
Kini Naya sudah berada di ruangan nya dan sedang beristirahat,Denis dan Cleo pun sudah meninggalkan ruangan tersebut
"kretek ,kretek"Naya menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri guna mengurangi rasa pegal, tak berselang lama Naya merapikan tas dan notebook yang dia bawa untuk mencatat hal hal kecil.
Naya kini sedang berjalan menelusuri koridor yang menuju kantin.Banyak di antara mahasiswa entah laki laki maupun perempuan yang memperhatikan Naya,hal ini sudah menjadi hal yang biasa bagi Naya selama setahun ia mengajar sebagai dosen muda di kampus nya itu.
"Kemana Bu?"
"ibu mau dianter?"
"Bu minta no handphone nya dong"
Mahasiswa laki laki nakal yang berada di fakultas manajemen akuntansi seperti biasa mulai bercanda tentang hal hal itu.
"Bercanda Bu"ucap beberapa anak fakultas itu sambil tertawa
"tapi kalo di kasih no handphone atau mau di anter beneran juga gak papa kan lumayan"pikir beberapa mahasiswa laki laki itu
Berbeda dengan mahasiswa laki laki , mahasiswa perempuan justru tidak bisa bercanda dengan Naya.Karena mereka merasa tidak pantas untuk sekedar berbincang bincang bersama Naya,bukan Naya yang membatasi namun para mahasiswi itu melihat Naya sebagaimana mereka melihat ibu mereka.
Ibu yang baik terhadap anak anaknya,karena Naya tak segan akan membantu mahasiswa/mahasiswi yang sedang kesusahan.Seperti membayar uang semester atau pun yang sudah langganan masuk ruang penasehat akademik (PA), Pertanyaan apa Naya sebaik itu?
Naya baik,tapi tidak sebaik itu dia bisa membantu tentang ekonomi dengan syarat ‘nilai kamu harus minimum B di mata kuliah saya,jika kamu berniat membayar maka bayar sebisa kamu’
atau ketika ada anak didiknya yang masuk ruangan PA karna melanggar peraturan kampus Naya akan membantu sebisa mungkin,tapi melihat apa yang sudah mahasiswa atau mahasiswi nya lakukan.
__ADS_1
Naya merupakan salah satu jajaran dosen yang menjadi Penasehat Akademik, Pasalnya Naya memiliki toleransi tinggi dan mempunyai kesabaran yang mumpuni untuk tugas yang lumayan menguras kesabaran
Langkah Naya terhenti di kantin yang lumayan ramai oleh mahasiswa ataupun mahasiswi,bukan hanya mahasiswa atau mahasiswi yang berada di fakultas itu namun juga ada banyak anak dari fakultas lain yang mungkin penasaran dengan kantin di fakultas manajemen si fakultas favorit , tentunya setelah fakultas kedokteran.
Naya memesan makanan yang sekiranya bisa di makan saat perjalanan,Naya berencana akan langsung menuju rumah sakit di pinggiran kota untuk menjenguk 'omnya' itu
"Hai Nay" Ujar suara familiar yang entah sejak kapan di belakang Naya kemudian Naya spontan menoleh kebelakang
"Pak"balas Naya menunduk menghormati dosen yang harusnya ada di fakultas kedokteran itu,dia adalah Riko duda beranak 1 yang sudah manaruh perhatian pada Naya selama beberapa bulan terakhir.
"Beli apa nay"
"Ini pak menu favorit anak anak"ujar Naya sekenanya, itulah Naya ,Cara Naya berbicara kepada yang bukan mahram nya .Karna bagaimana pun Naya seorang perempuan yang mengerti tentang kewajiban bagi seorang perempuan,Naya akan terus menjaga jarak selagi lelaki itu bukanlah mahram nya
"iya silahkan"dengan tak ikhlas Riko mempersilahkan Naya.
Sebenarnya Naya bukan tidak mau,hanya saja dia sedang menanti Riko untuk meminta dirinya langsung kepada kedua orang tuanya
*
*
"huft'' hembusan nafas keluar dari bibir Naya , dia sedang berfikir tentang Riko yang sudah beberapa bulan ini mendekati nya namun tak kunjung meminta restu kepada kedua orang tuanya.
"Sudahlah nanti akan aku kasih tau dia secara jelas,jika dia benar benar menginginkan hubungan yang serius dengan ku maka Riko pasti melamarku"ujar Naya dalam hatinya
__ADS_1
Kini Naya sedang di perjalanan menuju rumah sakit di pinggiran kota untuk menjenguk om nya menggunakan mobil standar yang orang orang ibu kota biasa pakai.
Lebih dari satu setengah jam Naya mengemudi hingga akhirnya Naya memarkirkan mobilnya di pelantaran rumah sakit tempat om nya di rawat
Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar Naya segera keluar dan menelpon om nya untuk menanyakan diruangan mana om nya dirawat.
"tok tok tok"Naya mengetuk pintu seperti biasa
"masuk"ujar suara yang berada di dalam ruangan
"om?"Naya membuka pegangan pintu sambil memanggil om nya itu,Naya takut salah masuk ruangan
"ya nay ,masuk saja".
"Jadi?, penyakit maag om kumat lagi?"tanya Naya setelah beberapa saat setelah Naya mendengar penjelasan dari Rey.Ini bukan pertama kali Rey di rawat karna sakit maag tapi ini yang kesekian kalinya
orang yang di tanya hanya mampu menggaruk tengkuk lehernya sendiri.
*
*
Hai semuanya, author sangat sangat berterima kasih atas respon yang kalian berikan.
Author hanya penulis amatiran yang sedang berkembang melalui setiap ketikkan,semoga kalian dapat memaklumi jika ada kesalahan kalimat maupun pengejaan.
__ADS_1