Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 28(Rutinitas)


__ADS_3

Bulan madu telah berlalu beberapa bulan yang lalu,kini Naya dan Zidan sedang fokus fokus nya pada karir dan pendidikan.


Alhasil,mereka berdua sepakat menunda untuk memiliki momongan.


Hari ini,hari yang mendung dengan rintik gerimis menemani angin yang berhembus cukup kencang.


Tadi pagi di karenakan motor yang biasa di pakai Zidan di bengkel,maka dari itu Naya mengantarkan suami tercintanya kesekolah.


Sekarang Naya sedang di jalan yang lumayan padat oleh kendaraan roda empat,waktu masih menunjukkan pukul sebelas tiga puluh namun sejak lima belas menit yang lalu Zidan mengabari bahwa dia pulang cepat .


Dalam perjalanan, tepatnya pada persimpangan perempatan di lampu merah,Naya melihat perempuan yang memakai seragam sekolah mirip Zidan memeluk seseorang yang perawakannya mirip Zidan.


Namun Naya berusaha menyangkal fikiran negatif yang timbul,toh Naya fikir Zidan tidak akan melakukan hal yang demikian.


Sesampainya di sekolah Zidan,Naya harus menunggu setengah jam hingga hujan mulai deras namun Zidan tak kunjung keluar.Akhirnya Naya memutuskan untuk bertanya pada security.


“Semua siswa siswi sudah keluar dari sekolah setengah jam yang lalu Bu”jawab sang security yang di tanya oleh Naya .


Dengan langkah gontai memegang payung Naya masuk kedalam mobil,untuk menghubungi Zidan .


“Halo”Terdengar suara perempuan dari handphone yang jelas jelas tertera kontak dengan nama "Paksu".


"Halo?,ini dengan siapa ya?"tanya seseorang di balik handphone itu


"halo,ini siapa ya?" Naya bertanya balik dengan perasaan yang sedikit campur aduk


"Ini pacar Zidan,kalo boleh tau kamu siap-,Sayang"suara itu terpotong dengan si perempuan memanggil sayang dengan nada nya yang di lembut lembutkan .


Kemudian tak lama berselang handphone Naya mati karna kehabisan daya.

__ADS_1


___


"Zack"


"Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi"


"Aku juga pernah berfikir demikian"


"Dimana suami kamu ?"


"Dia sedang sibuk belajar"


"sedang apa kamu di mall sendirian?"


".."


"Apa perlu aku temani?"


"Nay"Sentak Zack sambil memegang kedua bahu Naya agak kuat.


"Lepas!"


"maaf,aku simpulkan kamu mau di temani oleh ku"


"Zack,kumohon berhenti!,jangan seperti ini"


"Naya!,aku cuma butuh kesempatan buat ngejelasin semuanya,aku butuh waktu kamu!"


" Zack,tak ada lagi yang harus di bahas,aku harus pergi"papar Naya sambil melihat kesembarang arah.

__ADS_1


"Nay tunggu, berikan aku kesempatan"


"Baiklah,kita ke cafe di depan saja"Naya terpaksa menyetujui apa yang di tawar kan Zack.Naya harap ini adalah pertemuan terakhir nya dengan pria itu.


"Tidak,disini saja di restoran sebelah sana,di luar hujan deras nanti kamu sakit"


"Kalau begitu ayo"ajak Zack dengan tangan yang menarik Naya dengan erat.


"Apaan sih,lepas"pekik Naya ketika sudah berada di dalam restoran yang di pilih Zack.


"maaf,aku repleks".


"Well,ayo kita pesen makanan dulu"Ujar Zack sambil menyerahkan daftar menu.


Naya segera menuruti keinginan Zack dengan cepat, pasalnya ini memang sudah lebih dari waktu makan siang.


"Aku pergi karna Oma yang ada di USA sakit keras"Ucap Zack di saat makanannya telah habis.


"Sama sekali gak ada niat untuk ninggalin kamu gitu aja"


"Aku tau waktu itu kita tidak memiliki hubungan lebih dari sekedar teman"


"Dulu bagiku kamu adalah sosok yang tidak mungkin aku gapai,karna perbedaan agama,Nay lihat aku .Aku sudah berubah,aku sudah mualaf."Papar Zack dengan kesungguhan


"Tiga bulan lalu Oma meninggal,tapi dari saat itu aku harus sudah mulai menggantikan posisinya sebagai CEO di perusahaan milik nya"


"Aku ingin sekali menghubungi kamu,entah lewat email ataupun pesan,tapi handphone ku dan koper yang aku bawa hilang ketika pertama kali menginjakkan kaki di USA "


...****************...

__ADS_1


KGN AUTHOR?


__ADS_2