Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 26(Paksu cemburu)


__ADS_3

Kemudian setelah sesi meminta maaf Edo mulai menawarkan diri untuk memfoto Naya dan Zidan menggunakan kamera yang dia bawa.


Edo mengaku bahwa dia memiliki hobby menjadi fotografer bahkan dia mulai menerima job dari teman teman kampus nya sebagai fotografer dadakan dengan hasil yang sangat bagus.


"ini buat kamu ,Makasih ya udah bantu foto in"Naya menyerahkan selembar uang berwarna biru namun di tolak keras oleh Edo,Edo bersikeras bahwa dia menikmati waktu saat memfoto Zidan dan Naya.


Setelah puas berfoto dengan Edo sebagai fotografer dadakan Naya dan Zidan di ajak bergabung dengan teman teman Edo seolah tak ada perbedaan usia yang berarti.


Lain dengan Naya yang tampak riang,lain juga dengan Zidan yang tampak menekuk wajahnya sedari tadi.Mereka sekarang sedang berada di cafe dekat Malioboro, Naya membeli makanan khas tempat itu yakni bakpia dan brem.


Sama seperti saya membeli tas Naya juga menawar bakpia pathok yang tadinya 30.000 menjadi 100.000 dapat lima .Begitu pula saat membeli brem para pedagang menawarkan brem 1 bungkus 10.000 tapi Naya berhasil menawar 10.000 dapat 5,dan masih banyak barang lagi.


"Sayang udah yu"Zidan berbicara setengah berbisik


"Ibu minum?"tanya Edo menawarkan minuman beralkohol


"enggak dia gak minum"Zidan mendorong cangkir yang di sodorkan Edo kearah asal .


"Okke bro,kira happy fun aja"seru yang lainnya ketika melihat raut Zidan tak enak dilihat.


"Maaf ya,kami pamit duluan"Naya ikut berbicara sesungguhnya dia merasa tidak nyaman ketika melihat anak didiknya minum minum Naya bahkan sudah menegur mereka sedari awal mereka memesan minuman alkohol.

__ADS_1


"yah iya Bu, padahal kami masih kangen loh"Teman teman Edo menyerukan apa yang mereka rasakan dengan nada menggoda membuat Zidan naik pitam merasa tak di anggap.


"Kamu duluan,ini untuk membayar bill milik kami sisanya ambil saja"Zidan menyodorkan uang cash pada Edo dan teman temannya.


Sehabis Naya dan Zidan keluar Edo dan teman temannya tak lama juga ikut meninggalkan cafe tersebut.


Kini Zidan dan Naya sudah berada di kamar hotel, setelah mereka membersihkan diri masing masing Zidan terlihat merajuk pada Naya.


"Ya ampun kenapa sih suamiku ini"Naya keluar kamar mandi menggunakan jubah mandi yang membalut tubuh sintalnya,Naya menyadari bahwa Zidan sedang cemburu disaat perjalanan pulang.


"Sayang mau aku pijitin gak?"tanya Naya merangkak di atas ranjang ke arah Zidan.


"ahhh"Pekik Naya kaget ketika dia ditarik begitu saja oleh Zidan.


"kenapa?"


"apanya?"tanya Naya balik tak mengerti


"kenapa tadi Keliatan seneng banget di godain cowo cowo?"


"emang aku keliatan seneng?"

__ADS_1


"enggak tau sih"


"kok enggak tau?"


"aku cuma ngeliatin muka si Edo pengen nonjok"Zidan berkata pelan pada akhir kalimat


"astaghfirullah Paksu,cewe mana yang gak seneng di puji cantik?,cewe mana yang gak suka diperlakukan bagai ratu?"


"tapi itu bukan apa apa kalo bukan Paksu yang memuji dan meratukan aku"Sambung Naya cepat sambil memeluk Zidan yang berada di bawah tubuhnya.


"Udah?"


"udah apanya?"tanya Naya heran


"Udah ngegombalnya?"


"udah"jawab Naya malu


___


Haii reader author yg tersayang jangan lupa terus dukung author ya😄

__ADS_1


__ADS_2