Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 19(Kedatangan Tamu)


__ADS_3

chapter sebelumnya:


Naya mengingat pertemuan nya dengan pria bernama Zack,kakak tingkat sewaktu Naya mengenyam perguruan tinggi di Amerika tepatnya nya di Stanford university.


_


Hari ini adalah hari weekend.


Seharusnya ini adalah waktu dimana Zidan bermanja manja pada sang istri,namun hal ini harus gagal karna kedua orang tua Zidan datang berkunjung.


"Bu gimana kabarnya sehat?"Naya bertanya setelah menyuguhi teh untuk kedua orang tua Zidan


"Alhamdulillah,gimana kamu nay?, Zidan nakal gak?"


"baik Bu,Zidan baik kok"


"masa sih?"tanya ibu Indah seakan tidak percaya bahwa putranya berperilaku baik


"Ibu kok gitu sih?,Zidan dimana mana juga baik"sahut Zidan tak terima


"Loh emang kenyataan kan kamu bandel"kini Kenzie ayahnya Zidan ikut berbicara


"ayah,stop"


"Yang udah punya istri mulai malu sama msa lalunya"ucap ibu Zidan tanpa beban sambil mengambil cangkir teh dengan anggun.


"Ibu mau menginap?"tawar Naya mengalihkan pembicaraan yang dirasa tak mengenakan untuk paksu(Pak suami).

__ADS_1


"Mau kalo di bolehin"jawab ayah Zidan sambil melirik anaknya yang tampak muncul urat kekesalan.


"Duh kayaknya enggak deh Nay,liat tuh muka Zidan kayak gak ikhlas orang tuanya di tawarin nginep"Ibu Zidan berkata dengan nada lesu.


"Kata siapa gak boleh?,boleh kok"


"Mulutnya sih bilang boleh,tapi hatinya pasti bilang 'jangan mau,ayo tolak sekarang""ledek ayah Zidan


"Ayahhh,stop "


"iya iya ,kalo tau kamu bakalan bucin sama Naya kenapa gak dari dulu ketemuan nya.Jadi ayah sama ibu gak usah repot harus Dateng ke ruang BK "


"iya,aku malah ingat waktu dia minta Joni buat nyiapin mahar waktu itu"


"Mas Zidan bilang apa Bu?"tanya Naya penasaran,karna waktu menelpon Zidan tak berada dalam jangkauannya.


"Dia bilang 'Pak Joni ,Saya minta siapkan mahar yang simple namun tidak merendahkan ', otomatis Joni kaget pasalnya dia langsung bilang begitu "


"Iya,emang kurang ajar.Ayah yang ngasih makan ,malah gitu"


"siapa yang ngasih makan?"tanya ibu Zidan dengan mata mendelik


"eh?,salah maksudnya ibunya Zidan yang ngasih makan, ayahnya yang nyari biaya buat hidup,tapi gak di percaya"Ralat Kenzie ayahnya Zidan.


"Kenapa?"tanya Naya lagi


"Aku takut di marahin"Jawab Zidan kesal

__ADS_1


"iyalah pasti ibu marahin,secara kamu itu anak tunggal"Indah ibu Zidan menjawab dengan sarkas.


"Maaf Bu,ini salah Naya seandainya Naya bisa lebih bijak saat itu"


"Loh sayang?,itu bukan salah kamu kok"


"Ya tapi mas,gara gara aku kamu jadi kehilangan masa muda kamu, kehilangan waktu yang harusnya masih di pakai untuk main main untuk banyak hal menantang"


"sebenarnya kalo gak ada kamu , Zidan akan tetap kehilangan masa mudanya karna akan ayah suruh untuk meneruskan perusahaan ayah"ujar ayah Zidan


"Kami sudah tua,kami hanya ingin tinggal dirumah dengan nyaman " sambung Bu Indah sambil menatap anak dan menantu dengan diam.


"Ayah tau ini terlalu dini untuk kamu Zidan,tapi cepat atau lambat kamu akan memikul beban ini sedikit banyaknya sekarang kamu sudah punya Naya untuk membagi beban,Naya ayah harap kamu bisa menemani Zidan dalam suka ataupun duka"


"Sudah pasti Yah"jawab Naya yakin.


"Mulai besok hari senin,kamu sudah harus mendatangi kantor cabang kita yang berada tak jauh dari rumah ini"


"apa?,besok?,besok Zidan ujian yah"


"Kalo begitu setelah selesai ujian,kamu hubungi ayah atau ibu"


"Naya ,Zidan ibu dan ayah rasa sudah cukup untuk hari ini.Kami pamit "


"enggak jadi nginep?"tanya Naya ikut berdiri tatkala pasutri yang sudah tua itu berdiri.


"Tidak, soalnya ada anak anak yang mau membuat anak"jawab Ayah Zidan sambil melangkah menggandeng Bu Indah dengan nada meledek.

__ADS_1


-


Heyyy kangen gak?,wkwk jgn lupa vote yakk😽[lope sekebon]


__ADS_2