya ketika kehabisan nafas dan Zidan masih ******* bibir nya.


"Aku menginginkan nya sayang"Kata Zidan lembut,sang naga telah terbangun.


Dengan wajah memerah padam Naya mengangguk, dia malu ini pertama kalinya.


___


Jiahhk, author malu sendiri.


.


mau visual Naya dan Zidan?


.


Nihhh(kalo enggak suka silahkan berimajinasi sendiri wkwk)


Muhammad Zidan Al-Fath(Masih pucuk baru 18 tahunan,emang ya Tante Naya suka yang muda muda)


__ADS_1


NAYARA MAHARANI



__ADS_2