Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
Chapter 25(Harus pinter nawar)


__ADS_3

Capek berkeliling di kawasan candi Naya akhirnya berkeliling di pasar yang menyatu dengan kawasan candi.


Dalam perjalanan menuju pasar Naya berjalan berputar putar bersama Zidan karna tidak tahu arah.Bukan hanya Naya dan Zidan ada banyak turis di belakang dan di depan Naya.


"pengen beli baju copple deh"


"ya udah ayo,tuh di depan murah murah"


"Ayo kak,mampir cuma 20.000 dijamin berkualitas"Ucap pedagang membanggakan harga yang dia pasang di etalase.


Namun tak lama setelah pedagang itu berteriak untuk menjajakan dagangannya banyak pedagang lain yang berteriak hal serupa .


"Tas nya kak di jamin murah"teriak pedagang yang lain untuk menarik turis lokal maupun mancanegara.


"Aku pengen tas,beli ya?"tanya Naya berhenti disalah satu kios yang langsung disambut pedagang.


"iya beli aja sayang"Zidan membalas sambil merangkul Naya dengan mesra.


"ini berapa Bu?"tanya Naya berhati hati, pasalnya dia sudah melihat banyak turis tertipu di mulut pasar yang menjual barang sama namun dengan harga yang tinggi tak masuk akal.


"25.000 aja kak"


"yah saya kira 20.000"tunjuk Naya pada salah satu tas selempang yang bagus.


"ini di buat dengan cara manual kak,jadi harganya agak mahal ketimbang harga tas yang lainnya "


"gini deh,say beli dua tapi jadi 40.000 gimana?"tanya Naya lagi bermain tarik ulur harga.


"gak bisa kak"pedagang itu menarik harga dengan percaya diri jika Naya akan tertipu begitu saja.


Bagi Naya pedagang seperti ini bukan pedagang yang jujur , biasanya mereka akan memasang harga lebih tinggi dibandingkan harga asli kepada para turis.


"Ya sudah Bu,maaf gak jadi nanti saya cari cari dulu"Naya tersenyum menyerahkan kembali tas yang sudah di pegang nya.


"Sayang kasih aja lah kamu mau?,biar aku yang bayarin"


"gak usah Mas,nanti kita beli di tempat lain"Naya bicara setengah berbisik pada Zidan.

__ADS_1


"dasar lelaki gak tau tarik ulur harga"


Dalam hati Naya bersungut-sungut kesal.


Setelah Naya menjauh beberapa langkah dari kios ibu pemilik kios segera memanggil Naya kembali,dia menyerahkan barang sesuai dengan harga yang di tawarkan Naya.


"Istri siapa sih pinter banget"ucap Zidan ketika sudah menjauh dari kios tas


"Istri nya pak Zidan dong".


Begitulah seterusnya,Naya dan Zidan menghabiskan waktu hampir sampai tengah hari di dalam pasar membeli barang barang yang menurut Naya sangat unik dan hanya ada di kota Yogyakarta.


"Kita langsung kehotel aja?"tanya Zidan pada Naya yang sedang beristirahat di kios makanan .


"enggak,kita cari masjid dulu mau sholat Dzuhur sekalian sholat Ashar"


"ohh oke,kamu cari di maps ya"


"kamu aja deh yang nyari aku makan dulu"Naya tersenyum ketika makanan yang dia pesan sudah tiba di hadapannya.


"iya dehh ratu".


Dihari kedua Naya serta Zidan memutuskan untuk tinggal di hotel.Menghabiskan waktu berdua ‘hanya berdua’.


Namun ketika menjelang malam Naya teringat akan pasar Malioboro yang berada tak jauh dari hotel .


Akhirnya mereka memutuskan untuk menghabiskan malam nya dengan berkeliling di teras 1 dan teras 2 Malioboro.


Tak sempurna rasanya jika ke Malioboro namun tak berpoto ria dengan plang jalan Malioboro.


"Yang udah dong sekarang poto berdua"gerutu Zidan kesal pada Naya yang hanya ingin berfoto sendiri.


"Terus nanti siapa yang potoin?"


"tuh"tunjuk Zidan pada mahasiswa yang sedang nongkrong di kursi kursi yang berjajar.


"kamu yang minta potoin ya?"

__ADS_1


"iya tenang aja,kamu tunggu disini".


Zidan berlalu meninggalkan Naya untuk menuju tempat para mahasiswa sedang bercanda gurau.


"Sorry maaf ganggu"


"boleh gua minta foto in?"sambung Zidan berdiri di hadapan mereka


Namun yang di tanya malah asik dengan dunia mereka,hingga membuat Naya turun tangan dan mendekat ke arah mereka.


"Udah mas gak usah,ayo pergi"ucap Naya sambil menarik Zidan.


"Loh Bu Naya?"Tanya salah satu mahasiswa yang menyadari itu Naya


"Siapa bro?"tanya rekannya yang lain.


"Lo pada gak inget?,dia dosen seminar waktu satu tahun yang lalu?,yang Lo bilang cakep"


"Astaga gua lupa,Bu Naya kenalin Edo"seseorang yang kedua menyadari Naya adalah dosen seminar di kampus nya berdiri lalu menyodorkan tangannya.


"Naya".


"Ibu udah punya pacar?"Tanya mahasiswa yang lain


"Bu katanya waktu itu bilang,ibu gak bakalan pacaran "Yang lain ikut bernostalgia mengingat dulu ada mahasiswa usil yang menanyakan ‘bu ibu udah punya pacar?,kalo belum saya mau jadi pacar ibu’,dan Naya menjawab ‘belum punya,dan gak mau pacaran ’.


"Kenalin ini suami saya,mas kenalin mereka anak kampus di sekitar sini "


"Zidan"


"Jadi siapa yang mau foto in?"tanya Naya melihat mahasiswa yang cengengesan karna tadi mengabaikan Zidan.


"Sorry ya pak,tadi kami kurang sopan"


"gak papa"Zidan tersenyum canggung, sungguh didalam hati Zidan sedang merasa panas karna melihat para mahasiswa selalu menggoda Naya.


_

__ADS_1


maaf untuk latar belakang jika ada kesalahan nama tempat, author pernah kesana cuma lupa lupa inget,hehe ..untuk yang tau bisa Tulis di kolom komentar yaa😄


__ADS_2