
"Aku mau ganti baju dulu ya mas,ini maaf tolong letakan piring nya di meja makan"Ucap Naya sambil menyodorkan beberapa piring pada Zidan
"Inget pake gamis yang lebih oversize ya"
"iya,kamu bawel banget dari tadi"
"Kan temen aku yang datang cowo semua,aku gak rela Kalo misalnya mereka liatin kamu terus"
Zidan seperti nya bertingkah posesif terhadap Naya padahal Zidan sendiri tahu bahwa Naya adalah perempuan yang beretika dan tahu diri untuk menutup diri dari lawan jenis.Bahkan sebulan yang lalu ketika Naya menunjukan gamis yang sedang trend Zidan mendengus tidak suka
"Gamis apa lingerie?,kok badan kamu kejeplak semua,apalagi kalo diliat dari belakang.Gak boleh di pake,tapi kalo mau pake di rumah aja"
Ucap Zidan saat itu.
"Sudah datang?"Monolog Naya saat keluar dari kamar karna mendengar suara berisik dari bawah.
"Lo tau gak si dedemit so imut tadi marah marah"Ucap Alan sambil melihat Rizky yang duduk sambil merokok
"enggak lah kan belum di kasih tau,emangnya kenapa?"
"Dia kan udah janjian,tapi gara gara di cancel Rizky gitu aja,dia sampe nangis kejer"
"Manja banget"Ucap Zidan di sertai gelengan
"iya apalagi dia sampe bawa si Rachel,Lo tau kan ganas nya si Rachel?,Si Rizky di maki maki dong"Alan menceritakan semuanya dengan menggebu-gebu
"Terus gimana?"tanya Zidan penasaran
"Ya gak gimana gimana,tapi tadi si dedemit so imut sempet bilang putus"
__ADS_1
"Serius?,terus?"
"Apaan sih Lo terus terus Mulu dari tadi"Kini Rizky ikut buka suara setelah menahan diri dari tadi
"Iya deh yang abis di putusin"Ledek Alan tanpa beban, sedikit besarnya Alan tentu merasa senang saat Rizky putus dengan si dedemit so imut bukan tanpa sebab pasalnya Alan menyadari bahwa Rizky hanya di manfaatkan oleh perempuan itu.
"Loh udah datang?"Sapa Naya sambil membawa Teh hangat, sebenarnya Naya sudah menguping di balik tembok hanya saja dia terlalu malu untuk keluar jadilah dia menunggu timming yang tepat untuk keluar.
"Iya Yang,duduk sini"Panggil Zidan sambil menepuk tempat duduk yang di sebelah nya
"Nah kenalin ini temen temen aku,ini Rizky dan ini Alan"
"Rizky "ucap Rizky sambil menyodorkan tangannya
"Naya"ucap Naya sambil tersenyum singkat sambil menerima uluran tangan tersebut dengan ragu.
"Jadi beneran Zidan udah nikah?"Tanya Alan sambil melirik Zidan dengan ekor matanya
"Iya"jawab Naya dengan senyuman
"Kita beneran kaget waktu Zidan ngomong 'gua udah punya bini',awalnya gak percaya sampe sekarang ketemu sama istrinya langsung"
"Kenapa mau sama Zidan ?"tanya Rizky dengan tampang menyebalkan menurut Zidan.
Naya bingung mau bicara apa, suasana ini terlalu Canggung hingga Naya tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Rizky.
"Kan aku ganteng ,iya kan yang?"tanya Zidan sambil memeluk pinggang Naya posesif
"iya deh,karna kamu ganteng"ujar Naya
__ADS_1
"Sekarang udah hampir makan malem,ayo ke ruang makan.Nanti makanannya keburu dingin"ajak Zidan sambil berdiri memegang tangan Naya.
___
"sumpah enak banget, beruntung banget ya si Zidan dapet istri macam Naya udah cantik pinter masak lagi"
"Semoga aja nanti gua dapet istri modelan Naya,Aamiiin"sambung Alan sambil mengemudikan mobil nya, sementara Rizky hanya mematung sambil melihat ke arah jendela
"Lo kenapa sih Ky?"Tanya Alan yang melihat Rizky sedikit murung
"Lo tau gak Lan?"
"gak tau"
"Gua pernah mau ngegebet istri Zidan beberapa bulan yang lalu"
"Hah?"
"Gua pernah naksir, istilahnya sih cinta pada pandangan pertama"
"gua gak nyangka kalo dia ternyata istrinya Zidan"Sambung Rizky
"kok bisa sih?,ada ada aja deh, sebaiknya mulai sekarang Lo gak usah inget Naya lagi ya Ky,dia udah istri orang"
"iya gua sadar diri kok"ucap Rizky sambil mengalihkan pandangannya pada Alan.
"find another,Lo cakep pasti banyak yang mau"
"iya" jawab Rizky singkat,entah apa yang ada di pikiran Rizky saat ini,hanya dia dan Allah yang tahu.
__ADS_1