Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 27(Urusan Pasutri)


__ADS_3

"Aku turun ya,aku ini berat loh"Naya berujar ketika sudah setengah jam nemplok di atas tubuh Zidan


"Kenapa?,kamu itu gak berat badan kurus begini,nihh aku peluk"Zidan memeluk Naya, semangkin membuat tubuh keduanya menempel bagai di beri perekat.


Tangan Zidan yang semula hanya memeluk mulai menyingkap jubah mandi yang membalut tubuh Naya.


Melepas tali yang mengikat jubah itu dan dengan mudahnya meloloskan jubah tersebut dari tubuh Naya.Menampakan tubuh Naya yang berisi.


Zidan perlahan membalikkan tubuh Naya menjadi di bawah kukungannya, mendominasi dan bergerak dengan cepat untuk menyambar bibir Naya.


"Ku rasa aku akan memaafkan mu jika kamu menemani ku semalaman"


"Semalaman memang kamu kuat?"


"aku enak tinggal ngangkang kamu yang maju mundur emang yakin gak bakalan encok?"sambung Naya lagi yang langsung melenguh ketika ciuman Zidan turun ke area leher .


"sshhh,Zidan ku rasa sudah cukup,ini sudah dini hari"


"Semalam siapa yang bilang kalo aku gak bakalan kuat?"


"aku salah,sudah sudah jangan di lanjutkan lagi aku capek"Naya berbicara dengan nada merajuk,dalam hati Naya sedang merutuki Zidan yang seolah memiliki tenaga ekstra dalam hal ini.

__ADS_1


Memang benar ya,jika suami istri sedang bertengkar maka solusinya tak jauh dari ‘ranjang’.


Naya memutuskan untuk memejamkan mata rasanya ia tak mampu lagi untuk menahan rasa kantuknya .Sementara Zidan dia mulai membersihkan semuanya.


"Ah andai saja aku adalah pria yang seusia dengan mu Nay,aku mungkin tidak akan setakut ini ketika kamu bercanda dengan teman teman mu"Gumam Zidan sambil mengusap kepala Naya sesaat setelah dia membersihkan dirinya.


Zidan ikut tertidur di samping Naya, tangannya memeluk dengan Posesif pinggang sang istri.


Matahari beranjak naik dengan tak malu malu sudah menampakkan cahaya yang begitu indah,cahaya itu telah menembus kain gorden yang langsung mengarah ke ranjang tempat Naya dan Zidan saling memeluk.


Sepasang pasutri ini terlihat sangat nyaman ,namun cahaya matahari mulai menyilaukan mata yang akhirnya membuat Naya terbangun lebih dulu.


"ada apa,kau sudah bangun?"tanya Naya ketika melihat Zidan meraba raba sisi tempat tidurnya, seperti nya mencari dirinya


"Ya,pukul berapa ini?"


"Seperti nya pukul setengah sembilan "


"aku akan bangun,bisakah kamu melepaskan pelukannya?"Naya menjawab dan berusaha menyingkirkan tangan Zidan yang memeluk kedua paha nya.


"Tunggu sebentar,ini sangat nyaman"Bukannya melepaskan Zidan malah meletakkan kepalanya di atas paha Naya yang sudah berpakaian.

__ADS_1


Tadi subuh mereka sempat sholat subuh berjamaah lalu kemudian melanjutkan tidurnya kembali.


"Ku rasa ini sudah cukup Paksu"Ucap Naya ketika lima belas menit berlalu tanpa adanya pergerakan dengan Zidan yang kembali tertidur.


Zidan yang mendapatkan teguran langsung duduk dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang seperti yang Naya lakukan,dia menoleh pada Naya yang tampak cantik tanpa riasan apapun membuat Zidan merasa rendah diri jika berdekatan dengan Naya.


"Kenapa?"tanya Naya saat menyadari Zidan sedang menatap dirinya dengan intens.


"Kemari,aku ingin memeluk mu"Ucap Zidan setelah beberapa saat,Naya hanya menurut karna baginya perintah suami adalah perintah yang mutlak jika itu tak menyimpang dari jalur agama.


"Kamu ini kenapa?"


"ada yang membuat kamu tidak nyaman?"sambung Naya sambil menatap bola mata Zidan yang tampak sangat bagus dan jernih.


"Kamu jangan cantik cantik,jelek aja gak papa"


"aku merasa bukan apa apa, soalnya setiap hari ngeliat kamu mangkin sempurna aja"


_


[maafin author ya kalo terlalu vulgar 🤧,salahin aja jari author yang ngetiknya keterlaluan]

__ADS_1


__ADS_2