Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Makan siang


__ADS_3

Devan melirik jam tangan nya waktu makan siang sudah datang, tapi yang dia bingung kan adalah kenapa Ayuni masih belum kunjung datang.


"Apa dia lupa? atau mungkin dia kejebak macet?" gumam Devan bertanya-tanya.


Saat memikirkan itu Devan tiba-tiba terbersit keinginan untuk menelpon, tapi baru saja dia memegang ponsel nya tiba-tiba dia mendengar suara ketukan pintu..


"Masuk!"


Ceklek..


Pintu terbuka, memperlihatkan gadis bercadar yang membawa rantang berisikan makanan.


"Kenapa pakai cadar dan syar'i hitam?" tanya Devan sambil berdiri.


Gadis itu hanya diam, dia bahkan melupakan kata assalamualaikum yang bisanya tidak pernah dia lewatkan jika masuk ke suatu tempat.


Dia melupakan salam nya, apa karena masih banyak pikiran?. batin Devan bertanya-tanya.


Devan duduk di sofa, matanya terus melihat apa yang di lakukan Ayuni hingga akhirnya Devan melihat tangan Ayuni yang tidak memakai cincin pernikahan nya.


Seketika itu juga Devan sadar kalau gadis yang ada di depan nya itu bukan lah Ayuni, tapi Anselma.


"Untuk apa kau kesini?" ucap Devan dingin dan langsung beranjak dari tempat duduknya.


Merasa jika penyamaran nya sudah terbongkar Anselma pun melepaskan cadar nya, lalu berdiri dan mendekati Devan.


"Tentu saja untuk menemui kekasih ku" balas Anselma santai.


Mendengar penuturan Anselma Devan menghela nafasnya panjang, dia mundur karena Anselma terus mendekatinya.

__ADS_1


"Berhenti di tempat mu, jangan melewati batasan mu Ansel" tegas Devan dingin.


"Ayolah Dev, aku sudah menjadi gadis bercadar, bukan kah ini yang kamu suka? aku juga bisa menjadi gadis alim seperti dia" balas Anselma dengan senyuman nya.


"Ansel, sudah ku bilang aku sudah___" ucap Devan terhenti karena Anselma yang langsung masuk ke pelukan nya.


Anselma memeluk tubuh tegap mantan kekasih nya itu, tubuh yang selalu dia rindukan setiap saat dan kini malah menjadi milik orang.


Tidak Dev, aku tidak bisa melupakan mu, aku ingin selalu menjadi prioritas mu. batin Anselma dalam hati.


"Ansel!" geram Devan.


"Dev, jangan lepaskan, biarkan seperti ini hanya beberapa menit saja" kata Anselma mengiba.


Di lift Ayuni nampak tersenyum, dia sudah memasakkan cumi asam manis untuk suaminya, dia tidak sabar untuk melihat suaminya yang makan dengan lahap makan buatan nya.


Tring..


Saat akan masuk Ayuni melihat pintu yang terbuka membuat dia langsung masuk, dan alangkah terkejutnya dia melihat suaminya yang sedang berpelukan dengan wanita lain.


"Aku rela menjadi yang kedua Dev, aku mohon jangan tinggalkan aku" kata Anselma bersungguh-sungguh.


Selama Devan masih menjadi milik nya Anselma tidak perduli sekalipun harus menjadi yang kedua.


Apa!


Berani nya dia, aku tidak akan pernah sudi di madu. batin Ayuni yang masih terdiam mematung menyaksikan drama itu.


"Sudah, aku tidak berniat memiliki istri dua, istri ku sudah datang sebaiknya kamu pergi sebelum dia kembali mengeluarkan taring nya" titah Devan yang ternyata melihat ke datangan istrinya.

__ADS_1


Anselma mendengar ucapan Devan langsung melihat ke belakang dan ternyata benar jika gadis pencuri itu sudah ada di ruangan Devan.


"Ck, dia memang gadis pengganggu" kesal Anselma yang mau tak mau melepaskan pelukan nya.


Devan yang terlepas mendekati Ayuni, tapi Ayuni tidak merespon dan malah duduk di sofa, melihat Ayuni Anselma pun ikut duduk dia juga membuka makanan yang di bawa nya.


"Ayo Dev, ini makanan kesukaan kita" kata Anselma.


"Aku memasak cumi asam manis, duduk dengan ku, istri Sah mu!" Ayuni menyahut sedikit sewot.


"Dev, kau tau kan aku jago masak, lihat aku sudah memasak semua ini dari pagi loh" timpal Anselma tak mau kalah.


"Ck, masak dari pagi? bagus masakkan ku kemana-mana karena aku baru masak dan ini masih hangat" balas Ayuni yang juga tidak mau kalah.


Devan melihat kedua gadis yang ada di depan nya, satu gadis yang pernah dia cintai dan memiliki tempat yang cukup besar di hatinya, dan satu nya lagi adalah gadis yang menjadi istri Sah nya.


"Cepat pilih Dev, kamu pilih aku kan" Anselma menatap Devan dengan tatapan yang sangat dalam.


"Pilih istri Sah dong, masa pilih pelakor" ucap Ayuni yang juga memberikan tatapan penuh arti pada Devan.


Devan menatap satu persatu dari kedua gadis berpakaian syar'i itu, dia menghela nafasnya panjang lalu duduk di antara Anselma dan Ayuni.


"Bisakah kita makan dengan nikmat dan tenang? aku akan makan buatan istri ku (Ayuni langsung tersenyum penuh kemenangan) aku juga akan makan masakan kamu, Ansel" jelas Devan memilih jalan tengah.


Anselma tersenyum mengejek ke arah Ayuni, membuat Ayuni kesal bukan main dan langsung berdiri.


"Aku akan pulang, kalian makan saja berdua" kata Ayuni mengambil tas nya lalu pergi begitu saja.


Mampus, lihat aku akan mengalahkan mu gadis pencuri. batin Anselma senang karena membuat Ayuni kesal.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2