
"Hari ini bagaimana ujiannya,bisa?"
"Lumayan,gimana hari ini baik baik aja kan?"
"baik,tapi ada sesuatu yang ingin aku ceritakan"
"apa?"
"Janji kamu gak marah?"
"Tergantung,aku gak janji"
"ya udah deh gak jadi"Naya tidur berbalik membelakangi Zidan.
"Kenapa marah?, biasanya juga gini,ya udah deh apa yang mau kamu ceritain sayang?"
Zidan mendekati Naya dan kemudian mendekap Naya dari belakang,tubuh Naya berisi dan padat membuat Zidan merasa nyaman untuk terus mendekapnya.
"janji dengerin cerita aku sampe selesai?"tanya Naya berbalik menghadap Zidan
"hm"Sahut Zidan sambil mencium aroma shampo yang di pakai Naya.
"Ini cerita sewaktu aku masih kuliah dulu"
"Waktu itu aku baru mahasiswi awal"
Flashback on
Naya mahasiswi baru semester satu di universitas Amerika serikat tepat nya di Stanford university.
__ADS_1
Sudah satu Minggu Naya berada di negeri orang,dia belum terbiasa akan perubahan waktu dan juga iklim akhirnya mengalami demam tinggi, untungnya selama satu Minggu Naya sudah menemukan teman akrab yang tinggal satu apartemen.
"duh Naya maaf aku gak bisa nemenin kamu pagi ini ada jam matkul pak Robert si dosen killer,kamu mau gak ditemenin kakak sepupu aku?"
"Gak usah Sandra aku baik baik aja tinggal minum obat deman di laci tolong ambilin ya"
"Yah maaf Nay kemarin udah aku minum belum sempat beli lagi ke apotek,duh mana udah mau telat lagi,aku suruh kakak sepupu aku beliin aja deh apartemen nya gak jauh dari unit kita kok"
"iya deh,asal gak ngerepotin "
"gak bakalan, pokoknya tunggu aja ya"
"iya, makasih Sandra dan tolong kasih tau pak Robert aku ijin sakit"
"iya,bye"
Naya sendiri sekarang,sakit kepala dan panas dingin di sekujur tubuh membuat dirinya tak tahan akhirnya dia memutuskan untuk tidur walau dengan kepala yang berdenyut sakit.
"Hey?,gak apa apa?"tanya seseorang yang tiba tiba masuk kedalam kamar Naya.
"Astaghfirullah!,keluar "Naya kembali memekik sambil memegangi kepalanya, kondisi Naya saat ini benar benar tak layak untuk dilihat,hanya memakai hotpants dan manset membuat dirinya shock melihat laki laki yang kini mematung di tepi ranjang.
"Tolong cepat keluar!,kumohon keluar!"
"iya, tapi kenapa?"
"keluar saja,tolong keluar sekarang juga"
"baiklah"ucap laki laki itu sambil mengangkat tangannya seperti orang yang di todong senjata api.
__ADS_1
"Maaf anda siapa?"tanya Naya keluar dengan pakaian tertutup dan tak lupa memakai hijab.
"Gua?,gua kakak sepupu Sandra"
"oh maaf,kenalin Naya temennya Sandra"
"jangan banyak omong,obat deman nya udah gua taro di nakas "
"Kamu?,kamu masuk ke kamar tanpa ijin?"
"Orang yang punya kamarnya tidur pules banget".
Entah apa yang dirasakan Naya saat ini,malu bercampur marah pada dirinya sendiri,kenapa dirinya bisa sampai tidak menyadari ada pria asing masuk kedalam kamarnya,terutama pada saat dia memakai pakaian tak layak untuk di perlihatkan meskipun untuk paha tertutup selimut.
"iya , tunggu sebentar "Dengan tubuh lemas dan kepala masih sedikit berdenyut Naya melangkah kan kakinya.
"perlu bantuan?"
"tidak perlu, terimakasih ".
"Tolong lupakan apa yang telah kamu lihat,itu sungguh tak di sengaja "ucap Naya ketika sudah meminumnya obat
"apa?"
"Tentang aku yang memakai pakaian yang tak layak untuk di perlihatkan "
"maksud lo ?,pfft haha,lo ini hidup dimana? baju yang tadi Lo pake itu baju yang lumrah gua liat,justru baju yang Lo pake sekarang ini aneh banget "Tutur pria itu sambil melihat Naya dari atas kebawah dan bagitu seterusnya.
____
__ADS_1
Hello readers , author up nihhh,jangan lupa kembang tujuh rupa nya yakkk🤣