Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 24(Hanymoon)


__ADS_3

Chapter sebelumnya:


Naya menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya,tentang dia dan Zack.


_


Akhirnya setelah kelulusan Zidan,Naya memutuskan untuk menuntaskan janjinya pada Zidan.


Waktu itu Naya mengusulkan saat semuanya sedang santai, rileks dan tidak ada schedule yang nantinya akan menggangu waktu mereka berdua.Sebenarnya bulan madu bagi Naya bukan lah sesuatu yang penting karna baginya sama saja,sama sama di kasur.


Namun Naya juga mampu memahami Zidan yang masih belia,Naya ragu apakah Zidan siap menjadi seorang ayah?,ayah yang baik dan sabar?, mampukah Zidan merawat nya ketika dia sedang masa nifas nantinya?dan pertanyaan pertanyaan lain nya ikut muncul di benak Naya.


Naya memilih tempat lokal dan tidak jauh untuk berbulan madu,dia merekomendasikan 3 hari waktu untuk berbulan madu ke kawasan Jawa tengah.


Naya juga sudah mereservasi hotel-hotel yang akan dia tinggali selama 3 hari.Hotel indah dengan konsep alam di tengah tengah nya.


Hotel itu tidak begitu mewah,hanya ada kamar mandi yang dilengkapi shower serta alat alat mandi lainnya, televisi,dan ranjang untuk type dua orang .


Naya dan Zidan sudah tiba di hotel yang Naya reservasi sebelum nya,mereka melakukan beberapa pengecekan seperti di pinta KTP,kartu nikah,dan sebagainya.


Saat Naya dan Zidan sampai di hotel hari sudah dini hari, mereka berangkat dari Jakarta pukul 4 sore dan sampai di lokasi dini hari.


"Yang aku ketoilet dulu"


"iya,aku tidur duluan"jawab Naya pelan setelah selesai merapihkan barang barang nya.


Setelah tidur untuk melepaskan penat akibat perjalanan panjang akhirnya mereka berdua bersiap siap untuk ke tempat wisata pertama.


Namun sebelum itu,tentu saja Zidan yang nakal tak melawat kan ritual dengan suasana dingin yang menusuk tulang.


Zidan dengan nakalnya menerobos pintu kamar mandi yang tak dikunci oleh Naya membuat Zidan dengan mudah menerobos masuk.Hal itu membuat Naya terkesiap dan berteriak cukup keras .

__ADS_1


"hhmmphhh"


"Makanya jangan teriak dong,nanti yang lain ngira nya aku lagi nganiaya kamu"


"ihhh,apaan sih lepas"ucap Naya tertahan ketika tangan nakal Zidan sudah tak terkendali bergerak liar di atas tubuh nya.


"Yang,pengen"ucap Zidan memelas sambil melihat sesuatu di bagian bawah tubuhnya.


"Tapi ini disini dingin banget apalagi kita nanti ketinggalan sarapan"


"gak apa apa,kalo ketinggalan kita bisa ke cafe buat breakfast bentar"


"eummhhh"


-selanjutnya di mohon berkreasi sendiri-AUTHOR GAK KUAT.


"Ini silahkan Bu pak"Ucap pelayan ketika memberikan dua piring makanan di meja Naya dan Zidan.


"Tidak ada lain kali"Ucap Naya pelan untuk melampiaskan ke kesalan nya.


"Tapi aku mau lain kali sayang"balas Zidan sambil mengedipkan matanya sementara kedua tanganya dia gunakan untuk menopang dagu.


"Nih makan"Naya menyuap kan makanan di piring nya ke mulut Zidan yang sedang menatap nya


"jangan ngeliatin terus dong,dimakan makanannya"


"iya iya,bawel deh"Zidan terkekeh lalu mencubit hidung Naya dengan gemas.


"Auh,sakit tau".


Setelah breakfast Naya memutuskan untuk pergi ke candi Borobudur,candi yang sudah mendunia.

__ADS_1


"Tiket nya berapa?"


"25.000"


"Serius?, tau gitu aku ajak aja mama sama papa"


"jangan dong yang,nanti kita gak bisa berduaan kayak gini"ucap Zidan yang mendapatkan cubitan kecil di lengan nya dari Naya.


Zidan dan Naya memutuskan untuk naik kepuncak teratas yang dapat di naiki oleh pengunjung untuk melihat sunrise yang melukis langit.


"Kita minta fotoin aja ya?"tanya Zidan ketika sudah puas berpose ria setengah badan bersama Naya.


"Iya boleh,tapi lebih baik nyari tukang foto biar gak ngerepotin "


"gak ada Nay, Mereka lagi sibuk sama pelanggannya masing masing "Zidan menunjuk beberapa fotografer yang sedang sibuk .


"Tuh ada bule,cepet minta fotoin "suruh Naya pada Zidan


"ogah aku gak bisa bahasa Inggris "


"ishh,ya udah sini handphone kamu"


Zidan menyodorkan handphone nya pada Naya setelah itu Naya bergegas mendekati salah satu pria bule dan berbincang bincang singkat.


Tak lama pria itupun mendekat ke arah Zidan,meminta Zidan dan Naya berfose se-romantis mungkin .


"can you kiss Miss Naya's cheek, sir?"


"dia ngomong apa yang?,kis?,dia nyuruh aku cium kamu di tempat umum?"tanya Zidan dengan polosnya, sedangkan Naya perlahan mengecup pipi Zidan , membuat foto yang di hasilkan sangat bagus dan natural.


_

__ADS_1


Chapter khusus dua sejoli yang lagi kasmaran,jgn lupa like😄+kembang


__ADS_2