Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Assisten baru


__ADS_3

"Kenapa wajah nya?" tanya Ayuni bingung.


"Mommy mengirimkan asisten agak geser, lihat saja kelakuan nya sekarang dia bahkan menunggu di pintu hanya untuk lelucon konyol" geram Devan.


Ayuni mengerutkan keningnya aneh mendengar cerita suaminya, ia memang belum melihat siapa yang menjadi asisten baru suaminya.


"Jangan seperti itu, bagaimana pun dia adalah anak teman Mommy Mas" kata Ayuni mengingatkan.


"Kamu bicara seperti ini karena belum melihat nya honey, tapi jika kamu sudah melihatnya aku pastikan kamu akan menggeram kesal terus menerus" sahut Devan lagi.


Ayuni menaikan sebelah alisnya, dia penasaran seperti apa sosok anak teman Mommy nya yang saat ini menjadi asisten dari suami nya.


"Apa dia tampan?" tanya Ayuni dengan tengil nya.


"Honey!" sorot mata tak bersahabat pun di perlihatkan Devan.


Membuat Ayuni semakin suka menggoda suaminya.


"Aku hanya bertanya honey, sungguh" Ayuni tersenyum manis.


"Jangan melirik pria lain, hanya aku hanya aku suami mu" tegas Devan tak mau di bantah.


Ayuni terkekeh merasa gemas dengan suaminya yang sedang cemburu pada nya.


"Percayalah hanya kamu seorang yang aku cinta, tapi jujur saja aku suka saat melihat wajah cemburu mu, I love you" Ayuni tersenyum.


Devan mendekati istrinya dan tanpa ragu dia mencium bibir istri nya dengan sangat rakus.


"Aku lebih mencintaimu, love you too so much, honey" balas Devan menarik tubuh Ayuni hingga dada keduanya saling menempel.


"Seperti nya kamu gendutan honey" kata Devan merasa banyak perubahan di tubuh istri nya.


"Benarkah?" tanya Ayuni melihat tubuh nya.


"Hem, tapi tidak apa aku suka kamu yang seperti ini, lebih seksi" bisik Devan sensual membuat tubuh Ayuni seketika merinding.

__ADS_1


Dan setelah istirahat selama tiga jam pasutri itu pun kembali melanjutkan perjalanan nya ke villa dengan memakai helikopter.


Devan sebenarnya ingin memakai Jeep, tapi mengingat cerita kelam Mommy dan Daddy nya di masa lalu membuat Devan mengurungkan niatnya.


Ia takut tersesat seperti Daddy dan geng nya dulu, dia tidak ingin berada di situasi menegangkan apalagi jalanan yang akan di lewatinya adalah hutan yang tidak ada ujung nya.


"Bawa barang-barang nya" titah Devan.


"Siap Bos" sahut Reno cepat.


Lalu melirik kedua bawahan nya.


"Lakukan pekerjaan kalian" titah nya dingin.


Ayuni melihat itu, dan dia rasa apa yang di katakan suaminya jika Reno adalah pria konyol dan heboh itu salah.


Duh.. adem banget lihat perempuan bercadar, ehk.. astaghfirullah.. dia istri orang Ren, sadar ingat gaji besar. batin Reno masuk ke dalam rumah.


"Bagiamana?" tanya Devan.


"Villa ini memang di beli sudah lama, lebih tepatnya hadiah Mom Fallen yang melahirkan Triplets S" jelas Devan.


Ayuni mendengar sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Aku juga mau bayi kembar" ucap Ayuni sambil melirik suaminya.


"Semoga saja Tuhan mengabulkan permintaan kita Honey" balas Devan sambil memeluk istrinya.


"Bos, barangnya di simpan di mana?" tanya Reno.


Devan seketika melepaskan pelukan nya, bukan dirinya jika dia suka memperlihatkan kemesraan di depan orang lain.


"Di kepalamu" sahut Devan asal.


"Honey" ucap Ayuni pelan karena suaminya tidak sopan.

__ADS_1


"Maksud saya apa di kamar atau di gudang tuan?" tanya Reno lagi.


"Di kamar mandi saja, sudah tau di kamar malah banyak tanya" kesal Devan.


"Honey" Ayuni tak suka melihat suaminya yang menaikan suara nya hanya karena masalah spele.


Devan pergi ke dapur, Ayuni melihat Reno lalu dia menyuruh bodyguard untuk menyimpan koper nya di depan pintu kamar nya saja.


"Disini ada 10 kamar, termasuk kamar pembantu nona" jelas Reno.


"Hem, jadi kamu bertanya kamar ku yang mana?" tebak Ayuni.


Dan Reno mengangguk, dia takut salah kamar dan harus kerja dua kali.


"Kamar itu saja, lebih dekat dengan taman samping" ucap Ayuni menunjuk kamar yang dekat dengan jendela.


"Baiklah, terimakasih bantuan nya nona" kata Reno tersenyum ramah.


Ayuni hanya mangut-mangut, lalu Reno pun pergi membawa kedua bodyguard ke kamar yang di tunjuk oleh nona muda nya.


Sedangkan Devan dia nampak menghembuskan nafas nya kasar setelah marah-marah tadi.


"Kamu marah-marah, apa mood mu sedang buruk mas?" tanya Ayuni yang baru sampai di dapur.


Devan melirik istrinya lalu mengangkat bahunya ke atas.


"Entahlah, tapi aku merasa sedikit kesal saja" jelas Devan apa adanya.


"Ayolah itu hanya masalah spele, dia pekerja baru dan butuh bimbingan" Ayuni mencoba memberikan pengertian.


"Hem, baiklah mungkin aku akan lebih mengontrol diriku, maafkan aku honey" Devan memegang tangan istrinya.


"Iya, tidak apa jangan di pikiran" Ayuni membalas usapan tangan sang suami.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2