
"Pak,ini beneran salah paham.Mas ini cuma mau nolongin saya "
Bela Naya, sedangkan lelaki yang ada di sampingnya sudah tertunduk lesu merenungi apa saja yang baru terjadi.
"Sudahlah mbak,ini sudah sering terjadi di desa ini.Apalagi memang jalan disini lumayan sepi kalo malem mbak nya gak usah nyari alesan lagi,mending nikah dulu abis itu baru kawin"ujar pak Udin.
"Kak boleh saya bicara dulu?"
Naya menoleh kesamping,lalu kemudian mengangguk dan menyampaikan apa yang diinginkan pemuda itu kepada bapak bapak yang semangkin memenuhi area dalam masjid.Dengan serentak bapak bapak pun keluar masjid.
Ruang masjid kian sepi ,karna sudah tidak ada bapak bapak yang mengoceh ngaler ngidul untuk menasehati Naya dan pria itu.
"kak ini gimana?"
"Gimana?,masnya nanya saya ini gimana?"
"Ya terus,kalo saya gak nanya kakak.Saya harus nanya siapa?"ujar pria itu lemas.
"Kita nikah aja"ujar Naya membuat pria itu tercekat
"hah?nikah?,yang bener aja saya masih SMA"
"ya terus kenapa kalo misalnya masih SMA?"
"Saya takut"
"ya sama,saya juga takut mas.Apalagi mam- ASTAGHFIRULLAH,mamah".
Naya sungguh sangat kaget,karna dia membayangkan ibunya dengan wajah sedih,dan ayahnya dengan wajah kecewa
"gak ada waktu lagi,cepat mas hubungi ibu atau ayahnya mas.Saya juga akan menghubungi mamah dan papah saya"
"ta-tapi kak, gimana caranya?"
__ADS_1
"punya handphone kan?"tanya Naya sambil merogoh ponselnya
Tapi kemudian Naya tersentak kaget.
"Anu,anu mas"ujar Naya dengan malu malu
"apa?"tanya pria itu sewot
"minjem handphone nya ,punya saya ada di mobil"
"Ya udah nih,Saya juga belum tau mau ngomong apa ".Pria itupun memberikan ponselnya pada Naya.
Tak lama Naya mulai mengetik nomor handphone ibunya,hingga berdering dan tak lama terangkat.
"Hallo ini siapa?"
"Mah"
"Loh Naya?,kok nomer handphone nya beda?,kamu kenapa?,gak kecelakaan kan?,gak di rumah sakit kan?".
"Mah,Bisa mamah sama papah besok pagi pagi buta sudah sampai ke mesjid Al-Jami di kecamatan ×××× desa ××× RT ×× RW×× di kampung ××××?"
"kamu kenapa?"tanya ibu Naya dengan nada khawatir
"Ada apa Nay?"tanya suara ayahnya yang ikut bertanya pada Naya.
"Naya terkena insiden Pah"ujar Naya
"ketik alamat nya,mamah sama papah akan kesana sekarang"
"iya Pah"tak lama Naya mengetik alamat dan mengirimkanya.
"sudah,kamu tenang dulu papah sama mamah on the way kesana"
__ADS_1
"iya pah,Naya tutup.Makasih udah ngertiin Naya,Asalamualaikum"
"wa'alaikumsalam''.
Telpon itupun berakhir dengan Naya yang menghembus kan nafas lega karna sudah memberi tahu orang tuanya,agar datang terlebih dahulu.
"Nih,makasih mas.Sekarang coba hubungi orang tua mas".
Tak lama kemudian,pria itu menghubungi orang tua nya.Sama seperti kedua orang tua Naya ,orang tua pria itupun akan langsung menuju tempat Naya dan pria itu berada.
Kini mereka berdua sama sama menghela nafas panjang guna mengurangi kesesakan yang ada di dalam hati mereka.
Suasana kian menjadi canggung karna mereka berdua tidak ada yang membuka ruang untuk bicara,hingga Naya memulai pembicaraan.
"Maaf ya mas,gara gara ban mobil saya bocor jadinya begini.Coba aja kalo saya tau bakalan begini gak bakalan saya turun dari mobil ,biarin aja saya tidur di mobil"
"Gak papa kak,meski saya rasa ini terlalu muda untuk saya menikah.Ya sudah kalo kayak gini dari pada saya di keroyok bapak bapak sekampung"
"Lagian, daerah kakak mogok itu daerah yang rawan begal.Bisa aja kalo nanti saya gak berenti terus kakak di begal"Lanjut pemuda itu.
"oh iya kak,saya Muhammad Zidan Al-Fath,nama kakak siapa?.Saya masih SMA kelas 3"
"sampe lupa saya mas, kenalin saya Nayara Maharani,Saya sekarang dosen di kampus ×× di Jakarta"
"Mas sendiri asalnya dari mana?"
"Saya dari kecamatan sebelah,Maaf kak.Apa kakak sudah punya pacar atau semacamnya?".
Deg,jantung Naya ber-degub kencang.
*
*
__ADS_1
*
Hello reader thanks udah mampir,yuk dukung terus novel ini❤️