Menikahi Daun Muda

Menikahi Daun Muda
chapter 8(manten baru)


__ADS_3

itu tuhh bagi yg komen lanjut2 tapi belum like,like dulu dong!.Biar keren..Jgn lupa komen gimana kesan kalian di chapter ini!❤️


*Happy reading


Naya menggeliat dan terbangun dari tidurnya dikala pagi buta.


Naya dari semalam tidak bisa tidur,sebab belum terbiasa dengan kehadiran makhluk yang sedang memeluknya seperti guling.


Perlahan namun pasti,Naya mulai menggeser tangan itu hingga ia bisa beranjak dari tempat tidurnya.


*


Jam alarm telah memulai bunyi bising sejak lima menit lalu,ketika Naya sedang mandi.


"Duhh,Bu matiin"Kesal Zidan sambil meraba raba tempat biasa dia menyimpan alarm,namun karna tidak menemukan benda yang ia cari,Zidan terbangun dengan kesalnya.


"Ada apa sih?"tanya Naya ketika keluar kamar mandi menggunakan jubah mandi


"Bangun Zidan, Sekarang hari senin"sambung Naya.


Zidan melirik kekanan dan kekiri,dia pun akhirnya mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya.


"Kamu mau jadi imam?"Tanya Naya sambil menggelar sejadah dan mengambil mukena yang tergantung di tembok


"Duluan aja "


"Fine".


Tak lama Zidan beranjak dari posisinya dan mulai kekamar mandi, sedangkan Naya menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim.


Hingga saat sesudah salam, Naya mendengar Zidan berteriak dari kamar mandi.Sontak saja Naya langsung berdiri dan tidak sempat meminta ampun kepada Rabb-nya.


"Ada apa?"Tanya Naya


"Jubah mandi gak ada lagi?"


"Sebentar aku ambil dulu"Naya berjalan ke arah lemari untuk mengambil jubah mandi lalu kemudian menyerahkan nya pada Zidan


"Thanks".


*


"Seragam sekolah aku kan belum di setrika"


"Taruh saja di sana,nanti aku setrika.Kamu gak solat?"


"males"

__ADS_1


"Belajar ngilangin males dari sekarang"


"nanti aja, Sekarang udah telat"


"baru jam setengah enam,lagian daftar ke sekolah barunya udah via online"


"Fine,aku solat dulu"


Sambil menunggu Zidan menunaikan solat,Naya mulai menyetrika baju Zidan yang kusut akibat di lipat lipat.


"sudah?, bajunya aku taro di tempat tidur"ujar Naya sambil berjalan ke arah Zidan


"Naya"panggil Zidan


Naya terpaku untuk beberapa saat ketika mendengar panggilan itu.Sebab ini pertama kalinya Naya mendengar Zidan memanggil namanya langsung.


"ya?"


"Nanti aku dianter siapa?,kan motor aku di tinggal di rumah"


"Nanti aku anterin,ayo turun sarapan dulu"


Lalu beberapa saat kemudian Zidan dan Naya mulai turun ke lantai 1 .


"oh jadi kamu ini anak IPS?"


"maksudnya anak jurusan,bukan anak kandung"


"iya"


"ada rencana lanjut kuliah dimana?,kan sekarang udah kelas 3"


"Tadinya kata ibu disuruh kuliah di Turki"


"Kok tadinya?"


"Ya kan sekarang aku udah nikah"


"oh iya bener,nanti kalo kamu kuliah di Turki 4 tahunan lebih.Aku bisa dikira janda kembang"


"hush,kalo ngomong itu di jaga"Ucap Zidan sambil menutup mulut Naya menggunakan tangan nya.


"ish,jorok.Tadi kan kamu pegang gagang pintu,gimana kalo ada kumannya gimana coba?"Naya dengan segera melepaskan tangan Zidan dari mulut nya.


"jorok?,emang iya"Ujar Zidan sengaja memprovokasi Naya


"Cuih cuih"Naya seolah olah meludahkan sesuatu dalam mulut nya

__ADS_1


"aku bercanda"


"aku tau"


"terus kenapa tadi, kayak ngeludah?"


"biar seru" jawab Naya


"Kan kalo aku gak gitu nantinya jadi canggung"


"oh iya bener,makasih ya Nay"


"buat apa?,itu kan tugas masing masing untuk saling mengayomi" ucapan Naya terhenti ketika kedua orang tua Naya sudah standby di meja makan dengan roti tawar dan berbagai macam selai.


"Kalian udah bangun?"tanya orang tua Naya ketika ,Naya dan Zidan memasuki ruang makan.


"Udah dong mah"Jawab Naya santai tanpa beban


"kenapa?"tanya Naya kepada kedua orang tuanya sambil mengoleskan Nutella pada roti tawarnya


"kalian kan manten baru"


"Lah terus?"tanya Naya lagi dengan enteng nya, sedangkan wajah Zidan sudah agak merona dan tertunduk di kursi sebelah Naya.


"ssstt mah jangan begitu"Papah Naya menghentikan ibunya untuk tidak melanjutkan pembicaraan yang sensitif itu


"iya iya".


"Oh ya nay,kapan kamu sama Zidan ngurus surat surat resmi suami istri?"


"Astaghfirullah lupa Pah,nanti Naya diskusi in lagi sama Zidan"


"oh ya udah, secepatnya ya".


Naya menaruh roti yang di olesi Nutella untuk Zidan, sedangkan dirinya sedang tidak mau sarapan.


"Naya kok kamu panggil nya Zidan sih?"


"Terus Naya harus manggil apa mah?"


"Panggil aja mas,atau apa kek.Masa udah tidur sekamar manggilnya masih nama"


"ya udah iya mah".


"Udah selesai?"


"udah,ayo berangkat.Mah,Pah Zidan sama Naya berangkat duluan, assalamualaikum"pamit Zidan kepada kedua mertua nya.

__ADS_1


__ADS_2